TOKYO, 21 April 2025 – Pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan berkekuatan besar dalam sepekan ke depan. Kekhawatiran muncul setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut negara itu dan memicu peringatan tsunami, Senin (waktu setempat).
Gempa yang berpusat di perairan dekat Prefektur Iwate tersebut memicu peringatan tsunami serta perintah evakuasi bagi ratusan ribu warga di wilayah pesisir. Otoritas memperingatkan potensi gelombang tsunami hingga 3 meter, meskipun gelombang tertinggi yang tercatat hanya sekitar 80 sentimeter.
Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) menyatakan bahwa risiko gempa yang “menyebabkan guncangan lebih kuat” masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Bahkan, otoritas Jepang menyebut gempa dengan magnitudo 8,0 atau lebih berpeluang terjadi “relatif lebih tinggi daripada saat kondisi normal”.
Ribuan Warga Mengungsi Paska Gempa, Jepang Kembali Tegang
Ribuan warga di sepanjang pesisir Pulau Honshu dan wilayah utara Hokkaido sempat mendapatkan perintah untuk mengungsi ke dataran tinggi. Getaran gempa juga terasa hingga ibu kota Tokyo, yang berjarak sekitar 530 kilometer dari pusat gempa.
Peringatan tsunami yang sempat dinaikkan ke level kedua tertinggi akhirnya dicabut beberapa jam setelah gempa. Namun, sebelumnya JMA memperingatkan bahwa gelombang tsunami bisa datang berulang kali dan meminta warga tetap berada di tempat aman hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
Seorang warga asing yang tinggal di Hokkaido mengaku sempat panik saat peringatan gempa berbunyi. Meski begitu, ia menyebut guncangan kali ini relatif tidak terlalu kuat daripada pengalaman sebelumnya.
Dampak gempa juga terasa pada sektor transportasi dan kelistrikan. Sejumlah layanan kereta cepat sempat terganggu, sementara sekitar 100 rumah mengalami pemadaman listrik. Meski demikian, otoritas memastikan tidak ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa.
Layanan kereta kembali beroperasi pada Senin malam.
Belajar dari Tragedi 2011, Jepang Tak Mau Kecolongan
Secara keseluruhan, lebih dari 170.000 warga di berbagai prefektur sempat diperintahkan untuk mengungsi setelah peringatan tsunami dikeluarkan di sepanjang pesisir timur Jepang.
Perdana Menteri Sanae Takaichi turut mengimbau masyarakat untuk segera menuju tempat yang lebih tinggi dan aman selama peringatan masih berlaku.
Jepang terkenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena berada di kawasan Ring of Fire. Negara ini mengalami sekitar 1.500 gempa setiap tahun dan menyumbang sekitar 10 persen gempa bermagnitudo 6,0 atau lebih di dunia.
Trauma bencana besar masih membekas di ingatan masyarakat sejak gempa dan tsunami dahsyat pada Gempa dan Tsunami Jepang 2011 yang menewaskan lebih dari 18.000 orang serta memicu krisis nuklir di Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant.
Sejak peristiwa tersebut, pemerintah Jepang terus meningkatkan sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi guna meminimalkan risiko korban jiwa saat bencana terjadi.












