Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

AS dan China Sepakat Pangkas Tarif Dagang

badge-check

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih. Kamis, 24 September 2026. (Getty Images/Kevin Dietsch) Perbesar

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih. Kamis, 24 September 2026. (Getty Images/Kevin Dietsch)

WASHINGTON, 27 September 2026 — Amerika Serikat (AS) dan China sepakat pangkas tarif perdagangan untuk barang senilai sekitar 30 miliar dollar AS. Kesepakatan itu tercapai setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan selama tiga hari di Washington DC.

Menurut Gedung Putih, penurunan tarif tersebut berlaku untuk sejumlah produk yang masuk kategori barang non-sensitif. Produk asal AS yang akan mendapatkan tarif lebih rendah di pasar China antara lain hasil pertanian, ikan dan makanan laut, kayu gelondongan, produk kayu, kosmetik, serta perangkat medis.

Sementara itu, sejumlah produk buatan China yang masuk ke AS juga akan mendapatkan perlakuan tarif khusus. Produk tersebut mencakup peralatan rumah tangga kecil, mainan, dekorasi hari raya, serta kursi mobil untuk anak.

Rincian Tarif Belum Diumumkan

Kesepakatan tersebut dicapai melalui U.S.-China Board of Trade, forum perdagangan yang pertama kali diusulkan saat Trump berkunjung ke China pada Mei lalu. Forum itu kemudian secara resmi dibentuk saat Xi Jinping berkunjung ke Washington pekan ini.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan akan mengumumkan rincian lebih lengkap mengenai kesepakatan tersebut pada Senin (28/9). Greer mengatakan ketentuan mengenai tarif telah di bahas dalam serangkaian negosiasi selama beberapa pekan terakhir.

Namun, AS dan China belum mengungkap besaran tarif baru maupun daftar lengkap produk yang akan mendapatkan perlakuan khusus.

Jadi Titik Balik Perang Dagang?

Kesepakatan terbaru ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya meredakan perang dagang antara AS dan China. Perang dagang kembali memanas pada Februari 2025 ketika Trump mengenakan tarif 10 persen terhadap seluruh barang impor dari China.

Pemerintah AS saat itu mengaitkan kebijakan tersebut dengan persoalan fentanyl dan imigrasi ilegal. China kemudian membalas dengan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk AS, termasuk batu bara, gas alam cair (LNG), minyak mentah, dan mobil.

Ketegangan meningkat pada April 2025 setelah Trump mengumumkan kebijakan tarif resiprokal yang di kenal sebagai “Liberation Day”. Tarif AS terhadap barang China sempat mencapai 145 persen. China kemudian membalas dengan tarif hingga 125 persen terhadap produk AS.

AS-China Sempat Sepakati Gencatan Tarif

Kedua negara kemudian mulai mencari jalan untuk meredakan ketegangan. Dalam perundingan di Jenewa pada Mei 2025, AS dan China menyepakati gencatan tarif selama 90 hari. Kesepakatan tersebut menurunkan tarif AS terhadap barang China menjadi 30 persen. Sementara itu, tarif China terhadap barang AS turun menjadi 10 persen.

Gencatan tarif tersebut kemudian diperpanjang selama 90 hari pada Agustus.

Trump dan Xi kembali mencapai kesepakatan sementara dalam pertemuan di Korea Selatan pada Oktober 2025.

Dalam kesepakatan tersebut, China setuju memperketat pengawasan terhadap bahan baku fentanyl, kembali membeli kedelai dari AS, serta melonggarkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang.

Sebagai bagian dari kesepakatan, AS juga menyetujui pengurangan sejumlah tarif terhadap barang China.

Negosiasi Masih Akan Berlanjut

Kesepakatan terbaru tidak serta-merta mengakhiri seluruh sengketa perdagangan antara Washington dan Beijing. Kedua negara akan menggunakan Board of Trade sebagai forum untuk membahas pengurangan tarif lebih lanjut serta menyelesaikan persoalan perdagangan lainnya.

Forum tersebut juga membuka peluang bagi AS dan China untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang lebih luas dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk saat ini, kedua negara masih menunggu pengumuman resmi mengenai besaran tarif baru dan daftar lengkap produk yang mendapatkan perlakuan khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz

27 Sep 2026 - 06:29 WIB

Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz

AI Lepas Kendali, 53 Gambar Pengguna ChatGPT Bocor

26 Sep 2026 - 10:08 WIB

AI Lepas Kendali, 53 Gambar Pengguna ChatGPT Bocor

Kunjugan Xi Jinping ke AS Penuh Seremoni, Tapi Kesepakatan AS-China Masih Samar

25 Sep 2026 - 10:37 WIB

Kunjugan Xi Jinping ke AS Penuh Seremoni, Tapi Kesepakatan AS-China Masih Samar

Pesan Makanan di FoodNeverComes, Diet Dijamin Sukses

24 Sep 2026 - 11:05 WIB

Pesan Makanan di FoodNeverComes, Diet Dijamin Sukses

OpenAI Bobol Portal Pemerintah Australia, Albanese Murka

24 Sep 2026 - 10:19 WIB

OpenAI Bobol Portal Pemerintah Australia, Albanese Murka
Trending di Internasional