Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot untuk Ukraina

badge-check

Amerika Serikat menyetujui penjualan 500 rudal Patriot senilai 2,1 miliar dollar AS untuk Ukraina. (Photo: Lockheed Martin) Perbesar

Amerika Serikat menyetujui penjualan 500 rudal Patriot senilai 2,1 miliar dollar AS untuk Ukraina. (Photo: Lockheed Martin)

WASHINGTON, 1 November 2026 – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui rencana penjualan 500 rudal pencegat sistem pertahanan udara Patriot senilai 2,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp38 triliun kepada Ukraina. Persetujuan ini muncul setelah Kyiv mendesak Washington mempercepat pengiriman amunisi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, pembiayaan pembelian rudal tersebut berasal dari sumbangan Kanada, Jerman, dan Norwegia. Pendanaan juga berasal dari skema dukungan Eropa untuk Ukraina. Pemerintah AS menegaskan tidak ada dana Amerika yang digunakan dalam transaksi tersebut.

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang menjadi kekuatan bagi stabilitas politik dan ekonomi di Eropa,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Jumat (30/10).

Rudal yang disetujui merupakan pencegat PAC-3, bagian dari sistem Patriot yang dirancang untuk menghadapi ancaman rudal balistik dan serangan udara lainnya.

Perusahaan pertahanan AS, Lockheed Martin, akan menjadi kontraktor utama dalam pengadaan tersebut.

Zelensky Minta Rudal Segera Dikirim

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut persetujuan Washington, tetapi menegaskan negaranya membutuhkan rudal Patriot secepat mungkin.

Sebelumnya, Zelensky memperingatkan bahwa persediaan amunisi pencegat tersebut di Ukraina hampir habis. Ia juga menuding Pentagon menunda persetujuan pengiriman rudal yang telah di beli oleh negara-negara lain untuk membantu Kyiv.

Dalam unggahan di media sosial X pada Jumat malam, Zelensky menyambut keputusan AS, tetapi kembali mendesak agar pengiriman tidak berlarut-larut.

Meski demikian, persetujuan penjualan belum berarti rudal akan segera tiba di Ukraina. Zelensky sebelumnya memperingatkan bahwa proses pengiriman dapat memakan waktu hingga beberapa tahun.

Salah satu kendalanya adalah kapasitas produksi. Berdasarkan data Departemen Pertahanan AS, produksi rudal Patriot hanya sekitar 600 unit per tahun.

Ukraina saat ini juga menghadapi persaingan mendapatkan amunisi tersebut karena permintaan global meningkat, termasuk akibat penggunaannya oleh AS dalam perang melawan Iran.

Serangan Beruntun Rusia

Kebutuhan Ukraina terhadap rudal pertahanan udara semakin mendesak setelah Rusia kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah wilayah.

Dalam pembaruan pada Sabtu pagi, Zelensky mengatakan serangan Rusia pada Jumat malam menyebabkan sekitar 200.000 rumah tangga di wilayah Dnipro kehilangan aliran listrik. Sedikitnya 80.000 rumah tangga di wilayah Kyiv juga mengalami pemadaman.

Ia menuduh Rusia sengaja menjadikan infrastruktur sipil sebagai sasaran serangan setiap hari.

Zelensky juga menyebut Rusia telah melancarkan lebih dari 30 serangan terhadap bagian penting jaringan listrik Ukraina dalam dua pekan terakhir. Serangan tersebut semakin mengancam pasokan energi menjelang musim dingin.

Kyiv mengandalkan sistem Patriot untuk mencegat rudal balistik Rusia yang dinilai sulit ditangani dengan sistem pertahanan udara lainnya.

Ketegangan Trump dan Zelensky Sempat Meningkat

Persetujuan penjualan rudal Patriot muncul setelah hubungan Trump dan Zelensky sempat memanas pada awal Oktober.

Ketegangan meningkat ketika pemerintahan Trump melonggarkan sanksi terhadap Rusia sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengamankan pasokan solar dari Rusia.

Trump juga menyatakan Ukraina perlu memiliki pemimpin baru agar kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia dapat tercapai.

Hubungan Washington dan Kyiv kemudian menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Zelensky bertemu dengan utusan AS di Oslo pada 20 Oktober.

Sebelumnya, Zelensky mengatakan Ukraina telah menunggu hampir satu bulan agar AS memberikan persetujuan terkait pasokan rudal penting tersebut.

Diplomat Eropa Kecam Rusia dalam Pertemuan G20

Di tengah perkembangan bantuan militer untuk Ukraina, ketegangan dengan Rusia juga terlihat dalam pertemuan para menteri luar negeri negara-negara G20 di Atlanta, Amerika Serikat.

Sejumlah diplomat Eropa menolak berdiri untuk foto resmi bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebagai bentuk protes atas kehadirannya.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband bahkan menyampaikan kecaman langsung kepada Lavrov dalam pertemuan tersebut.

“Biarkan saya mengatakan ini secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia: Kita semua tahu siapa agresor dalam perang ini,” kata Miliband. Ia juga menuduh pemerintah Rusia membunuh warga sipil tak bersalah di Ukraina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Norwegia Balas Ejekan Trump dengan Promosi Toilet Unik dan Indah

1 Nov 2026 - 09:20 WIB

Norwegia Balas Ejekan Trump dengan Promosi Toilet Unik dan Indah

Politisi Muda AS Jadi Minoritas, Kongres Didominasi Lansia

1 Nov 2026 - 08:16 WIB

Politisi Muda AS Jadi Minoritas, Kongres Didominasi Lansia

Dari Denda hingga Potong Tunjangan Orang Tua, Ini Cara Eropa Tagih Ganti Rugi Kerusuhan

31 Okt 2026 - 10:42 WIB

Dari Denda hingga Potong Tunjangan Orang Tua, Ini Cara Eropa Tagih Ganti Rugi Kerusuhan

Perlombaan AI Makin Mahal! Google, Amazon, dan Microsoft Hadapi Tekanan Investor

31 Okt 2026 - 09:50 WIB

Perlombaan AI Makin Mahal! Google, Amazon, dan Microsoft Hadapi Tekanan Investor

Binance Kena Hack Rp 114 Triliun, Diduga Libatkan Hacker Korea Utara

31 Okt 2026 - 08:31 WIB

Binance Kena Hack Rp 114 Triliun, Diduga Libatkan Hacker Korea Utara
Trending di Internasional