Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

badge-check

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah Perbesar

JAKARTA, 15 April 2026 — Produsen mobil listrik Tesla tengah mengembangkan model Sport Utility Vehicle (SUV) listrik baru yang lebih kecil dan lebih murah. Informasi ini berasal dari empat orang sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters.

Menurut sumber tersebut, Tesla dalam beberapa pekan terakhir telah menghubungi sejumlah pemasok untuk membahas detail produksi dan spesifikasi kendaraan. SUV kompak ini akan menjadi model yang benar-benar baru. Bukan varian dari model yang sudah ada seperti Tesla Model 3 atau Tesla Model Y.

Dari sisi dimensi, kendaraan baru itu memiliki panjang sekitar 4,28 meter. Dimensi itu lebih pendek daripada Model Y yang mencapai sekitar 4,78 meter. Sumber tersebut menyebutkan bahwa produksi awal akan berlaangsung di pabrik Tesla di Shanghai, China. Kemudian akan melakukan ekspansi ke Amerika Serikat dan Eropa.

Strategi Baru Tesla di Tengah Fokus Robotaxi

Pengembangan SUV baru ini memunculkan pertanyaan apakah Tesla akan kembali fokus ke pasar kendaraan listrik yang dikemudikan manusia, atau tetap dengan visi kendaraan otonom sepenuhnya. Pertanyaan ini muncul karena sebelumnya, pada 2024, CEO Tesla, Elon Musk, memutuskan untuk membatalkan proyek mobil listrik murah. Saat itu, perusahaan mengalihkan fokus ke pengembangan robotaxi dan robot humanoid.

Salah satu sumber menyebutkan, model ini berpotensi mengakomodasi keduanya.

Seorang karyawan Tesla yang mengetahui filosofi produk perusahaan mengatakan, Tesla kini berupaya merancang kendaraan yang dapat beroperasi tanpa pengemudi, tetapi tetap menyediakan opsi kendali manual. Hal ini cukup penting karena penggunaan kendaraan otonom di berbagai negara masih menghadapi kendala regulasi.

Penggunaan Baterai Lebih Kecil

Dari sisi harga, SUV kompak ini kemungkinan akan di jual jauh lebih murah daripada Model 3. Dimana saat ini, Model 3 di banderol mulai sekitar 37.000 dolar AS di Amerika Serikat. Untuk menekan biaya, Tesla akan menggunakan baterai berkapasitas lebih kecil serta hanya satu motor listrik, berbeda dengan konfigurasi dua motor pada beberapa model saat ini.

Selain itu, bobot kendaraan juga akan menjadi lebih ringan, sekitar 1,5 ton—lebih rendah daripada Model Y yang mendekati 2 ton. Meski demikian, penggunaan baterai lebih kecil kemungkinan akan berdampak pada jarak tempuh yang lebih pendek.

Belum Ada Kepastian Produksi Massal

Meski pembahasan rencana ini sudah mulai berlangsung dengan pemasok, proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Belum ada kepastian apakah Tesla telah memberikan lampu hijau untuk produksi massal, dan produksi kendaraan ini kemungkinan tidak akan berjalan dalam waktu dekat.

Tesla sendiri memiliki rekam jejak dalam mengembangkan produk yang kemudian mengalami penundaan atau bahkan dibatalkan. Misalnya, konsep mobil sport Roadster dan truk listrik Semi yang diperkenalkan pada 2017 hingga kini belum diproduksi secara massal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tesla juga menghadapi tantangan penurunan penjualan kendaraan listrik konvensional, sementara perusahaan terus mengejar visi masa depan berbasis kendaraan tanpa pengemudi. Saat ini, layanan robotaxi Tesla masih terbatas dan baru di uji dalam skala kecil di Austin, Texas.

Hingga laporan ini di tulis, Tesla belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pengembangan SUV listrik terbaru tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Baru Sepekan Bertugas, Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Diganti

18 Okt 2026 - 09:06 WIB

Baru Sepekan Bertugas, Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Diganti

Trump Tunda Sanksi Baru terhadap Rusia, Apa Alasannya?

18 Okt 2026 - 08:34 WIB

Trump Tunda Sanksi Baru terhadap Rusia, Apa Alasannya?

Demo di Perancis Berujung Ricuh, Massa Jarah Toko dan Lakukan Pembakaran

18 Okt 2026 - 08:07 WIB

Demo di Perancis Berujung Ricuh, Massa Jarah Toko dan Lakukan Pembakaran

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa, Belgia Desak Pelaku Diadili

18 Okt 2026 - 07:39 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa, Belgia Desak Pelaku Diadili

7 Negara Bagian AS Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Bahayakan Anak

17 Okt 2026 - 11:28 WIB

7 Negara Bagian AS Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Bahayakan Anak
Trending di Internasional