JAKARTA, 22 Oktober 2026 — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons informasi mengenai dugaan komplotan copet yang beraksi di Halte TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia mengatakan akan segera menurunkan tim untuk menindaklanjuti informasi yang beredar tersebut.
“Saya segera turunkan tim untuk itu,” kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10).
Pramono menyampaikan pernyataan itu saat ditanya mengenai informasi yang ramai beredar di media sosial tentang dugaan sindikat pencopet di halte TransJakarta. Berdasarkan informasi yang disampaikan wartawan, para pelaku diduga menyamar sebagai penumpang untuk mencuri barang milik pengguna transportasi umum.
Dugaan Pencopetan Viral di Media Sosial
Informasi mengenai dugaan aksi pencopetan tersebut viral di media sosial pada Selasa (20/10). Dalam unggahannya, seorang pengguna media sosial mengingatkan penumpang TransJakarta yang melintasi Halte Kampung Melayu agar lebih waspada terhadap pencurian telepon seluler atau HP.
Pengunggah secara khusus mengingatkan penumpang untuk berhati-hati jika melihat pria yang membawa tas ransel dan meletakkannya di bagian depan tubuh.
Selain itu, penumpang diimbau tidak menyimpan telepon seluler di saku celana ketika menggunakan transportasi umum. Pengunggah menyarankan agar ponsel dipegang atau disimpan di dalam tas yang tetap berada dalam pengawasan pemiliknya.
Informasi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai dugaan keberadaan kelompok yang memanfaatkan keramaian halte untuk mencuri barang milik penumpang.
Pemkot Belum Rinci Langkah Penanganan
Menanggapi informasi tersebut, Pramono menyatakan akan segera menurunkan tim. Namun, ia belum merinci instansi yang akan dilibatkan, bentuk pengawasan yang akan dilakukan, maupun langkah penindakan terhadap dugaan komplotan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan pencopetan di Halte TransJakarta Kampung Melayu masih merujuk pada unggahan media sosial. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas terduga pelaku, jumlah korban, maupun laporan polisi terkait kejadian tersebut.
Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
















