URDA, 29 Oktober 2026 — Kecelakaan dua kereta cepat di Provinsi Toledo, Spanyol tengah, menewaskan sedikitnya 64 orang pada Rabu (28/10). Insiden terjadi ketika sebuah kereta cepat menabrak bagian belakang kereta lain yang berhenti di jalur, menyebabkan dua gerbong keluar dari rel.
Kantor pemerintah pusat untuk wilayah Castilla-La Mancha mengonfirmasi tambahan jumlah korban meninggal. Sementara itu, Presiden Regional Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, mengatakan sedikitnya 80 orang mengalami luka-luka.
Petugas penyelamat masih melakukan pencarian korban di antara reruntuhan gerbong yang rusak parah.
Operator jaringan kereta api Spanyol, ADIF, menyatakan kecelakaan terjadi pada Rabu pagi di jalur yang menghubungkan Madrid dengan Sevilla, kota di wilayah barat daya Spanyol.
Juru bicara pemerintah regional Castilla-La Mancha, Esther Padilla, mengatakan kedua kereta membawa ratusan penumpang dan melaju ke arah yang sama ketika tabrakan terjadi.
Penyebab kecelakaan belum diketahui. Akibat insiden tersebut, layanan kereta api antara Madrid, Ciudad Real, dan Andalusia dihentikan sementara.
Penumpang Mengalami Benturan Keras
Kecelakaan terjadi di jalur datar yang dikelilingi perkebunan zaitun, di antara Kota Urda dan Los Yébenes. Benturan keras menyebabkan salah satu gerbong hancur dan menyisakan potongan logam serta material lain yang berserakan di lereng berbatu.
Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García, mengatakan petugas darurat memusatkan perhatian pada upaya menyelamatkan korban yang masih hidup dan mengevakuasi jenazah dari dua gerbong yang mengalami kerusakan paling parah.
Para korban luka di bawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah sekitar.
“Benturannya terjadi pada kecepatan tinggi, sehingga kami memperkirakan ini akan menjadi tragedi,” kata García.
Salah seorang penumpang kereta RENFE, Ignacio Relaño, menceritakan pengalamannya kepada stasiun televisi pemerintah TVE. Ia mengatakan kereta sempat berhenti sesaat sebelum kembali bergerak dan menabrak kereta IRYO.
“Kami semua merasakan kereta melambat secara tiba-tiba, lalu terjadi benturan,” ujarnya.
Menurut Relaño, gerbong yang ditumpanginya miring ke satu sisi seperti hendak terguling. Ia juga mengalami benturan pada hidung, sementara koper, telepon seluler, dan barang-barang lainnya beterbangan akibat tabrakan.
Dua Kereta Membawa Lebih dari 500 Penumpang
Kecelakaan melibatkan kereta milik perusahaan negara RENFE dan perusahaan swasta IRYO yang berasal dari Italia.
Media Spanyol melaporkan bahwa kereta RENFE di duga menabrak kereta IRYO. García-Page menyebut 24 korban meninggal berada di kereta RENFE dan enam orang di kereta IRYO.
Padilla mengatakan kereta RENFE membawa 397 penumpang, sedangkan kereta IRYO mengangkut 147 penumpang.
IRYO menyatakan telah mengaktifkan protokol keselamatan dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani kecelakaan tersebut.
Wali Kota Urda, Manuel Galán, mengatakan petugas perlindungan sipil meminta pemerintah kota menyiapkan gedung olahraga untuk menampung penumpang yang terluka.
Brigade darurat militer turut dikerahkan untuk membantu petugas penyelamat, pemadam kebakaran, dan polisi. Ambulans serta helikopter medis bolak-balik menuju lokasi, sementara bus memindahkan penumpang yang tidak mengalami luka.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez membatalkan agenda kegiatannya dan fokus pada penanganan kecelakaan. Melalui unggahan di media sosial X, ia menyatakan sangat terpukul atas insiden tersebut dan menyampaikan dukungan kepada para korban serta keluarga mereka.
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan dukungan bagi para penumpang yang terluka. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut menyampaikan simpati kepada keluarga korban.
Federasi Sepak Bola Spanyol juga menunda seluruh 24 pertandingan Copa del Rey yang akan berlangsung pada Rabu.
Kecelakaan Kereta Kedua di Spanyol Tahun Ini
Insiden di Toledo menjadi kecelakaan kereta besar kedua di Spanyol pada tahun 2026 ini.
Pada Januari, tabrakan kereta di wilayah selatan Spanyol menewaskan 46 orang. Dalam kecelakaan tersebut, sebuah kereta IRYO keluar dari rel dan menabrak kereta RENFE yang datang dari arah berlawanan. Dua gerbong pertama kereta yang tertabrak terjun ke lereng setinggi sekitar empat meter.
Kecelakaan Januari itu merupakan insiden kereta paling mematikan di Spanyol sejak kecelakaan pada 2013 yang menewaskan 80 orang.
Rangkaian kecelakaan tersebut memunculkan kembali kekhawatiran terhadap keselamatan sistem kereta cepat di negara itu.
Sistem Kereta Cepat Spanyol Jadi Sorotan
Spanyol telah berinvestasi besar dalam pengembangan jaringan kereta cepat selama beberapa dekade terakhir. Menurut serikat pekerja perkeretaapian setempat, jalur kereta cepat diperuntukkan bagi kereta yang melaju dengan kecepatan 250 kilometer per jam atau lebih.
Negara berpenduduk sekitar 49 juta jiwa itu memiliki sekitar 3.900 kilometer jalur kereta cepat. Menurut International Union of Railways, panjang jaringan tersebut hanya kalah dari China, yang memiliki sekitar 45.000 kilometer jalur kereta cepat untuk populasi sekitar 1,4 miliar jiwa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol membuka jaringan kereta api bagi perusahaan swasta untuk bersaing dengan operator negara RENFE. IRYO mulai beroperasi di Spanyol pada 2022.
Juru bicara serikat pekerja kereta api Spanyol, Joan Rodríguez, menilai peningkatan lalu lintas akibat liberalisasi layanan kereta penumpang telah menambah beban infrastruktur.
“Kami tidak yakin liberalisasi layanan kereta penumpang berkecepatan tinggi diimbangi dengan pemeliharaan jalur yang diperlukan,” kata Rodríguez kepada TVE.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan berarti liberalisasi menjadi penyebab kecelakaan. Namun, menurutnya, peningkatan penggunaan jaringan merupakan faktor yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi keselamatan perkeretaapian Spanyol.
















