Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Pendaki Inggris Ukir Sejarah, 19 Kali Taklukkan Everest

badge-check


					Pendaki Inggris Ukir Sejarah, 19 Kali Taklukkan Everest Perbesar

Kathmandu – Pendaki gunung asal Inggris, Kenton Cool, kembali mengukir sejarah dengan menaklukkan puncak Gunung Everest untuk ke-19 kalinya, Minggu (18/5/2025). Prestasi ini memecahkan rekornya sendiri sebagai pendaki non-Sherpa dengan pendakian terbanyak ke atap dunia.

Cool, 51 tahun, mencapai puncak setinggi 8.849 meter di atas permukaan laut sekitar pukul 11.00 waktu setempat (04.15 GMT). Dia didampingi Sherpa asal Nepal, Dorji Gyaljen. Bagi Gyaljen, ini merupakan pendakian ke-23 kalinya ke Everest.

“Perjalanan luar biasa ke puncak tertinggi dunia lagi. Sebuah kehormatan bisa berada di sini bersama Dorji,” tulis Cool dalam unggahan Instagram terakhirnya sebelum pendakian.

Sejak pertama kali menaklukkan Everest pada 2004, Kenton Cool nyaris tak pernah absen mendaki gunung tertinggi di dunia itu hampir setiap tahun. Meski prestasinya kerap disorot media Barat, Cool sendiri dikenal rendah hati. Dalam sebuah wawancara tahun 2022, ia mengaku terkejut dengan perhatian terhadap rekornya.

“Saya sungguh heran banyak yang tertarik, padahal banyak Sherpa Nepal yang sudah mendaki lebih banyak dari saya,” ujar Cool saat itu kepada AFP.

Sementara itu, rekor dunia pendakian Everest terbanyak masih dipegang oleh Sherpa legendaris, Kami Rita, dengan 30 kali pendakian. Saat ini, ia juga tengah berada di Everest dalam upaya menambah rekornya.

Sosok Inggris Inspiratif pada Komunitas Pendaki Everest

Keberhasilan Kenton Cool kali ini tercapai di tengah kabar duka dari Everest. Setidaknya dua pendaki dilaporkan meninggal dunia dalam pekan yang sama. Subrata Ghosh dari India dan Philipp “PJ” Santiago II dari Filipina.

Meskipun demikian, komunitas pendaki menyambut hangat capaian Cool. Pendaki Amerika, Adrian Ballinger, menyebut Cool sebagai sosok inspiratif di dunia pendakian tinggi.

“Pengalamannya selama dua dekade di Everest, ditambah karisma dan kekuatannya, menjadikannya bagian penting dari komunitas Everest,” ujar Ballinger yang saat ini memimpin tim pendaki di gunung tersebut.

Pujian juga datang dari Mostafa Salameh, pendaki asal Yordania yang termasuk dalam 20 orang di dunia yang berhasil mendaki tujuh puncak tertinggi benua dan menjelajahi Kutub Utara serta Selatan.

“Amazing, Kenton,” tulis Salameh singkat namun penuh makna.

Selain sebagai pendaki, Cool juga dikenal sebagai pemandu gunung profesional. Ia pernah mendampingi tokoh-tokoh ternama seperti penjelajah asal Inggris, Sir Ranulph Fiennes, dalam ekspedisi-ekspedisi ekstrem.

Dengan pencapaian ke-19 ini, Kenton Cool semakin menegaskan reputasinya sebagai salah satu pendaki gunung paling berpengaruh di luar komunitas Sherpa di Himalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional