BERLIN, 10 September 2026 – Tim basket putri Australia dan China melengkapi daftar delapan tim yang lolos ke perempat final FIBA Women’s Basketball World Cup 2026 setelah memenangi laga kualifikasi menuju babak delapan besar, Rabu (9/9).
Australia harus bekerja keras untuk mengalahkan Italia dengan skor 82-80, setelah sempat unggul jauh 26 poin pada kuarter ketiga. Sementara itu, China mengatasi perlawanan Puerto Rico dengan skor 75-72 berkat penampilan gemilang Han Xu yang mencetak 21 poin dan 11 rebound.
Dengan hasil tersebut, Australia akan menghadapi Spanyol, sedangkan China bertemu Perancis pada perempat final, Kamis (10/9) malam waktu Indonesia barat. FIBA memang menggunakan format baru pada edisi 2026, di mana tim peringkat kedua dan ketiga fase grup harus menjalani laga kualifikasi satu pertandingan sebelum melaju ke perempat final.
Australia Hampir Buang Keunggulan 20 Poin
Australia awalnya terlihat akan melaju dengan mudah ketika menghadapi Italia. Tim berjuluk Opals tersebut sempat unggul hingga 26 poin pada kuarter ketiga dan memasuki kuarter terakhir dengan keunggulan 69-49.
Namun, Italia menolak menyerah. Perlahan tetapi pasti, Italia memangkas jarak hingga pertandingan berubah menjadi sengit pada menit-menit terakhir. Costanza Verona mencetak tembakan tiga angka ketika pertandingan menyisakan 1 menit 9 detik. Tembakan tersebut membuat skor menjadi 77-77.
Australia sempat mengalami kebuntuan dalam serangan sebelum akhirnya Zitina Aokuso memecah kebuntuan lewat layup setelah menerima umpan dari Isobel Borlase. Aokuso mencetak poin penting tersebut ketika pertandingan menyisakan sekitar 24 detik. Skor menjadi 79-77 untuk keunggulan Australia.
Italia masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. Namun, tembakan Cecilia Zandalasini tidak masuk dan Italia gagal menguasai bola setelah rebound saat pertandingan tersisa 12 detik. Skor bertahan 79-77.
Guard Australia, Alex Wilson sempat mendapatkan pelanggaran dan memasukkan dua lemparan bebas ketika waktu tersisa 8,3 detik. Australia pun bertambah unggul 4 poin menjadi 81-77.
Italia belum menyerah. Vittoria Blasigh mencetak tembakan tiga angka yang membuat kedudukan menjadi 81-80 saat waktu pertandingan kurang dari lima detik.
Waktu pertandingan tersisa empat detik, ketika guard Australia, Isobel Borlase mendapatkan tembakan bebas akibat pelanggaran pemain Italia. Namun kemudian, Borlase hanya dapat memasukkan satu dari dua lemparan bebas sehingga Australia unggul 82-80.
Italia mendapatkan kesempatan terakhir untuk menyamakan kedudukan. Francesca Pasa melakukan layup pada saat buzzer berbunyi, tetapi bola bergulir keluar dari ring.
Australia pun selamat dan memastikan tiket ke perempat final.
Isobel Borlase Jadi Penentu Australia
Salah satu pahlawan kemenangan Australia adalah Isobel Borlase. Pemain berusia 21 tahun tersebut mencetak 30 poin, sekaligus membukukan catatan poin tertinggi dalam kariernya bersama tim nasional Australia. Borlase juga menyumbangkan lima assist dan empat rebound.
Menurut FIBA, penampilan tersebut membuat Borlase masuk dalam kelompok eksklusif pemain Australia yang mampu mencetak sedikitnya 30 poin dalam pertandingan Piala Dunia.
Pelatih Australia Sandy Brondello mengakui timnya harus menghadapi banyak kesulitan dalam pertandingan tersebut. “Kami menemukan cara untuk menang,” kata Brondello setelah pertandingan.
Australia Kehilangan Ezi Magbegor
Kemenangan Australia menjadi semakin berharga karena mereka harus bermain dalam kondisi pincang. Kapten sekaligus pemain bintang Australia, Ezi Magbegor, mengalami cedera pada kuarter pertama.
Magbegor sempat terbaring di lapangan selama beberapa menit sebelum akhirnya dibantu menuju ruang ganti. Ia sempat kembali duduk di bangku cadangan pada kuarter kedua, tetapi tidak kembali bermain. Australia juga hanya memainkan Jade Melbourne selama sekitar tiga menit karena kondisi sakit.
Sebelumnya, Australia sudah kehilangan Alanna Smith yang absen karena cedera kaki bagian bawah. Kondisi tersebut membuat kemenangan atas Italia menjadi semakin sulit.
Pelatih Brondello juga belum dapat memastikan apakah Magbegor akan tersedia ketika Australia menghadapi Spanyol di perempat final.
China Susul Australia ke Delapan Besar
Pada pertandingan lainnya, China mengamankan tiket perempat final setelah mengalahkan Puerto Rico 75-72. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal dan kedua tim terus saling mengejar hingga kuarter terakhir.
China kemudian berhasil mengendalikan pertandingan pada menit-menit terakhir. Han Xu tampil sebagai pemain penting China dengan torehan 21 poin dan 11 rebound.
Ketika skor imbang 66-66, Han Xu memasukkan tembakan tiga angka saat pertandingan menyisakan 2 menit 56 detik.
China kemudian semakin menjauh setelah Luo Xinyu mencetak tembakan tiga angka sekitar satu menit kemudian. Tembakan tersebut membuat China unggul enam poin.
Puerto Rico masih berusaha mengejar. Arella Guirantes memperkecil ketertinggalan menjadi 70-72 melalui sebuah tembakan ketika pertandingan menyisakan 25 detik.
Namun, Yang Shuyu kemudian memasukkan dua lemparan bebas delapan detik berselang.
Dua poin tersebut praktis memastikan kemenangan China.
Han Xu Tantang Perancis
China akan menghadapi lawan berat di perempat final, yakni Perancis. Han Xu menyadari pertandingan tersebut tidak akan mudah. Perancis merupakan salah satu kekuatan utama basket putri dunia dan datang ke Piala Dunia 2026 sebagai peraih medali perak Olimpiade Paris 2024.
“Kami tim muda, tetapi mereka berada di peringkat kedua pada Olimpiade,” ujar Han.
Ia mengakui Perancis merupakan tim tangguh yang mampu memenangkan pertandingan dengan margin besar. Namun, Han memastikan China tidak akan gentar.
“Kami hanya bermain 100 persen dan berharap bisa belajar banyak dari pertandingan ini,” ujarnya.
Menariknya, Han Xu juga memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemain Perancis. Dua rekan setimnya di New York Liberty, Marine Johannes dan Pauline Astier, berada di kubu Perancis.
Han bahkan bercanda bahwa persahabatan mereka untuk sementara harus ditangguhkan. “Selama satu hari kami bukan teman. Setelah itu kami berteman lagi,” kata Han.
Zhang Ziyu Kembali Jadi Andalan China
Selain Han Xu, perhatian juga tertuju kepada pemain muda China Zhang Ziyu. Pemain dengan tinggi sekitar 2,2 meter tersebut mencetak 13 poin dan memasukkan lima dari enam percobaan tembakan dari permainan terbuka.
Zhang sebelumnya juga menjadi sorotan ketika China menghadapi Amerika Serikat pada fase grup.
Kehadirannya memberikan China senjata unik di area paint karena tinggi badannya menjadi tantangan besar bagi pemain lawan.
Puerto Rico Harus Pulang
Kekalahan dari China mengakhiri perjalanan Puerto Rico di Piala Dunia Basket Putri 2026. Trinity San Antonio menjadi pemain terbaik Puerto Rico dengan 24 poin, sembilan rebound, dan tujuh assist.
Puerto Rico akhirnya gagal mengulangi pencapaian mereka pada edisi 2022 ketika berhasil melangkah lebih jauh.
Sementara itu, China untuk keempat kalinya secara beruntun berhasil mencapai perempat final Piala Dunia. China bahkan menjadi runner-up pada Piala Dunia 2022 setelah kalah dari Amerika Serikat pada pertandingan final.
Daftar Lengkap Perempat Final Piala Dunia Basket Putri 2026
Dengan Australia dan China melengkapi delapan besar, seluruh pertandingan perempat final Piala Dunia Basket Putri 2026 telah ditentukan.
Berikut jadwalnya:
Amerika Serikat vs Hungaria — Kamis, 10 September 2026, pukul 16.30 WIB
China vs Prancis — Kamis, 10 September 2026, pukul 19.30 WIB
Belgia vs Jerman — Kamis, 10 September 2026, pukul 22.45 WIB
Spanyol vs Australia — Jumat, 11 September 2026, pukul 01.45 WIB














