Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Sebut Berhasil Cegat Rudal Balistik

badge-check

Para pendukung kelompok Houthi Yaman mengangkat senjata dalam sebuah unjuk rasa mendukung kelompok tersebut dan memprotes tuduhan Arab Saudi bahwa Houthi menargetkan situs paling suci umat Islam, Mekkah, di Sanaa, Yaman. Jumat, 18 September 2026. (AP Photo/Osamah Abdulrahman) Perbesar

Para pendukung kelompok Houthi Yaman mengangkat senjata dalam sebuah unjuk rasa mendukung kelompok tersebut dan memprotes tuduhan Arab Saudi bahwa Houthi menargetkan situs paling suci umat Islam, Mekkah, di Sanaa, Yaman. Jumat, 18 September 2026. (AP Photo/Osamah Abdulrahman)

RIYADH, 20 September 2026 — Kelompok Houthi serang Arab Saudi dengan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah sasaran, termasuk Ibukota Riyadh dan beberapa fasilitas energi, Sabtu (19/9). Kelompok itu juga mengaku menargetkan fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di kota pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.

Arab Saudi menyatakan pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh pada Sabtu pagi. Pemerintah Saudi juga menyebut telah berhasil menggagalkan upaya serangan terhadap sejumlah wilayah lain.

Peringatan bahaya serangan udara meraung-raung di Riyadh dan sejumlah wilayah lain sebelum serangan tersebut terjadi. Peringatan itu menjadi yang pertama terdengar di ibu kota Saudi sejak eskalasi konflik dengan Houthi meningkat pada Juli 2026.

Asap Hitam Muncul Dekat Bandara Riyadh

Di tengah peringatan serangan udara tersebut, kepulan asap hitam terlihat membubung dari kawasan penyimpanan bahan bakar di dekat Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Jurnalis AFP di lokasi melihat petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api pada sebuah tangki bahan bakar yang memiliki logo Aramco. Rekaman yang di verifikasi AFP juga memperlihatkan kepulan asap hitam di atas kawasan bandara.

Gangguan juga sempat terjadi pada aktivitas penerbangan di Bandara King Khalid. Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 melaporkan gangguan besar berupa keterlambatan dan pembatalan penerbangan sebelum akhirnya kondisi kembali berangsur normal.

Namun, pemerintah Saudi menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang terjadi akibat serangan rudal yang berhasil dicegat tersebut.

Selain Riyadh, Houthi Juga Serang Fasilitas Aramco

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menggunakan sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, dan drone dalam dua operasi militer.

Menurut Saree, operasi pertama menyasar berbagai “situs sensitif” di Riyadh. Operasi kedua mengarah ke fasilitas Aramco di Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak penting Arab Saudi di pesisir Laut Merah.

Houthi menyebut serangan itu sebagai respons terhadap serangan Saudi ke Sanaa, ibu kota Yaman yang saat ini berada di bawah kendali kelompok tersebut.

Klaim Houthi mengenai sasaran dan tingkat kerusakan akibat serangan belum dapat di verifikasi secara independen. Sementara itu, otoritas Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menggagalkan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu.

Konflik Yaman Kembali Meningkat

Houthi terlibat dalam perang saudara melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan mendapat dukungan Arab Saudi. Konflik tersebut kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Houthi memperluas operasi militernya di sepanjang pesisir Laut Merah, sementara Arab Saudi meningkatkan serangan udara terhadap wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Perkembangan terbaru juga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas energi dan jalur pelayaran di kawasan Laut Merah.

Yanbu memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pusat ekspor minyak Arab Saudi. Gangguan terhadap fasilitas energi dan jalur pengiriman di kawasan tersebut berpotensi berdampak lebih luas terhadap pasokan minyak dan pasar energi global.

AS Keluarkan Peringatan Perjalanan

Pemerintah Amerika Serikat mengimbau warganya yang berada di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan maupun gangguan perjalanan.

Departemen Luar Negeri AS juga memperingatkan bahwa konflik militer antara Houthi dan Arab Saudi berpotensi meningkat dengan cepat. Warga Amerika Serikat di minta mempertimbangkan kembali perjalanan menuju atau melalui kawasan tersebut.

Eskalasi terbaru berlangsung ketika situasi keamanan di Timur Tengah masih sangat sensitif. Serangan terhadap Riyadh, meski sebagian berhasil di cegat, menunjukkan meluasnya kembali ancaman terhadap wilayah Saudi dan infrastruktur strategis di sepanjang Laut Merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gemini Bobol Sistem Tiga Perusahaan Secara Otonom

20 Sep 2026 - 06:28 WIB

Gemini Bobol Sistem Tiga Perusahaan Secara Otonom

Febrie Adriansyah Segera Disidang, Berkas Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

19 Sep 2026 - 05:47 WIB

Febrie Adriansyah Segera Disidang, Berkas Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

Macet Ketapang, Bupati Rio Dorong Rute Jangkar-Buleleng

19 Sep 2026 - 00:18 WIB

Macet Ketapang, Bupati Rio Dorong Rute Jangkar-Buleleng

Ambang Batas Parlemen Lima Persen Mengemuka, Ini Sikap PDIP

17 Sep 2026 - 11:23 WIB

Ambang Batas Parlemen Lima Persen Mengemuka, Ini Sikap PDIP

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

17 Sep 2026 - 09:56 WIB

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga
Trending di Internasional