Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Ed Sheeran Menyesal dan Minta Maaf

badge-check

Beberapa penggemar Ed Sheeran melakukan protes di depan gedung konser Loop Tour di Philadelphia. Sabtu, 19 September 2026. (REUTERS) Perbesar

Beberapa penggemar Ed Sheeran melakukan protes di depan gedung konser Loop Tour di Philadelphia. Sabtu, 19 September 2026. (REUTERS)

PHILADELPHIA, 20 September 2026 — Penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, akhirnya angkat bicara dan minta maaf secara langsung mengenai kontroversi yang membayangi tur musiknya di Amerika Serikat. Dalam konser di Philadelphia, Sabtu (19/9), Sheeran meminta maaf kepada penggemarnya dan menyampaikan pandangannya mengenai konflik Israel-Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapper Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur Sheeran menyusul pernyataan pro-Palestina yang disampaikannya di atas panggung awal September. “Saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis,” kata Sheeran kepada penonton. Namun, menurut dia, persoalan tersebut telah menempatkannya di tengah perdebatan mengenai kebebasan berbicara dan konflik Israel-Palestina yang sangat kompleks.

Sheeran mengatakan serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel merupakan peristiwa yang “mengerikan”. Pada saat yang sama, ia menyebut kondisi di Gaza sebagai sesuatu yang “katastropik, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional”.

Ia mengaku terpukul melihat banyaknya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk anak-anak.

Sheeran: Konser Harus Menjadi Ruang untuk Semua

Sheeran mengatakan selama berkarier dirinya berusaha menghindari peran sebagai komentator politik. Ia ingin konsernya menjadi ruang yang menyatukan penggemar, bukan memperuncing perbedaan.

Namun, menurut Sheeran, situasi yang terjadi di Gaza telah menjadi persoalan kemanusiaan yang membuatnya tidak dapat terus berdiam diri. “Saya mencoba mencari tahu bagaimana saya dapat memberikan kontribusi untuk membantu para korban, sekaligus terus mendengarkan dan belajar karena saya tidak tahu cukup banyak,” ujar Sheeran.

Ia juga menegaskan bahwa konsernya harus tetap menjadi ruang yang terbuka bagi orang-orang dengan pandangan berbeda.

Dalam kesempatan tersebut, Sheeran menyatakan keberatannya terhadap gagasan bahwa tempat pertunjukan atau pengelola venue harus terlebih dahulu menyetujui isi atau penampil yang akan tampil. Pernyataan itu mendapat sambutan dari penonton di Lincoln Financial Field, Philadelphia.

Kontroversi Bermula dari Pernyataan Macklemore

Kontroversi bermula setelah Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina dalam konser di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026. Ia menyerukan “Free Palestine” dan mengkritik kebijakan Israel terkait Gaza dan Tepi Barat.

Macklemore kemudian dikeluarkan dari sisa rangkaian tur Sheeran di Amerika Serikat. Promotor tur, Messina Touring Group, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah sejumlah pemilik venue memberi tahu bahwa konser tidak boleh berlangsung jika Macklemore tetap menjadi bagian dari daftar penampil.

Sheeran sebelumnya juga telah menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya. “Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya,” kata Sheeran dalam pernyataan sebelumnya. Ia mengatakan telah berusaha mencari solusi bersama pihak-pihak yang terlibat, tetapi keputusan venue dan promotor akhirnya tetap berlaku.

Sejumlah Musisi Mundur dari Tur

Keputusan tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah musisi yang terlibat dalam tur Sheeran. Beberapa penampil pendukung, termasuk Lukas Graham dan Aaron Rowe, serta anggota band Sheeran, Beoga, memutuskan tidak melanjutkan keterlibatan mereka dalam tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.

Perdebatan kemudian berkembang menjadi isu mengenai kebebasan berekspresi bagi musisi ketika tampil di panggung, terutama ketika mereka menyampaikan pandangan mengenai konflik Israel-Palestina.

Di sisi lain, sejumlah pihak yang mendukung Israel mengkritik pernyataan Macklemore. Pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, mengatakan rapper tersebut tidak akan tampil di stadion miliknya dan mengaitkan keputusan itu dengan tuduhan ujaran kebencian dan antisemitisme. Macklemore membantah tuduhan tersebut.

Konser Philadelphia Tetap Berlangsung

Di luar Lincoln Financial Field, sejumlah demonstran pro-Palestina berkumpul sebelum konser di mulai. Mereka menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina sekaligus kebebasan berbicara bagi para seniman.

Sejumlah penonton yang mengatakan mereka datang untuk menikmati musik Sheeran, sementara sebagian lainnya menyatakan dukungan terhadap kebebasan Macklemore menyampaikan pandangannya.

Konser di Philadelphia menjadi penampilan pertama Sheeran sejak kontroversi mengenai keluarnya Macklemore dari tur mencuat. Di hadapan penonton, Sheeran kembali menekankan bahwa konsernya harus menjadi tempat yang dapat mempertemukan orang-orang dengan pandangan berbeda.

“Saya sangat bersyukur kalian berada di sini bersama saya malam ini,” ujar Sheeran.

Tur Loop Sheeran selanjutnya masih berlanjut di sejumlah kota di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Namun, kontroversi yang menyelimuti tur tersebut turut berdampak pada penjualan tiket. Harga sejumlah tiket untuk konser di Philadelphia turun hingga 32 dollar AS.  Awalnya, harga tiket konser Loop Tour Ed Sheeran umumnya berkisar antara 89 dollar AS hingga 1.500 dollar AS atau bahkan lebih tergantung pada lokasi tempat duduk dan tempat konser.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Sebut Berhasil Cegat Rudal Balistik

20 Sep 2026 - 10:47 WIB

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Sebut Berhasil Cegat Rudal Balistik

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

17 Sep 2026 - 09:56 WIB

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

15 Sep 2026 - 09:29 WIB

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

14 Sep 2026 - 09:54 WIB

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Gelombang Panas Membuat Anggur Perancis Lebih Memabukkan

12 Sep 2026 - 21:19 WIB

Gelombang Panas Membuat Anggur Perancis Lebih Memabukkan
Trending di Internasional