Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Trump Ancam Iran: Serangan Bom atau Sanksi Berat Jika Tak Sepakat!

badge-check

Trump Ancam Iran: Serangan Bom atau Sanksi Berat Jika Tak Sepakat! Perbesar

Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan ancamannya terhadap Iran terkait program nuklir negara tersebut. Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu waktu setempat, Trump memperingatkan bahwa Washington siap melakukan serangan bom atau menerapkan sanksi sekunder jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dengan AS.

Trump mengungkapkan bahwa ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara pejabat AS dan Iran, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perkembangan diskusi tersebut.

“Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, maka akan ada aksi militer,” ujar Trump. “Namun, jika tidak ada kesepakatan, saya juga dapat kembali memberlakukan sanksi sekunder seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya.”

Pada periode pertama pemerintahannya (2017–2021), Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 yang sebelumnya disepakati antara Iran dan kekuatan dunia lainnya. Kesepakatan tersebut menetapkan pembatasan ketat terhadap aktivitas nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap negara tersebut.

Setelah AS keluar dari perjanjian tersebut, pemerintahan Trump kembali menerapkan sanksi ekonomi yang luas terhadap Iran. Sejak saat itu, Iran terus meningkatkan pengayaan uraniumnya, melampaui batasan yang ditetapkan dalam kesepakatan.

Hingga kini, Iran tetap menolak ultimatum yang diberikan Trump. Teheran juga telah menyampaikan tanggapan melalui Oman atas surat yang dikirimkan Trump, yang meminta Iran untuk menyepakati perjanjian nuklir baru, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang dikutip oleh kantor berita IRNA pada Kamis.

Negara-negara Barat menuduh Iran memiliki ambisi tersembunyi untuk mengembangkan senjata nuklir dengan meningkatkan kadar kemurnian uranium yang diperkaya. Namun, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan murni untuk kepentingan energi sipil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

17 Sep 2026 - 09:56 WIB

Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Bawa Keluarga

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

15 Sep 2026 - 09:29 WIB

Mahkamah Agung AS Pertahankan Pemungutan Suara Lewat Pos

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

14 Sep 2026 - 09:54 WIB

Trump Desak Zelenskyy Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Gelombang Panas Membuat Anggur Perancis Lebih Memabukkan

12 Sep 2026 - 21:19 WIB

Gelombang Panas Membuat Anggur Perancis Lebih Memabukkan

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Utama Usai Diserang Drone

12 Sep 2026 - 20:39 WIB

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Utama Usai Diserang Drone
Trending di Internasional