WASHINGTON, 21 Oktober 2026 – Pemerintah Amerika Serikat (AS) larang penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) buatan China, DeepSeek, di sebagian besar sistem pemerintahan sipil federal. Larangan tersebut juga mencakup teknologi yang dikembangkan dengan bantuan model AI DeepSeek.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (Department of Homeland Security/DHS) mengumumkan kebijakan tersebut pada Senin (19/10). Namun, larangan itu sebenarnya telah berlaku sejak akhir Juli.
Kebijakan ini berlaku bagi lembaga sipil federal, termasuk Departemen Keuangan, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Kehakiman. Sementara itu, lembaga-lembaga di bawah Departemen Pertahanan dikecualikan dari larangan tersebut.
Pemberitahuan DHS tidak merinci secara spesifik persoalan keamanan yang mendasari keputusan itu.
Larangan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap perkembangan teknologi AI China dan persaingan teknologi antara kedua negara.
AS Soroti Dugaan Penyalahgunaan Teknologi AI
Pemerintahan Trump sebelumnya telah mengkritik perusahaan AI China. Michael Kratsios, pejabat teknologi Gedung Putih, menulis dalam memo internal pada tahun ini bahwa telah terjadi dugaan eksploitasi berbahaya terhadap perusahaan AI Amerika, terutama oleh perusahaan pesaing dari China.
Perusahaan AI AS, Anthropic dan OpenAI, juga mengeklaim sejumlah perusahaan AI China, termasuk DeepSeek, pada dasarnya telah menyalin model AI mereka.
Klaim tersebut menambah ketegangan dalam persaingan industri AI global. Namun, pemberitahuan DHS mengenai larangan DeepSeek tidak secara eksplisit menyebut dugaan penyalinan model sebagai alasan resmi kebijakan tersebut.
Trump sebelumnya menegaskan bahwa China merupakan pesaing utama AS dalam pengembangan AI. Ia memandang teknologi tersebut sebagai salah satu faktor penting bagi masa depan Amerika.
DeepSeek Populer Berkat Model AI Berbiaya Rendah
DeepSeek berkembang pesat sejak modelnya dirilis ke publik pada 2025. Chatbot gratis perusahaan tersebut menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak di download di Apple App Store.
Sejumlah perusahaan teknologi AS juga menggunakan Model AI DeepSeek. Snowflake, Vercel, dan OpenRouter, misalnya, memasukkan model tersebut ke dalam layanan yang mereka tawarkan kepada pelanggan.
Salah satu daya tarik DeepSeek adalah pendekatan open source atau keterbukaan model, yang memungkinkan pengembang mengakses dan menggunakan model AI dengan biaya relatif rendah. Namun, tingkat keterbukaan lisensi dan ketentuan penggunaan dapat berbeda antar-model.
Bagi perusahaan rintisan dan pengembang perangkat lunak, model seperti DeepSeek menawarkan alternatif yang lebih murah berbanding sejumlah model AI tertutup, seperti Gemini dari Google, Claude dari Anthropic, dan Codex dari OpenAI.
Keunggulan biaya ini membuat DeepSeek menjadi pesaing yang diperhitungkan dalam industri AI.
Biaya Pengembangan DeepSeek Jauh Lebih Rendah
Perbedaan biaya pengembangan menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian industri teknologi.
Pada tahun lalu, DeepSeek menyatakan biaya pelatihan model perdananya sekitar 6 juta dollar AS atau sekitar Rp108 Milyar. Sebagai perbandingan, biaya pengembangan GPT-4 milik OpenAI mencapai sekitar 100 juta dollar AS.
Perbedaan angka tersebut sempat mengguncang pasar saham teknologi karena memunculkan pertanyaan mengenai besarnya investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan model AI canggih.
DeepSeek merilis versi terbaru mereka pekan lalu. Sejumlah pengguna memuji kemampuannya di media sosial dan menyebut model tersebut mampu mengungguli sejumlah perangkat AI canggih dari OpenAI dalam tugas tertentu, termasuk pemrograman komputer.
Meski demikian, penilaian tersebut berasal dari pengalaman pengguna dan belum tentu berlaku untuk seluruh jenis tugas atau tolok ukur kinerja.
Larangan pemerintah AS terhadap DeepSeek menambah dimensi baru dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) antara Washington dan Beijing. Langkah tersebut terutama berkaitan dengan isu keamanan, efisiensi biaya pengembangan, serta risiko ketergantungan lembaga pemerintah pada teknologi asing.
















