Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

badge-check


					Peringatan waspada tsunami tayang di beberapa media di Jepang setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut negara itu. (foto: Pillip Fong/AFP) Perbesar

Peringatan waspada tsunami tayang di beberapa media di Jepang setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut negara itu. (foto: Pillip Fong/AFP)

TOKYO, 21 April 2025 – Pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan berkekuatan besar dalam sepekan ke depan. Kekhawatiran muncul setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut negara itu dan memicu peringatan tsunami, Senin (waktu setempat).

Gempa yang berpusat di perairan dekat Prefektur Iwate tersebut memicu peringatan tsunami serta perintah evakuasi bagi ratusan ribu warga di wilayah pesisir. Otoritas memperingatkan potensi gelombang tsunami hingga 3 meter, meskipun gelombang tertinggi yang tercatat hanya sekitar 80 sentimeter.

Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) menyatakan bahwa risiko gempa yang “menyebabkan guncangan lebih kuat” masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Bahkan, otoritas Jepang menyebut gempa dengan magnitudo 8,0 atau lebih berpeluang terjadi “relatif lebih tinggi daripada saat kondisi normal”.

Ribuan Warga Mengungsi Paska Gempa, Jepang Kembali Tegang

Ribuan warga di sepanjang pesisir Pulau Honshu dan wilayah utara Hokkaido sempat mendapatkan perintah untuk mengungsi ke dataran tinggi. Getaran gempa juga terasa hingga ibu kota Tokyo, yang berjarak sekitar 530 kilometer dari pusat gempa.

Peringatan tsunami yang sempat dinaikkan ke level kedua tertinggi akhirnya dicabut beberapa jam setelah gempa. Namun, sebelumnya JMA memperingatkan bahwa gelombang tsunami bisa datang berulang kali dan meminta warga tetap berada di tempat aman hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Seorang warga asing yang tinggal di Hokkaido mengaku sempat panik saat peringatan gempa berbunyi. Meski begitu, ia menyebut guncangan kali ini relatif tidak terlalu kuat daripada pengalaman sebelumnya.

Dampak gempa juga terasa pada sektor transportasi dan kelistrikan. Sejumlah layanan kereta cepat sempat terganggu, sementara sekitar 100 rumah mengalami pemadaman listrik. Meski demikian, otoritas memastikan tidak ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa.

Layanan kereta kembali beroperasi pada Senin malam.

Belajar dari Tragedi 2011, Jepang Tak Mau Kecolongan

Secara keseluruhan, lebih dari 170.000 warga di berbagai prefektur sempat diperintahkan untuk mengungsi setelah peringatan tsunami dikeluarkan di sepanjang pesisir timur Jepang.

Perdana Menteri Sanae Takaichi turut mengimbau masyarakat untuk segera menuju tempat yang lebih tinggi dan aman selama peringatan masih berlaku.

Jepang terkenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena berada di kawasan Ring of Fire. Negara ini mengalami sekitar 1.500 gempa setiap tahun dan menyumbang sekitar 10 persen gempa bermagnitudo 6,0 atau lebih di dunia.

Trauma bencana besar masih membekas di ingatan masyarakat sejak gempa dan tsunami dahsyat pada Gempa dan Tsunami Jepang 2011 yang menewaskan lebih dari 18.000 orang serta memicu krisis nuklir di Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant.

Sejak peristiwa tersebut, pemerintah Jepang terus meningkatkan sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi guna meminimalkan risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.

Gencatan Dagang China – AS Dorong Optimisme Investor Asing

31 Oktober 2025 - 09:41 WIB

Gencatan dagang China - AS menghapus kekhawatiran investor global dan memicu optimisme baru di pasar saham China.
Trending di Internasional