Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Baru Sepekan Bertugas, Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Diganti

badge-check

Juru bicara Gedung Putih, Katie Zacharia, berbicara dengan wartawan di Ruang Konferensi Pers James Brady di Gedung Putih, Washington. Selasa, 13 Oktober 2026. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson) Perbesar

Juru bicara Gedung Putih, Katie Zacharia, berbicara dengan wartawan di Ruang Konferensi Pers James Brady di Gedung Putih, Washington. Selasa, 13 Oktober 2026. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

WASHINGTON, 18 Oktober 2026 — Baru sepekan bertugas, Katie Zacharia harus meninggalkan jabatan sebagai juru bicara (jubir) Gedung Putih. Masa tugasnya yang singkat di pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diwarnai kritik atas penampilan perdananya di hadapan wartawan hingga pertanyaan mengenai latar belakang profesionalnya.

Bahkan, Trump sendiri sempat menyarankan Zacharia mempertimbangkan kembali pekerjaannya tersebut..

Dalam unggahan di media sosial pada Jumat malam, Zacharia menyebut bekerja untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai sebuah kehormatan. Ia juga menggambarkan Trump sebagai sosok yang baik, ramah, penuh perhatian, antusias, dan pekerja keras.

Trump sebelumnya telah memberi sinyal bahwa masa depan Zacharia di Gedung Putih tidak pasti. Ia mengatakan akan berbicara dengan Zacharia setelah melakukan perjalanan pada akhir pekan dan menyarankan perempuan tersebut mempertimbangkan kembali pekerjaannya.

“Saya mengatakan kepadanya, ‘Menurut saya, Anda akan lebih baik jika bisa bahagia,’” kata Trump kepada wartawan di halaman selatan Gedung Putih, Jumat, saat hendak berangkat menghadiri kampanye di Georgia.

Trump mengatakan dia tidak ingin Zacharia terus menjadi sasaran kritik media. Ia juga menilai Zacharia telah mendapat perlakuan tidak adil oleh pers.

Ketika ditanya mengenai sosok yang akan menggantikan Zacharia, Trump mengatakan banyak orang tertarik menduduki posisi tersebut.

Briefing Perdana Tuai Kritik

Zacharia menjadi sorotan sejak menjalani pengarahan pers pertamanya pada Selasa (13/10). Dalam pengarahan yang berlangsung sekitar 14 menit itu, ia hanya menerima pertanyaan dari tiga wartawan, yang berasal dari media konservatif atau media yang cenderung mendukung Trump.

Penampilannya menuai kritik karena di nilai kurang lancar ketika menyampaikan pernyataan mengenai presiden dan pencapaiannya.

Zacharia mengatakan pengarahan tersebut sengaja di buat singkat agar Trump memiliki cukup waktu untuk menjawab pertanyaan wartawan pada pagi yang sama. Ia juga menyebut belum menerima pengarahan secara lengkap dari staf Gedung Putih sebelumnya.

Hari kerja resmi pertama Zacharia sebenarnya jatuh pada Senin. Setelah pengarahan perdana, ia mendampingi Trump dalam sejumlah kegiatan kampanye pada Rabu dan Kamis di Alaska, Arizona, dan Montana. Namun, ia tidak menggelar pengarahan pers tambahan.

Dalam wawancara dengan Fox News Channel pada Jumat, Zacharia ditanya apakah ia masih mendapat kepercayaan dari Trump.

“Saya berharap bisa membangun kepercayaan dan keyakinan dari semua orang di sekitar saya,” jawabnya. Ia tidak menjelaskan kapan pengarahan pers berikutnya akan digelar.

Latar Belakang sebagai Pengacara

Selain penampilannya di hadapan wartawan, Zacharia menghadapi kritik terkait statusnya sebagai pengacara saat tampil sebagai komentator di sejumlah media televisi konservatif.

Lulusan hukum Pepperdine University itu sebelumnya menyebut dirinya sebagai pengacara ketika memberikan analisis hukum. Zacharia beralasan istilah tersebut tepat digunakan saat dirinya membahas persoalan hukum dan mengatakan pernah bekerja sebagai pengacara di China.

Namun, ia mengakui tidak lulus ujian profesi pengacara di California.

Pembawa acara Fox News, Sean Hannity, yang dekat dengan Trump, turut mempertanyakan persoalan itu. Hannity mempertanyakan mengapa Zacharia tidak menjelaskan secara langsung bahwa dia merupakan lulusan sekolah hukum yang kemudian menempuh jalur karier berbeda.

Zacharia menegaskan bahwa dia tidak bertindak sebagai pengacara dan tidak memberikan nasihat hukum. Dalam wawancara pada Jumat, ia juga mengatakan tidak mendapatkan pertanyaan mengenai kelulusan ujian profesi pengacara sebelum penunjukannya sebagai juru bicara Gedung Putih.

Zacharia dan Trump sama-sama menyatakan bahwa ia direkrut untuk menangani komunikasi dan hubungan dengan pers, bukan sebagai penasihat hukum pemerintahan.

Pengganti Karoline Leavitt

Trump mengumumkan penunjukan Zacharia pada 9 Oktober untuk menggantikan Karoline Leavitt, yang menjadi juru bicara Gedung Putih termuda dalam sejarah Amerika Serikat.

Leavitt telah menjadi bagian dari lingkaran dekat Trump selama bertahun-tahun. Sebaliknya, penunjukan Zacharia mengejutkan sejumlah pihak dan penuh dengan persoalan yang membuat masa tugasnya berlangsung singkat.

Sebelum bergabung dengan Gedung Putih, Zacharia bekerja di bidang komunikasi untuk Trump Media, perusahaan yang mengelola platform media sosial Truth Social milik Trump. Ia juga sempat bekerja di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada masa pemerintahan kedua Trump.

Kepergian Zacharia menambah sorotan terhadap pengelolaan komunikasi Gedung Putih, terutama setelah penunjukannya penuh dengan kritik mengenai pengalaman profesional dan penampilannya dalam pengarahan pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Trump Tunda Sanksi Baru terhadap Rusia, Apa Alasannya?

18 Okt 2026 - 08:34 WIB

Trump Tunda Sanksi Baru terhadap Rusia, Apa Alasannya?

Demo di Perancis Berujung Ricuh, Massa Jarah Toko dan Lakukan Pembakaran

18 Okt 2026 - 08:07 WIB

Demo di Perancis Berujung Ricuh, Massa Jarah Toko dan Lakukan Pembakaran

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa, Belgia Desak Pelaku Diadili

18 Okt 2026 - 07:39 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa, Belgia Desak Pelaku Diadili

7 Negara Bagian AS Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Bahayakan Anak

17 Okt 2026 - 11:28 WIB

7 Negara Bagian AS Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Bahayakan Anak

Ribuan Warga India Demo, Desak Ketua KPU Mundur

17 Okt 2026 - 10:05 WIB

Ribuan Warga India Demo, Desak Ketua KPU Mundur
Trending di Internasional