Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Warga China Divonis dalam Kasus Penipuan Kripto Terbesar di Dunia

badge-check

Zhimin Qian atau juga dikenal sebagai Yadi Zhang. (foto: Kepolisian London) Perbesar

Zhimin Qian atau juga dikenal sebagai Yadi Zhang. (foto: Kepolisian London)

LONDON, 1 Oktober 2025 – Seorang warga negara China, Zhimin Qian, dijatuhi vonis bersalah setelah penyelidikan internasional yang berujung pada penyitaan mata uang kripto hasil penipuan terbesar di dunia. Kepolisian Metropolitan London mengungkapkan pihaknya berhasil menyita 61.000 bitcoin senilai lebih dari £5 miliar (sekitar Rp134 triliun) berdasarkan harga saat ini.

Qian, yang juga dikenal dengan nama Yadi Zhang, mengaku bersalah di Pengadilan Southwark Crown pada Senin (29/9) atas tuduhan memperoleh dan menyimpan aset kripto secara ilegal.

Sehari kemudian, terdakwa lain bernama Seng Hok Ling, warga Malaysia yang tinggal di Derbyshire, turut mengaku bersalah. Ia terlibat dalam praktik pencucian uang yang berkaitan dengan kasus Qian.

Penipuan Massif di China

Menurut Kepolisian Metropolitan, antara tahun 2014 dan 2017 Qian memimpin skema penipuan besar di China yang menjerat lebih dari 128.000 korban. Dana hasil penipuan disimpan dalam bentuk bitcoin dan kemudian dicuci melalui transaksi internasional.

“Pengakuan bersalah ini merupakan akhir dari investigasi tujuh tahun yang melibatkan berbagai yurisdiksi,” ujar Detektif Sersan Isabella Grotto yang memimpin penyelidikan.

Qian diketahui sempat melarikan diri dari China dengan menggunakan dokumen palsu. Ia kemudian masuk ke Inggris dan berupaya mencuci uang hasil kejahatan melalui pembelian properti.

Kuasa hukumnya, Roger Sahota dari Berkeley Square Solicitors, mengatakan bahwa kliennya berharap pengakuan bersalah ini memberi sedikit kelegaan bagi para korban yang telah menunggu ganti rugi sejak 2017.

Jejak Uang di Inggris dan Dubai

Kasus ini turut menyeret Jian Wen, mantan pekerja restoran asal China. Tahun lalu, ia dijatuhi hukuman enam tahun delapan bulan penjara karena membantu Qian mencuci uang hasil penipuan. Wen diketahui membeli dua properti di Dubai senilai lebih dari £500.000 dan sempat menyewa rumah mewah di London.

Kejaksaan Agung Inggris (CPS) menyebut nilai bitcoin yang disita dari Wen mencapai lebih dari £300 juta.

Dampak Hukum dan Politik

Pemerintah Inggris kini tengah mempertimbangkan apakah akan menahan sebagian dana hasil sitaan tersebut. Proses penyitaan aset dari Seng Hok Ling senilai lebih dari £16,2 juta saat ini masih berlangsung. Jumlah akhir penyitaan akan disesuaikan mengikuti pergerakan harga kripto hingga vonis dijatuhkan pada November mendatang.

Menteri Keamanan Inggris, Dan Jarvis, menegaskan vonis ini menjadi sinyal bahwa Inggris bukan “surga aman” bagi para pelaku kriminal.
“Pencucian uang menggerus kepercayaan publik, melemahkan ekonomi, dan memberi ruang bagi kejahatan terorganisasi untuk tumbuh,” ujarnya.

Otoritas hukum menyebut kasus ini sebagai bukti nyata bahwa mata uang kripto digunakan jaringan kriminal untuk menyamarkan aset ilegal mereka.

Qian saat ini ditahan dan akan kembali bersidang pada 10 November 2025 untuk mendengarkan vonis akhir bersama Seng Hok Ling.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

17 Sep 2026 - 09:56 WIB

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

15 Sep 2026 - 09:29 WIB

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

14 Sep 2026 - 09:54 WIB

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Gelombang Panas Membuat Anggur Perancis Lebih Memabukkan

12 Sep 2026 - 21:19 WIB

Gelombang Panas Membuat Anggur Perancis Lebih Memabukkan

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Utama Usai Diserang Drone

12 Sep 2026 - 20:39 WIB

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Utama Usai Diserang Drone
Trending di Internasional