IOWA, 29 September 2026 — Band heavy metal asal Iowa, Amerika Serikat, Slipknot, mengumumkan tur dunia terbaru mereka dengan menghadirkan Marilyn Manson sebagai salah satu penampil pendukung.
Marilyn Manson, yang bernama asli Brian Warner, akan tampil bersama Slipknot dalam sejumlah konser. Termasuk pertunjukan di Stadion Wembley, London, serta beberapa tempat lain dalam rangkaian tur Slipknot di Amerika Selatan.
Band metalcore Hatebreed juga masuk dalam jajaran penampil pendukung untuk konser di London.
Pengumuman tersebut langsung memicu beragam reaksi dari penggemar Slipknot. Sebagian menyambut kehadiran Manson, tetapi sejumlah lainnya menyatakan kecewa dan bahkan mengatakan tidak akan menghadiri konser karena tuduhan pelecehan seksual yang pernah tertuju kepada Manson.
Manson, 57 tahun, selama ini membantah tuduhan tersebut.
Penggemar Slipknot Protes
Ribuan penggemar memberikan komentar pada unggahan Instagram yang mengumumkan jajaran penampil konser Slipknot di London. Sebagian penggemar mengaku antusias dengan susunan penampil. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan Slipknot memasukkan Manson dalam daftar tersebut.
Sejumlah penggemar menyebut keputusan itu mengecewakan. Ada pula yang mengatakan mereka tidak akan membeli tiket sebagai bentuk protes.
“Saya sebenarnya ingin menonton, tetapi saya tidak mau memberikan uang saya kepada Manson,” tulis salah seorang pengguna.
Penggemar lainnya menyebut pengumuman tersebut sebagai sesuatu yang “sangat mengecewakan” dan mengatakan tidak akan menghadiri konser.
Namun, tidak semua penggemar menolak kehadiran Manson.
Sejumlah pengguna media sosial justru menilai Slipknot dan Manson memiliki basis penggemar yang beririsan cukup besar. Salah seorang penggemar bahkan menyebut Manson sebagai penampil pendukung yang cocok untuk Slipknot.
Tuduhan terhadap Marilyn Manson
Kontroversi mengenai Manson bermula dari sejumlah tuduhan pelecehan dan kekerasan yang muncul secara terbuka pada 2021. Aktris Evan Rachel Wood sebenarnya pernah menjalin hubungan dengan Manson selama sekitar tiga tahun sejak 2007. namun pada 2021, dia menuduh Manson melakukan kekerasan dan manipulasi terhadap dirinya.
Wood mengatakan saat itu bahwa ia mengungkap pengalamannya untuk memperingatkan orang lain mengenai Manson.
Manson membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut klaim yang dialamatkan kepadanya sebagai “distorsi realitas yang mengerikan” dan mengatakan seluruh hubungan intimnya selama ini berlangsung atas dasar persetujuan.
Setelah Wood berbicara di depan publik, sejumlah perempuan lain juga menyampaikan tuduhan serupa terhadap Manson melalui media sosial.
Kisah Wood kemudian menjadi bagian dari dokumenter Phoenix Rising yang dirilis pada 2022 dan membahas tuduhan yang disampaikannya terhadap Manson.
Kasus Hukum Manson
Manson kemudian menggugat Wood dan seorang perempuan lainnya atas tuduhan pencemaran nama baik. Ia menuduh keduanya, antara lain, menyamar sebagai agen FBI dan memalsukan dokumen federal.
Perkara tersebut akhirnya selesai melalui kesepakatan pada 2024. Manson juga setuju membayar biaya hukum Wood.
Pada tahun lalu, jaksa di Los Angeles memutuskan tidak mengajukan tuntutan pidana terhadap Manson setelah melakukan penyelidikan selama empat tahun terkait tuduhan kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual yang melibatkan sejumlah perempuan.
Kantor Jaksa Wilayah Los Angeles mengatakan sebagian tuduhan kekerasan dalam rumah tangga telah berada di luar batas waktu penuntutan (statute of limitations).
Sementara itu, terkait tuduhan kekerasan seksual, jaksa mengatakan tidak ada cukup bukti yang tersedia untuk membuktikan perkara tersebut.
Meski keputusan tersebut mengakhiri kemungkinan penuntutan pidana dalam perkara yang diselidiki, kontroversi mengenai Manson masih menjadi perdebatan di kalangan penggemar, termasuk setelah pengumuman tur terbaru Slipknot.














