Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Google Cloud di Era Nadiem Makarim

badge-check

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Google Cloud di Era Nadiem Makarim Perbesar

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap tengah melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait penggunaan layanan Google Cloud di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kasus tersebut diduga berlangsung pada masa kepemimpinan Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri.

“Ini masih lidik (tahap penyelidikan),” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Asep menjelaskan bahwa penyelidikan ini tidak terpisah dari perkara pengadaan laptop Chromebook yang saat ini dalam tahap penyidikan oleh Kejaksaan Agung. Ia menyebut Google Cloud merupakan bagian dari ekosistem dalam pengadaan perangkat digital tersebut.

“Chromebook-nya tidak bisa terpisahkan. Ada Google Cloud dan lain-lain bagian dari itu. Ini masih lidik,” kata Asep.

Meski demikian, Asep belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai perkembangan penyelidikan, termasuk siapa saja pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

Kejagung Periksa Nadiem, Tetapkan Empat Tersangka Terkait Kasus Chromebook

Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menangani perkara korupsi terkait program digitalisasi pendidikan pada periode 2019 hingga 2022. Fokus penyidikan Kejagung adalah pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.

Dalam proses penyidikan tersebut, Kejagung telah dua kali memeriksa Nadiem Makarim sebagai saksi. Selain itu, Kejagung juga telah menetapkan empat tersangka, yakni Jurist Tan yang merupakan mantan Staf Khusus Mendikbudristek, Ibrahim Arief selaku mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek, serta dua pejabat direktorat, yaitu Sri Wahyuningsih (eks Direktur Sekolah Dasar) dan Mulyatsyah (eks Direktur Sekolah Menengah Pertama) untuk periode tahun 2020–2021.

Perkara ini menjadi sorotan publik karena terkait dengan upaya pemerintah dalam menggalakkan digitalisasi pendidikan nasional selama pandemi Covid-19. Pemerintah sebelumnya menggadang-gadang program tersebut sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

RANS Carnival di Sleman Sepi, Belasan Musisi dan 95 Persen UMKM Mundur

2 Nov 2026 - 10:08 WIB

RANS Carnival di Sleman Sepi, Belasan Musisi dan 95 Persen UMKM Mundur

Kecelakaan Maut Diduga Libatkan Konvoi Suporter Wabup Cup di Banyuwangi

2 Nov 2026 - 09:21 WIB

Kecelakaan Maut Diduga Libatkan Konvoi Suporter Wabup Cup di Banyuwangi

PKB dan Golkar Buka Suara soal Pemakzulan Gibran, PKS Siapkan Hak Angket

2 Nov 2026 - 07:11 WIB

PKB dan Golkar Buka Suara soal Pemakzulan Gibran, PKS Siapkan Hak Angket

PDIP Sebut Pencalonan Gibran di Pilkada Solo Akibat Tekanan Jokowi

1 Nov 2026 - 06:08 WIB

PDIP Sebut Pencalonan Gibran di Pilkada Solo Akibat Tekanan Jokowi

MA Kabulkan Kasasi, Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

31 Okt 2026 - 07:59 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah
Trending di Nasional