Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Protes Massal di Seoul Menyambut Putusan Pengadilan Konstitusi Terkait Pemecatan Presiden Yoon Suk Yeol

badge-check


					Ribuan warga Korea Selatan melakukan unjuk rasa yang menyerukan pengusiran segera Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol, di pusat kota Seoul, Korea Selatan, hari Sabtu. Perbesar

Ribuan warga Korea Selatan melakukan unjuk rasa yang menyerukan pengusiran segera Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol, di pusat kota Seoul, Korea Selatan, hari Sabtu.

Seoul – Ribuan warga Korea Selatan memadati jalan-jalan ibu kota, Seoul, pada hari Sabtu (15/3/2025) untuk menunjukkan dukungan atau penolakan terhadap pemecatan Presiden Yoon Suk Yeol, menjelang keputusan Pengadilan Konstitusi apakah deklarasi darurat militer yang dilakukan Yoon akan mendiskualifikasinya dari jabatan presiden.

Pengadilan Konstitusi Korea Selatan dijadwalkan untuk memberikan keputusan terkait kasus pemecatan Yoon dalam beberapa hari mendatang. Kasus ini telah memicu krisis politik terburuk di negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir, sekaligus mengguncang pasar finansial.

Di pusat kota Seoul, ribuan demonstran anti-Yoon berkumpul di sebuah alun-alun besar, menyerukan pengunduran diri presiden yang dimakzulkan tersebut, dan turut bergabung dengan para politisi oposisi.

Sementara itu, beberapa blok dari lokasi tersebut, para pendukung konservatif Yoon memenuhi jalanan besar, menggelorakan seruan untuk kembalinya Yoon ke jabatan, dengan membawa bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Partai oposisi utama, Partai Demokratik Korea, mengklaim bahwa satu juta orang hadir dalam demonstrasi anti-Yoon tersebut. Namun, pihak kepolisian, menurut laporan Yonhap, memperkirakan jumlah peserta di setiap demonstrasi sekitar 43.000 orang.

Penerapan darurat militer oleh Yoon dan dampaknya telah memperburuk perpecahan sosial yang mendalam antara kalangan konservatif dan liberal. Selain itu, hal tersebut menambah tekanan pada berbagai institusi dan militer, yang terjebak dalam dilema mengenai apakah mereka harus menegakkan keputusan darurat militer tersebut.

Para demonstran pro- dan anti-Yoon telah turun ke jalan dalam jumlah besar hampir setiap pekan sejak krisis ini dimulai.

“Minggu lalu, saya pikir Pengadilan Konstitusi akan memberikan keputusan, tetapi itu tidak terjadi. Lalu Yoon dibebaskan, yang membuat saya sangat frustrasi,” ujar Song Young-sun, seorang peserta aksi berusia 48 tahun. “Maka, saya datang ke sini minggu ini, berharap Pengadilan Konstitusi akan segera memutuskan kasus pemecatan ini.”

Survei Gallup Korea yang dirilis pada Jumat (14/3/2025) menunjukkan bahwa 58% warga mendukung pemecatan Yoon, sementara 37% menentangnya.

Salah satu peserta pro-Yoon, Kim Hyung-joon, yang berusia 70 tahun, berharap agar para hakim Pengadilan Konstitusi dapat memberikan keputusan yang tepat. “Saya berharap para hakim Pengadilan Konstitusi akan membuat penilaian yang akurat dan membatalkan pemecatan ini,” ujar Kim.

Ketegangan politik yang semakin memuncak ini menunjukkan pentingnya putusan yang akan dikeluarkan oleh Pengadilan Konstitusi Korea Selatan dalam beberapa hari mendatang, yang diperkirakan akan menentukan arah masa depan negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional