Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Seragam Dibeda-bedakan, Non-ASN Banyuwangi Teriakkan Diskriminasi dan Bulian

badge-check

Oplus_16777216 Perbesar

Oplus_16777216

Banyuwangi – Kebijakan perubahan seragam pegawai di lingkungan Pemkab Banyuwangi menuai kontroversi. Pasalnya, ada pembedaan seragam antara pegawai yang notabene Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan pegawai yang berstatus non-ASN.

Kebijakan ini tertuang dalam surat keputusan yang diteken Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi nomor: 188/23/KEP/429.011/2025 terkait perubahan seragam dinas bagi pegawai yang akan diberlakukan mulai Selasa 15 Juli 2025.

Dalam aturan baru tersebut, ASN dan PPPK mengenakan seragam khaki, sementara pegawai non-ASN diinstruksikan mengenakan seragam putih polos. Perbedaan yang mencolok ini memicu reaksi negatif dari kalangan non-ASN.

Di beberapa instansi, khususnya sekolah dan kantor pemerintahan, suasana kerja disebut menjadi kurang nyaman. Pegawai non-ASN merasa dibedakan secara visual yang berdampak pada psikologis mereka.

“Tugas kami sama, beban mengajar kami juga sama, tapi kenapa harus dibedakan?” ungkap salah satu tenaga pendidik non-ASN yang meminta namanya tidak disebutkan.

Bahkan, beberapa mengaku menerima perlakuan tidak menyenangkan. “Ini sudah seperti pembulian yang sangat kasar,” ujar seorang pegawai.

Mereka menilai kebijakan ini bukan hanya menciptakan jarak sosial, tetapi juga merendahkan martabat profesi mereka. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan motivasi kerja.

Berbeda dengan ASN dan PPPK yang menyambut positif kebijakan itu. “Seragam baru memberi suasana segar dan gaya profesional yang lebih baik,” kata seorang ASN.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah untuk menanggapi polemik yang berkembang di kalangan pegawai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bank Mandiri Tegaskan Kredit Jhonlin Baratama Bukan untuk Trading Saham

19 Okt 2026 - 11:50 WIB

Bank Mandiri Tegaskan Kredit Jhonlin Baratama Bukan untuk Trading Saham

Seorang Pastor Tewas Tertimpa Salib saat Misa Berlangsung

19 Okt 2026 - 10:25 WIB

Seorang Pastor Tewas Tertimpa Salib saat Misa Berlangsung

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Pengacara Duga Ada Pelaku Lain

19 Okt 2026 - 07:22 WIB

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Pengacara Duga Ada Pelaku Lain

Anies Baswedan Terima Penghargaan Freedom of the City of London

18 Okt 2026 - 07:09 WIB

Anies Baswedan Terima Penghargaan Freedom of the City of London

Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Disorot, Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta

18 Okt 2026 - 06:32 WIB

Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Disorot, Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta
Trending di News