Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Korea Selatan Panggil Dubes Ukraina, Protes Zelensky Ungkap Pemindahan Dua Tentara Korut

badge-check

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap pemindahan dua tentara Korea Utara ke Korea Selatan yang kemudian memicu protes Seoul. (Getty Images) Perbesar

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap pemindahan dua tentara Korea Utara ke Korea Selatan yang kemudian memicu protes Seoul. (Getty Images)

SEOUL, 29 September 2026 — Hubungan Korea Selatan dan Ukraina memanas setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap bahwa dua tentara Korea Utara yang tertangkap dalam perang Rusia-Ukraina telah dipindahkan ke Korea Selatan.

Pemerintah Korea Selatan sebelumnya meminta agar pemindahan kedua tentara tersebut dirahasiakan. Seoul pun memanggil Pelaksana Tugas Duta Besar Ukraina untuk Korea Selatan, Andrii Vieshkin, untuk menyampaikan protes resmi.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Yoon-joo menyatakan “penyesalan yang mendalam” atas keputusan Zelensky mengungkapkan pemindahan tersebut ke publik.

Menurut Seoul, kerahasiaan pemindahan itu berkaitan dengan persoalan keamanan nasional serta perlindungan keluarga kedua tentara Korea Utara tersebut. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung juga menyebut pengungkapan itu sebagai sesuatu yang “sangat mengecewakan”.

Ditangkap di Kursk

Kedua tentara Korea Utara tersebut tertangkap pasukan Ukraina pada awal 2025 di wilayah Kursk, Rusia. Keduanya merupakan bagian dari ribuan tentara Korea Utara yang di kirim untuk membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Setelah tertangkap, kedua tentara tersebut kepada media lokal menyatakan keinginan untuk dikirim ke Korea Selatan. Pemindahan mereka ke Korea Selatan merupakan hasil negosiasi antara Seoul dan Kyiv yang berlangsung lebih dari satu tahun.

Zelensky kemudian mengumumkan pemindahan itu dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (23/9) pekan lalu.

Ia mengatakan kedua tentara tersebut tidak mudah ditangkap dalam keadaan hidup.

Pemerintah Korea Selatan membenarkan bahwa kedua tentara itu telah tiba di negara tersebut. Namun, Seoul mengecam Zelensky karena mengungkapkan informasi yang menurut mereka seharusnya tetap menjadi rahasia.

Kantor Presiden Lee menjelaskan bahwa Ukraina sebelumnya memang telah menyampaikan bahwa keberadaan kedua tentara itu akan disebut dalam pidato Zelensky. Namun, menurut Seoul, yang tidak disepakati untuk diungkap adalah fakta bahwa keduanya telah dipindahkan ke Korea Selatan.

Kerahasiaan tersebut, antara lain, bertujuan untuk melindungi keluarga kedua tentara di Korea Utara.

Selain itu, Seoul mengatakan Kyiv juga memiliki alasan untuk menjaga informasi tersebut tetap tertutup. Ukraina khawatir pemindahan itu dapat memunculkan kritik karena kehilangan kesempatan untuk menukar kedua tentara Korea Utara tersebut dengan tawanan perang Ukraina yang di tahan Rusia.

Kyiv Bantah Ada Kesepakatan Kerahasiaan

Perselisihan semakin memanas setelah kantor Zelensky membantah bahwa Seoul dan Kyiv memiliki perjanjian non-disclosure atau kesepakatan untuk merahasiakan pemindahan tersebut. Pemerintah Korea Selatan kemudian mendesak Ukraina meminta maaf atas apa yang disebut Seoul sebagai “pengumuman yang tidak benar”.

Seoul menilai tindakan tersebut telah merusak kepercayaan antara kedua negara.

Pengungkapan Zelensky juga menimbulkan tekanan politik terhadap Lee di dalam negeri.

Kelompok oposisi Korea Selatan menuduh pemerintahan Lee menutupi informasi mengenai pemindahan kedua tentara tersebut demi menjaga hubungan dengan Korea Utara.

Lee sendiri di kenal mengambil pendekatan yang lebih terbuka terhadap dialog dengan Pyongyang. Pemerintahannya telah berupaya membuka kembali pembicaraan perdamaian dengan Korea Utara, meski sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan.

Ukraina Minta Korsel Kirim Senjata

Korea Selatan selama ini menyatakan dukungan kepada Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada 2022. Namun, Seoul masih mempertahankan kebijakan untuk tidak memberikan senjata mematikan kepada negara yang sedang terlibat dalam perang.

Kebijakan itu mendapat tekanan lebih besar setelah Korea Utara mengirim pasukan untuk membantu Rusia pada 2024.

Ukraina kemudian meningkatkan desakan kepada Korea Selatan agar memasok sistem pertahanan udara canggih. Kyiv menyebut membutuhkan bantuan tersebut untuk melindungi infrastruktur energi Ukraina dari serangan drone dan rudal Rusia.

“Ketika Korea Utara secara aktif berpartisipasi dalam perang di Eropa, Korea Selatan tidak bisa tetap menjadi pengamat dari jauh,” kata Mykhailo Podolyak, penasihat senior Zelensky.

Menurut Podolyak, pengiriman teknologi dan kemampuan pertahanan dari Seoul ke Kyiv bukan hanya persoalan membantu Ukraina, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan keamanan jangka panjang Korea Selatan.

Pada Juli 2026, Seoul mengumumkan paket bantuan senilai 100 juta dollar AS untuk Ukraina.

Kantor Lee mengatakan paket tersebut merupakan perluasan dari bantuan sebelumnya yang sebagian besar berupa perlengkapan non-mematikan, seperti helm, pelindung tubuh, dan peralatan medis.

Namun, Rusia telah memperingatkan Korea Selatan agar tidak mengirimkan senjata ke Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskwa akan “tidak punya pilihan selain melakukan tindakan balasan” jika Seoul memasok senjata kepada Kyiv. Rusia tidak merinci bentuk tindakan yang dimaksud.

Posisi Korsel di Tengah Persaingan Rusia-Korea Utara

Korea Selatan selama ini berupaya mempertahankan hubungan dengan negara-negara tetangga yang dalam sejumlah isu berseberangan dengan sekutunya, Amerika Serikat.

Sejak runtuhnya Uni Soviet, Seoul juga berupaya memperluas hubungan perdagangan dan diplomatik dengan Rusia.

Posisi Rusia menjadi penting bagi Korea Selatan karena negara tersebut berbatasan dengan Korea Utara dan memiliki hubungan strategis dengan Pyongyang. Selain Rusia, China juga dipandang Seoul sebagai salah satu negara kunci yang dapat berperan dalam upaya memengaruhi Korea Utara.

Perselisihan terbaru dengan Ukraina menunjukkan rumitnya posisi Seoul di tengah meningkatnya keterlibatan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina.

Di satu sisi, Korea Selatan memberikan dukungan kepada Ukraina. Di sisi lain, Seoul tetap berusaha menjaga ruang diplomatik dengan Rusia dan Korea Utara, sembari mempertahankan aliansinya dengan Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KAI Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi ke Jakarta

29 Sep 2026 - 09:02 WIB

KAI Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi ke Jakarta

Pakai Haptic Perusahaan Lain, Apple Dihukum Bayar Rp 90 Triliun

29 Sep 2026 - 08:43 WIB

Pakai Haptic Perusahaan Lain, Apple Dihukum Bayar Rp 90 Triliun

BPJS Kesehatan Tekor Rp 14 Triliun, Pemerintah Suntik Rp 20 Triliun

29 Sep 2026 - 07:50 WIB

BPJS Kesehatan Tekor Rp 14 Triliun, Pemerintah Suntik Rp 20 Triliun

Kerap Gunakan Bahasa Kasar, Pakar: Politisi Kurang Tata Krama

28 Sep 2026 - 09:47 WIB

Kerap Gunakan Bahasa Kasar, Pakar: Politisi Kurang Tata Krama

Banjir Rendam Bangkok, Ribuan Warga Mengungsi

28 Sep 2026 - 09:18 WIB

Banjir Rendam Bangkok, Ribuan Warga Mengungsi
Trending di Internasional