CALIFORNIA, 15 Oktober 2026 – Elon Musk menyebut pemerintah Amerika Serikat (AS) memegang kendali penuh atas pembatasan kecepatan drone serta penggunaan layanan komunikasi satelit militer Starshield. Kebijakan pembatasan tersebut kini diduga kuat telah mengganggu operasional persenjataan Ukraina di medan perang.
Pernyataan pemilik SpaceX tersebut muncul setelah Ukraina melaporkan gangguan konektivitas Starlink pada sejumlah drone militer pada Selasa (13/10) malam. Starlink selama ini menjadi perangkat penting bagi Ukraina untuk mengarahkan drone ke sasaran Rusia sekaligus melindungi wilayah udaranya.
Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Serhiy Beskrestnov, menduga pembatasan tersebut berkaitan dengan ketegangan politik terbaru antara Kyiv dan Washington. Namun, Musk menegaskan bahwa sistem Starshield, layanan komunikasi satelit kelas militer yang terpisah dari Starlink, dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS.
“Setiap pembatasan kecepatan atau penggunaan ditentukan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh presiden AS,” tulis Musk melalui platform X.
Kecepatan Drone Ukraina Dibatasi
Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, dilaporkan memberlakukan batas kecepatan 100 mil per jam atau sekitar 160 kilometer per jam pada Selasa malam.
Pembatasan tersebut menyebabkan senjata atau drone yang bergerak lebih cepat kehilangan konektivitas dengan jaringan satelit. Kondisi ini mengganggu sejumlah misi militer Ukraina.
Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov mengatakan konektivitas telah dipulihkan sebagian pada Rabu malam. Namun, Fedorov menegaskan bahwa pencabutan batas kecepatan Starshield secara menyeluruh sangat penting bagi pertahanan Ukraina.
Melalui X, ia berterima kasih kepada Musk dan meminta dukungan berkelanjutan dari pengusaha teknologi tersebut.
Sekitar satu jam berselang, Musk akhirnya menanggapi unggahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan terkait pembatasan layanan Starshield merupakan wewenang pemerintah AS. Dengan kata lain, kebijakan itu tidak ditentukan sendiri oleh perusahaan miliknya.
Musk juga menegaskan bahwa Starlink ditujukan untuk kegiatan sipil atau pertahanan dan tidak boleh digunakan untuk serangan militer ofensif. Menurutnya, penggunaan semacam itu tidak sesuai bagi perusahaan komersial.
Pemerintah AS belum memberikan komentar resmi mengenai pembatasan tersebut.
Perbedaan Starlink dan Starshield
Meskipun sama-sama dimiliki SpaceX, Starlink dan Starshield memiliki fungsi berbeda.
Starlink merupakan layanan internet sipil yang menggunakan satelit di orbit rendah Bumi untuk menyediakan akses internet, terutama di wilayah terpencil. Sementara itu, Starshield dirancang khusus untuk kebutuhan pemerintah dan militer.
Di Ukraina, jaringan komunikasi satelit menjadi bagian penting dari operasi militer, termasuk pengendalian drone dan koordinasi pertahanan udara. Gangguan konektivitas berpotensi mengurangi efektivitas operasi tersebut.
Zelenskyy sebelumnya berharap pembatasan itu hanya merupakan kesalahan teknis. “Saya berharap ini sebuah kesalahan, mungkin masalah teknis yang besar. Saya tidak tahu, tetapi kami meminta agar layanan itu diaktifkan kembali,” kata Zelenskyy kepada media Inggris.
Ketegangan Trump dan Zelenskyy Meningkat
Presiden AS Donald Trump semakin menunjukkan ketidakpuasan terhadap Ukraina karena negara tersebut terus menyerang fasilitas energi Rusia.
Zelenskyy sebelumnya mengatakan AS mengancam akan membatasi pembagian intelijen jika Ukraina tidak menyetujui gencatan senjata terhadap infrastruktur energi. Namun, Trump membantah pernyataan tersebut pada Selasa.
Dalam kunjungan satu hari ke London pada Rabu, Zelenskyy juga mengakui bahwa dirinya merasa dikhianati setelah AS mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk mengimpor 300.000 ton solar Rusia.
“Benar, tetapi situasinya sedikit lebih rumit daripada sekadar emosi atau perasaan saya,” kata Zelenskyy ketika ditanya Piers Morgan, apakah dirinya merasa dikhianati.
Kunjungan tersebut juga diisi pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham di Downing Street dan Raja Charles III.
Menjelang kedatangan Zelenskyy, pemerintah Inggris mengumumkan percepatan pengiriman rudal multiguna ringan untuk Ukraina. “Kami mendukung Anda dan itu tidak akan berubah,” kata Burnham kepada Zelenskyy.
Dukungan Inggris tersebut menjadi penting bagi Kyiv di tengah ketidakpastian mengenai pembatasan layanan komunikasi satelit dan hubungan Ukraina dengan pemerintah AS.
















