Menu

Otomatis
Breaking News

News

Azwar Anas Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Chromebook

badge-check

Abdullah Azwar Anas saat masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) pada 2022. Perbesar

Abdullah Azwar Anas saat masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) pada 2022.

JAKARTA, 25 September 2025 – Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Abdullah Azwar Anas ikut terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Azwar Anas diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Agung pada Rabu (24/9). Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan pemeriksaan itu terkait jabatan Azwar Anas saat masih menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) pada 2022.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi sehubungan dengan penyidikan Chromebook,” kata Anang saat dikonfirmasi.

Lima Tersangka Termasuk Nadiem

Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, mantan staf khususnya Jurist Tan, konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief, Direktur Sekolah Menengah Pertama periode 2020-2021 Mulyatsyah, serta Direktur Sekolah Dasar periode 2020-2021 Sri Wahyuningsih.

Penyidik menyebut Nadiem memberi arahan dalam rapat daring pada 6 Mei 2020 agar pengadaan perangkat laptop menggunakan ChromeOS dari Google. Padahal, kajian yang menyatakan Chromebook lebih unggul dibanding sistem operasi lain baru terbit sebulan kemudian, Juni 2020.

Nilai proyek digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek periode 2019–2022 mencapai Rp 9,3 triliun. Dari jumlah itu, Rp 1,9 triliun ditaksir merugikan keuangan negara. Dana berasal dari alokasi khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bantahan Nadiem

Nadiem Makarim membantah tuduhan menerima keuntungan dari proyek pengadaan Chromebook. Menurutnya, penggunaan Chromebook justru lebih hemat biaya.

“Proses pengadaan laptop ini sudah menggunakan mekanisme yang paling mengurangi konflik kepentingan,” ujarnya.

Meski demikian, Nadiem langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dengan mengenakan rompi tahanan, ia sempat menyampaikan kepada wartawan, “Saya tidak melakukan apa pun. Tuhan akan melindungi saya. Kebenaran akan keluar.”

Awal Mula Proyek Chromebook

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Nurcahyo Jungkung Madyo, menjelaskan latar belakang masuknya produk Google dalam proyek digitalisasi pendidikan.

Google disebut pernah mengirim surat kepada Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy pada 2019, meminta agar produknya dilibatkan dalam program pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Namun, surat itu tak dijawab karena uji coba Chromebook pada tahun yang sama dinilai gagal, terutama di sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Setelah Muhadjir digantikan oleh Nadiem pada Oktober 2019, komunikasi antara Google dan Kemendikbud kembali terjalin. Nadiem disebut bertemu dengan perwakilan Google Indonesia pada Februari dan April 2020.

Dalam serangkaian pertemuan tersebut, disepakati penggunaan ChromeOS dan Chrome Devices Management (CDM) sebagai platform utama pengadaan laptop di sekolah.

Kajian teknis awal program sempat memunculkan pilihan lain seperti Windows, Linux, dan MacOS. Namun, kajian review yang kemudian diterbitkan Juni 2020 menyatakan Chromebook lebih unggul dan layak dipilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ambang Batas Parlemen Lima Persen Mengemuka, Ini Sikap PDIP

17 Sep 2026 - 11:23 WIB

Ambang Batas Parlemen Lima Persen Mengemuka, Ini Sikap PDIP

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

17 Sep 2026 - 09:56 WIB

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

Berpotensi Lepas Kendali, Bos Anthropic Minta Pengembangan AI Diperlambat

15 Sep 2026 - 10:57 WIB

Berpotensi Lepas Kendali, Bos Anthropic Minta Pengembangan AI Diperlambat

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

15 Sep 2026 - 09:29 WIB

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

14 Sep 2026 - 09:54 WIB

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia
Trending di Internasional