Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Houthi Klaim Tenggelamkan Kapal Magic Seas di Laut Merah

badge-check


					Perubahan jalur pelayaran di Laut Merah sejak serangan Houthi pada akhir 2023 hingga akhir 2024. (foto: shipsgo) Perbesar

Perubahan jalur pelayaran di Laut Merah sejak serangan Houthi pada akhir 2023 hingga akhir 2024. (foto: shipsgo)

Dubai – Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran klaim telah tenggelamkan sebuah kapal kargo berbendera Liberia, Magic Seas, di Laut Merah dalam serangan pertama mereka di laut lepas tahun ini. Kapal tersebut diserang menggunakan tembakan senjata, roket, drone, serta kapal tanpa awak yang sarat bahan peledak.

Operator kapal asal Yunani, Stem Shipping, belum dapat memverifikasi secara pasti terkait kondisi terkini kapal tersebut.

Kapal Magic Seas tengah mengangkut besi dan pupuk dari China menuju Turki saat diserang pada Minggu (6/7/2025). Serangan tersebut mengakhiri masa tenang selama enam bulan di kawasan Laut Merah, jalur pelayaran vital dunia. Sebelumnya, kawasan itu sempat terganggu akibat lebih dari 100 serangan Houthi yang terjadi dari akhir 2023 hingga akhir 2024.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan dilancarkan setelah awak kapal mengabaikan peringatan dari pasukan laut Houthi. Ia menyebut serangan dilakukan dengan dua kapal tanpa awak (USV), lima misil, dan tiga drone.

Dramatisnya Penyelamatan

Pihak Stem Shipping menyatakan bahwa ke-19 awak kapal telah dievakuasi oleh kapal dagang yang melintas. Mereka diperkirakan akan tiba di Djibouti pada Senin malam waktu setempat. Sementara itu, Pemerintah Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa total 22 orang berhasil diselamatkan oleh kapal milik AD Ports Group, Safeen Prism, setelah menerima sinyal darurat dari Magic Seas.

Menurut firma keamanan maritim Inggris, Ambrey, serangan dimulai saat delapan kapal kecil mendekati Magic Seas dan melepaskan tembakan serta granat berpenggerak otomatis. Awak keamanan bersenjata kapal sempat membalas. Namun, kemudian kapal dihantam oleh empat kapal tanpa awak serta sejumlah misil, menyebabkan kebakaran dan kerusakan parah pada kargo kapal.

Situasi Memanas di Kawasan

Terpisah, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menggempur tiga pelabuhan yang dikuasai Houthi pada Senin. Belum ada indikasi bahwa serangan Israel berkaitan langsung dengan insiden Magic Seas.

Sejak memulai kampanye serangan laut, Houthi telah menenggelamkan dua kapal, menyita satu kapal, dan menyebabkan kematian sedikitnya empat awak kapal. Situasi ini memaksa banyak perusahaan pelayaran global untuk mengalihkan rute kapal mereka menghindari Laut Merah, meningkatkan waktu dan biaya logistik secara signifikan.

Amerika Serikat dan sekutunya sempat menanggapi dengan serangan udara sepanjang tahun lalu. Tetapi pada Juni lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap Houthi. Keputusan itu diambil setelah kelompok tersebut menyatakan akan menghentikan gangguan terhadap jalur pelayaran internasional.

Namun, serangan terhadap Magic Seas menandai eskalasi baru dalam ketegangan kawasan. Ketegangan ini meningkat terutama setelah konflik singkat antara Israel dan Iran bulan lalu, yang turut melibatkan serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional