Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

KPK Periksa Mantan Stafsus Nadiem, Kali Ini Terkait Google Cloud

badge-check

KPK Periksa Mantan Stafsus Nadiem, Kali Ini Terkait Google Cloud Perbesar

Jakarta – Mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Fiona Handayani, memilih bungkam usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (30/7/2025). Fiona diperiksa dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan layanan Google Cloud di Kemendikbudristek.

Fiona keluar dari ruang penyelidikan yang berada di lantai 2 Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 17.40 WIB. Mengenakan kemeja batik dan celana kain hitam, Fiona tampak membawa tas ransel coklat di punggungnya.

Ketika dicegat awak media, Fiona hanya melemparkan senyum tanpa memberikan keterangan sedikit pun terkait aktivitasnya hari itu di lembaga antirasuah. Ia juga enggan menjawab pertanyaan soal keterlibatannya dalam pengadaan Google Cloud.

Dengan dikawal dua petugas KPK, Fiona berjalan cepat meninggalkan gedung KPK dan langsung menaiki taksi yang sudah menunggu di depan pintu keluar.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa lembaganya belum dapat membeberkan detail pemeriksaan karena kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan awal.

“Karena masih tahap penyelidikan, tentu belum bisa kami sampaikan secara perinci,” kata Budi kepada wartawan.

Pengadaan Google Cloud Saat Pandemi

KPK saat ini tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan layanan Google Cloud oleh Kemendikbudristek. Proyek ini berlangsung pada masa pandemi Covid-19, ketika pembelajaran secara daring diterapkan secara masif di seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa layanan Google Cloud digunakan untuk menyimpan berbagai data sekolah, mulai dari tugas siswa hingga hasil ujian, selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

“Waktu itu kita ingat zaman Covid-19, ya pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran daring. Tugas-tugas anak-anak kita yang sedang belajar dan lain-lain, kemudian hasil ujian, itu datanya disimpan dalam bentuk cloud. Google Cloud-nya,” ujar Asep di Gedung Merah Putih, Kamis (24/7/2025).

Asep menambahkan, karena kapasitas penyimpanan data yang sangat besar, pemerintah harus membayar layanan Google Cloud tersebut. KPK pun tengah mendalami proses pembayaran tersebut.

“Di Google Cloud itu kita kan bayar, nah ini yang sedang kita dalami,” ungkap Asep.

Ia juga menegaskan bahwa kasus ini berbeda dari perkara pengadaan Chromebook yang saat ini juga tengah diselidiki KPK.

“Berbeda. Kenapa? Kalau Chromebook adalah pengadaan perangkat kerasnya, hardware-nya. Kalau Google Cloud itu adalah salah satu software-nya,” jelasnya.

Hingga kini, KPK belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Google Cloud ini. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KPK Tidak Terapkan Pasal Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi BNPB, Ada Apa?

23 Okt 2026 - 09:13 WIB

KPK Tidak Terapkan Pasal Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi BNPB, Ada Apa?

Airbnb Ubah Aturan Check-Out, Tamu Tak Harus Rapikan Kamar

23 Okt 2026 - 08:01 WIB

Airbnb Ubah Aturan Check-Out, Tamu Tak Harus Rapikan Kamar

KPK, ICW, dan PDIP Tolak Usulan Luhut Ubah Definisi Korupsi

22 Okt 2026 - 11:06 WIB

KPK, ICW, dan PDIP Tolak Usulan Luhut Ubah Definisi Korupsi

Viral Komplotan Copet Incar HP Penumpang di Kampung Melayu, Pramono Bereaksi

22 Okt 2026 - 09:11 WIB

Viral Komplotan Copet Incar HP Penumpang di Kampung Melayu, Pramono Bereaksi

KPK Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet di BNPB

22 Okt 2026 - 08:28 WIB

KPK Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet di BNPB
Trending di Nasional