DUBLIN, 27 Oktober 2026 – Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, memulai tur “Free Palestine” dengan konser di 3Arena, Dublin, Irlandia, Senin (26/10). Tur itu digelar setelah ia dicoret dari tur Ed Sheeran karena pernyataan pro-Palestina di atas panggung, menurut laporan BBC dan AFP.
Konser Dublin Terjual Habis
Penyelenggara menyatakan tiket konser terjual habis. BBC melaporkan penonton mencapai hingga 13.000 orang. Selain itu, Hozier, trio rap Kneecap, dan grup folk Beoga tampil dalam acara tersebut, menurut BBC. Beberapa jam sebelum konser, Macklemore menjanjikan sejumlah tamu kejutan.
Sementara itu, ratusan penonton telah mengantre berjam-jam sebelum pintu dibuka. Banyak di antara mereka mengenakan keffiyeh dan membawa bendera Palestina serta Irlandia. Gillian Duffy, penonton asal Cork, menyebut konser itu “tiket paling dicari” di Dublin.
Hasil Tur Untuk Lembaga Bantuan
Macklemore, yang bernama asli Benjamin Haggerty, menyatakan seluruh hasil tur akan disalurkan ke organisasi yang membantu warga Palestina. RTÉ menyebut penerimanya antara lain Anera, Medical Aid for Palestinians, Palestine Children’s Relief Fund, dan UNRWA USA.
Selanjutnya, ia akan tampil di Paris pada Kamis (29/10) dan di London pada Jumat (30/10). Sedangkan jadwal konser di Amerika Serikat akan diumumkan kemudian.
Bermula dari Tur Ed Sheeran
Polemik bermula pada awal September, ketika Macklemore tampil sebagai pembuka konser Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey. Di atas panggung, ia mengucapkan “Free Palestine” dan membawakan lagu untuk demonstran pro-Palestina di Universitas Columbia. Menurut BBC, ia juga menyebut korban jiwa di Gaza sebagai genosida, tuduhan yang ditolak Israel.
Akibatnya, sejumlah kelompok Yahudi mengkritiknya. BBC juga melaporkan pemilik stadion Robert Kraft menuduhnya menyampaikan ujaran kebencian dan retorika antisemit. Macklemore, di sisi lain, menuding para pemilik stadion bersekongkol menyingkirkannya.
Promotor tur, Messina Touring Group, menyatakan sejumlah venue menolak menggelar konser yang menampilkan Macklemore, menurut RTÉ. Sheeran menegaskan keputusan itu diambil promotor, bukan dirinya. Namun, empat artis pendukung lain, termasuk Finneas, mundur dari tur itu sebagai bentuk solidaritas, menurut AFP.
Dalam konser di Philadelphia, Sheeran mengakui membuat “kesalahan” dalam menangani polemik itu dan meminta maaf kepada penggemar. Ia menyebut serangan 7 Oktober 2023 “mengerikan” dan menilai situasi di Gaza “tidak dapat dibenarkan dan tidak proporsional”.















