Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Senator AS Desak Investigasi Dugaan Pembatasan Starlink di Ukraina

badge-check

Senator Jeanne Shaheen yang berasal dari Partai Demokrat. (Foto: Reuters) Perbesar

Senator Jeanne Shaheen yang berasal dari Partai Demokrat. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, 17 Oktober 2026 – Sejumlah senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat dan Republik mendesak penyelidikan segera atas laporan pembatasan Starlink milik SpaceX di Ukraina.

Para senator telah mengirimkan surat kepada inspektur jenderal Departemen Pertahanan AS pada hari Kamis (15/10). Dalam surat tersebut, mereka menyampaikan kekhawatiran serius mengenai dugaan pembatasan kecepatan yang terjadi pada 12–14 Oktober.

Starlink menjadi salah satu perangkat penting bagi Ukraina untuk mengarahkan drone ke sasaran Rusia sekaligus melindungi wilayah udaranya. Namun, pada Selasa malam, Ukraina melaporkan adanya pembatasan tak terduga terhadap kecepatan drone yang masih dapat mempertahankan koneksi internet.

Para senator meminta inspektur jenderal menyelidiki apakah pembatasan tersebut dilakukan oleh Departemen Pertahanan AS atau kontraktornya. Mereka menilai gangguan itu berpotensi mengurangi kemampuan Ukraina menjalankan operasi pertahanan terhadap serangan drone dan rudal Rusia yang menyasar infrastruktur sipil.

Gedung Putih dan Pentagon belum menanggapi dugaan keterlibatan pemerintah AS dalam pembatasan tersebut.

Kecepatan Drone Dibatasi hingga 160 Km Per Jam

Starlink disebut membatasi kecepatan hingga 100 mil per jam atau sekitar 160 kilometer per jam pada Selasa malam. Akibatnya, senjata atau drone yang bergerak lebih cepat dari batas tersebut kehilangan koneksi ke jaringan.

Selain itu, para senator menyatakan “sangat prihatin” terhadap laporan adanya hambatan distribusi intelijen dan peringatan ancaman bagi personel di Ukraina. Mereka secara khusus menyoroti laporan bahwa personel diplomatik, militer, dan keamanan AS tidak dapat mencapai bunker yang telah ditentukan ketika serangan udara Rusia berlangsung.

“Dengan mempertimbangkan potensi konsekuensi yang mematikan, insiden-insiden ini memerlukan penyelidikan segera,” demikian pernyataan dalam surat tersebut.

Surat itu ditandatangani Jeanne Shaheen, senator Demokrat yang bertugas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.

Sejumlah senator Republik yang turut menandatangani surat tersebut antara lain Thom Tillis, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan John Cornyn. Dari Partai Demokrat, penandatangan lainnya termasuk Richard Durbin, Jack Reed, Richard Blumenthal, dan Christopher Coons.

Elon Musk Sebut Pembatasan Ditentukan Militer AS

Pemilik SpaceX, Elon Musk, sebelumnya mengisyaratkan bahwa pemerintah AS mungkin berada di balik pembatasan tersebut.

Dalam unggahan di platform X pada Rabu, Musk mengatakan sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Menurut dia, setiap pembatasan kecepatan maupun penggunaan sistem ditentukan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh presiden.

Starlink dan Starshield merupakan dua layanan berbeda yang sama-sama dimiliki SpaceX.

Starlink merupakan layanan internet sipil yang memanfaatkan satelit di orbit rendah Bumi untuk menyediakan koneksi internet, terutama di wilayah terpencil. Sementara itu, Starshield menggunakan jaringan Starlink dan dirancang untuk kebutuhan pemerintah serta militer.

Meski demikian, pernyataan Musk tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pemerintah AS bertanggung jawab atas gangguan yang dilaporkan di Ukraina.

Zelensky Tuduh AS Tekan Ukraina Lewat Intelijen

Persoalan Starlink mencuat di tengah ketegangan Ukraina dan AS soal strategi menghadapi Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Washington sengaja menghentikan pembagian intelijen demi menekan Kyiv agar menghentikan serangan ke fasilitas energi Rusia.

Pada Kamis, Zelensky memastikan Ukraina akan kembali menyerang karena Rusia terus menggempur infrastruktur energi mereka, terlepas dari pengumuman gencatan senjata energi oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu lalu. Zelensky mengklaim pihaknya sempat menahan serangan selama tiga hari, namun Rusia justru melanggar usulan tersebut beberapa jam setelah diumumkan.

Sebaliknya, Kremlin tidak pernah mengonfirmasi persetujuan gencatan senjata itu dan balik menuduh Ukraina mencoba menyerang kilang minyak mereka pada Rabu—klaim yang dibantah Kyiv.

Zelensky juga mengecam kesepakatan AS-Rusia pekan lalu yang melepas 300.000 ton solar ke pasar global, karena dinilai sama saja dengan mendanai perang Rusia. Bagi Trump, kesepakatan solar ini diambil demi menurunkan harga BBM domestik jelang pemilu paruh waktu AS yang melonjak imbas perang Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

7 Negara Bagian AS Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Bahayakan Anak

17 Okt 2026 - 11:28 WIB

7 Negara Bagian AS Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Bahayakan Anak

Ribuan Warga India Demo, Desak Ketua KPU Mundur

17 Okt 2026 - 10:05 WIB

Ribuan Warga India Demo, Desak Ketua KPU Mundur

China Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman di Tepi Barat

17 Okt 2026 - 08:30 WIB

China Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman di Tepi Barat

Ukraina Uji Drone StarGate untuk Evakuasi Prajurit Terluka

17 Okt 2026 - 06:55 WIB

Ukraina Uji Drone StarGate untuk Evakuasi Prajurit Terluka

Azerbaijan Larang Siswi Berjilbab di Sekolah, 37 Orang Ditahan

16 Okt 2026 - 11:01 WIB

Azerbaijan Larang Siswi Berjilbab di Sekolah, 37 Orang Ditahan
Trending di Internasional