Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

badge-check


					Siswa di Korea Selatan tampak menggunakan ponsel saat sedang berada di kelas. Perbesar

Siswa di Korea Selatan tampak menggunakan ponsel saat sedang berada di kelas.

SEOUL, 28 Agustus 2025 – Korea Selatan resmi akan larang penggunaan telepon genggam (ponsel) dan perangkat digital lain di ruang kelas sekolah secara nasional. Aturan ini disahkan parlemen pada Rabu (27/8) di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak negatif media sosial terhadap anak muda.

Alhasil, larangan tersebut akan mulai berlaku Maret tahun depan. Dengan demikian, Korea Selatan menjadi negara terbaru yang membatasi penggunaan ponsel pintar dan media sosial di kalangan pelajar. Sebelumnya, Australia telah memperluas aturan pelarangan media sosial bagi remaja, sementara penelitian di Belanda menunjukkan larangan ponsel di sekolah mampu meningkatkan konsentrasi siswa.

Menurut survei Pew Research Center yang berbasis di Amerika Serikat, Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat konektivitas digital tertinggi di dunia. Sebanyak 99 persen warga Korea Selatan tercatat online, sementara 98 persen memiliki ponsel pintar. Angka itu merupakan yang tertinggi di antara 27 negara yang diteliti pada 2022–2023.

Tangkapan layar website pewresearch.org yang menunjukkan data pengguna internet di Korea Selatan

Kekhawatiran Kecanduan Media Sosial

Undang-undang baru ini mendapat dukungan bipartisan dalam pemungutan suara di parlemen. “Kecanduan media sosial di kalangan pemuda kita sudah pada tingkat serius,” kata anggota oposisi Partai People Power, Cho Jung-hun, yang menjadi sponsor rancangan undang-undang tersebut.

“Anak-anak kita, matanya selalu merah setiap pagi. Mereka masih berada di Instagram sampai pukul dua atau tiga dini hari,” ujar Cho dalam sidang parlemen.

Survei Kementerian Pendidikan Korea Selatan tahun lalu menunjukkan, 37 persen siswa SMP dan SMA mengaku media sosial memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Sementara 22 persen merasa cemas bila tidak bisa mengakses akun media sosialnya.

Sejumlah sekolah di Korea Selatan sebelumnya telah memiliki aturan internal untuk membatasi penggunaan ponsel. Melalui undang-undang ini, pembatasan tersebut kini diformalkan secara nasional. Kendati demikian, perangkat digital tetap diizinkan digunakan untuk keperluan pendidikan atau oleh siswa dengan kebutuhan khusus.

Namun, kebijakan ini menuai kritik dari beberapa kelompok advokasi anak muda. Mereka menilai larangan tersebut berpotensi melanggar hak asasi anak dalam mengakses teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.

Putin Ajukan Syarat Damai, Minta Ukraina Lepas Donbas

22 Agustus 2025 - 08:53 WIB

Putin ajukan syarat damai: Ukraina harus lepas Donbas, batalkan ambisi NATO, dan netral. Zelensky tegaskan Donbas kunci pertahanan.
Trending di Internasional