Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

badge-check


					Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah Perbesar

JAKARTA, 15 April 2026 — Produsen mobil listrik Tesla tengah mengembangkan model Sport Utility Vehicle (SUV) listrik baru yang lebih kecil dan lebih murah. Informasi ini berasal dari empat orang sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters.

Menurut sumber tersebut, Tesla dalam beberapa pekan terakhir telah menghubungi sejumlah pemasok untuk membahas detail produksi dan spesifikasi kendaraan. SUV kompak ini akan menjadi model yang benar-benar baru. Bukan varian dari model yang sudah ada seperti Tesla Model 3 atau Tesla Model Y.

Dari sisi dimensi, kendaraan baru itu memiliki panjang sekitar 4,28 meter. Dimensi itu lebih pendek daripada Model Y yang mencapai sekitar 4,78 meter. Sumber tersebut menyebutkan bahwa produksi awal akan berlaangsung di pabrik Tesla di Shanghai, China. Kemudian akan melakukan ekspansi ke Amerika Serikat dan Eropa.

Strategi Baru Tesla di Tengah Fokus Robotaxi

Pengembangan SUV baru ini memunculkan pertanyaan apakah Tesla akan kembali fokus ke pasar kendaraan listrik yang dikemudikan manusia, atau tetap dengan visi kendaraan otonom sepenuhnya. Pertanyaan ini muncul karena sebelumnya, pada 2024, CEO Tesla, Elon Musk, memutuskan untuk membatalkan proyek mobil listrik murah. Saat itu, perusahaan mengalihkan fokus ke pengembangan robotaxi dan robot humanoid.

Salah satu sumber menyebutkan, model ini berpotensi mengakomodasi keduanya.

Seorang karyawan Tesla yang mengetahui filosofi produk perusahaan mengatakan, Tesla kini berupaya merancang kendaraan yang dapat beroperasi tanpa pengemudi, tetapi tetap menyediakan opsi kendali manual. Hal ini cukup penting karena penggunaan kendaraan otonom di berbagai negara masih menghadapi kendala regulasi.

Penggunaan Baterai Lebih Kecil

Dari sisi harga, SUV kompak ini kemungkinan akan di jual jauh lebih murah daripada Model 3. Dimana saat ini, Model 3 di banderol mulai sekitar 37.000 dolar AS di Amerika Serikat. Untuk menekan biaya, Tesla akan menggunakan baterai berkapasitas lebih kecil serta hanya satu motor listrik, berbeda dengan konfigurasi dua motor pada beberapa model saat ini.

Selain itu, bobot kendaraan juga akan menjadi lebih ringan, sekitar 1,5 ton—lebih rendah daripada Model Y yang mendekati 2 ton. Meski demikian, penggunaan baterai lebih kecil kemungkinan akan berdampak pada jarak tempuh yang lebih pendek.

Belum Ada Kepastian Produksi Massal

Meski pembahasan rencana ini sudah mulai berlangsung dengan pemasok, proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Belum ada kepastian apakah Tesla telah memberikan lampu hijau untuk produksi massal, dan produksi kendaraan ini kemungkinan tidak akan berjalan dalam waktu dekat.

Tesla sendiri memiliki rekam jejak dalam mengembangkan produk yang kemudian mengalami penundaan atau bahkan dibatalkan. Misalnya, konsep mobil sport Roadster dan truk listrik Semi yang diperkenalkan pada 2017 hingga kini belum diproduksi secara massal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tesla juga menghadapi tantangan penurunan penjualan kendaraan listrik konvensional, sementara perusahaan terus mengejar visi masa depan berbasis kendaraan tanpa pengemudi. Saat ini, layanan robotaxi Tesla masih terbatas dan baru di uji dalam skala kecil di Austin, Texas.

Hingga laporan ini di tulis, Tesla belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pengembangan SUV listrik terbaru tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.

Gencatan Dagang China – AS Dorong Optimisme Investor Asing

31 Oktober 2025 - 09:41 WIB

Gencatan dagang China - AS menghapus kekhawatiran investor global dan memicu optimisme baru di pasar saham China.
Trending di Internasional