Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli 2025: 100 Lokasi Siap Beroperasi

badge-check


					Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli 2025: 100 Lokasi Siap Beroperasi Perbesar

Jakarta – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan resmi dimulai secara nasional pada 14 Juli 2025. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pada tahap awal, sebanyak 100 sekolah rakyat siap menyambut peserta didik baru dengan memulai masa orientasi.

“Mulai dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang lain, Insyaallah sudah 100 persen siap,” ujar Saifullah Yusuf, Minggu (29/6/2025).

Setiap sekolah rakyat memiliki kapasitas yang bervariasi. Di Sekolah Rakyat Sentra Handayani Jakarta, misalnya, akan menerima sebanyak 75 siswa untuk jenjang SMP. Secara keseluruhan, sekitar 20.000 siswa dari keluarga kurang mampu akan mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah asrama yang tersebar di berbagai daerah.

Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo dalam membenahi ketimpangan akses pendidikan. Sekolah rakyat berada langsung di bawah naungan Kementerian Sosial dan dirancang menyerupai model boarding school.

Pembiayaan Penuh oleh Negara

Pemerintah menjamin pembiayaan penuh bagi seluruh kebutuhan siswa, mulai dari asrama, makan, seragam, alat tulis, hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya. “Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 48,2 juta per siswa setiap tahunnya,” ujar Gus Ipul.

Untuk mendukung program ini, Kementerian Sosial juga telah merekrut sekitar 3.000 guru dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, terdapat 4.000 tenaga pendukung lainnya yang akan terlibat dalam proses pendampingan dan perlindungan anak-anak.

Sistem Belajar Fleksibel

Salah satu ciri khas Sekolah Rakyat adalah sistem pendidikan yang fleksibel melalui konsep multi-entry dan multi-exit. Artinya, peserta didik tidak harus memulai tahun ajaran pada waktu yang sama dan dapat masuk sesuai kesiapan masing-masing. Demikian pula kenaikan kelas tidak berbasis waktu, tetapi menyesuaikan dengan capaian individu.

“Karena sebagian siswa yang masuk nanti adalah anak-anak yang sebelumnya putus sekolah atau tertinggal, maka fleksibilitas ini penting untuk menjamin mereka bisa mengejar ketertinggalan,” terang Gus Ipul.

Dengan pendekatan baru ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi konkret dalam membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

23 Agustus 2025 - 09:10 WIB

PT BMS Foods buka suara soal udang terkontaminasi radioaktif yang ditarik FDA. Ekspor ke Amerika ditangguhkan sementara.
Trending di News