Dubai – Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran klaim telah tenggelamkan sebuah kapal kargo berbendera Liberia, Magic Seas, di Laut Merah dalam serangan pertama mereka di laut lepas tahun ini. Kapal tersebut diserang menggunakan tembakan senjata, roket, drone, serta kapal tanpa awak yang sarat bahan peledak.
Operator kapal asal Yunani, Stem Shipping, belum dapat memverifikasi secara pasti terkait kondisi terkini kapal tersebut.
Kapal Magic Seas tengah mengangkut besi dan pupuk dari China menuju Turki saat diserang pada Minggu (6/7/2025). Serangan tersebut mengakhiri masa tenang selama enam bulan di kawasan Laut Merah, jalur pelayaran vital dunia. Sebelumnya, kawasan itu sempat terganggu akibat lebih dari 100 serangan Houthi yang terjadi dari akhir 2023 hingga akhir 2024.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan dilancarkan setelah awak kapal mengabaikan peringatan dari pasukan laut Houthi. Ia menyebut serangan dilakukan dengan dua kapal tanpa awak (USV), lima misil, dan tiga drone.
Dramatisnya Penyelamatan
Pihak Stem Shipping menyatakan bahwa ke-19 awak kapal telah dievakuasi oleh kapal dagang yang melintas. Mereka diperkirakan akan tiba di Djibouti pada Senin malam waktu setempat. Sementara itu, Pemerintah Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa total 22 orang berhasil diselamatkan oleh kapal milik AD Ports Group, Safeen Prism, setelah menerima sinyal darurat dari Magic Seas.
Menurut firma keamanan maritim Inggris, Ambrey, serangan dimulai saat delapan kapal kecil mendekati Magic Seas dan melepaskan tembakan serta granat berpenggerak otomatis. Awak keamanan bersenjata kapal sempat membalas. Namun, kemudian kapal dihantam oleh empat kapal tanpa awak serta sejumlah misil, menyebabkan kebakaran dan kerusakan parah pada kargo kapal.
Situasi Memanas di Kawasan
Terpisah, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menggempur tiga pelabuhan yang dikuasai Houthi pada Senin. Belum ada indikasi bahwa serangan Israel berkaitan langsung dengan insiden Magic Seas.
Sejak memulai kampanye serangan laut, Houthi telah menenggelamkan dua kapal, menyita satu kapal, dan menyebabkan kematian sedikitnya empat awak kapal. Situasi ini memaksa banyak perusahaan pelayaran global untuk mengalihkan rute kapal mereka menghindari Laut Merah, meningkatkan waktu dan biaya logistik secara signifikan.
Amerika Serikat dan sekutunya sempat menanggapi dengan serangan udara sepanjang tahun lalu. Tetapi pada Juni lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap Houthi. Keputusan itu diambil setelah kelompok tersebut menyatakan akan menghentikan gangguan terhadap jalur pelayaran internasional.
Namun, serangan terhadap Magic Seas menandai eskalasi baru dalam ketegangan kawasan. Ketegangan ini meningkat terutama setelah konflik singkat antara Israel dan Iran bulan lalu, yang turut melibatkan serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran.












