JAKARTA, 29 oKTOBER 2026 — Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan Anwar Abbas mengkritik keputusan pemerintah yang mengizinkan penyanyi tenor Italia Andrea Bocelli menggelar konser di Indonesia. Ia menilai keputusan tersebut bertentangan dengan semangat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.
Anwar Abbas, yang akrab disapa Buya Anwar, menilai pemberian izin tersebut dapat menimbulkan persoalan karena Bocelli disebut pernah tampil dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel pada 2010.
“Itu sama saja artinya kita menerima dan membenarkan penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina,” kata Buya Anwar, Rabu (28/10).
Menurut dia, keputusan pemberian izin konser tidak mempertimbangkan ideologi dan prinsip yang menjadi dasar penyelenggaraan negara. Ia merujuk pada alinea pertama Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Buya Anwar juga menilai keputusan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan bagi citra pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, ia menegaskan tidak menolak penyelenggaraan konser musik berskala internasional selama pelaksanaannya tetap menghormati konstitusi Indonesia.
MUI Sesalkan Izin Konser Andrea Bocelli
Kritik terhadap penyelenggaraan konser Andrea Bocelli juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyesalkan keputusan pemerintah dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap memberikan izin konser di Candi Borobudur, Magelang, dan Jakarta.
Sudarnoto menilai keputusan tersebut tidak sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, untuk menghormati dan mengikuti arahan MUI terkait penyelenggaraan konser.
“Saya sangat menyesalkan keputusan pemerintah yang ternyata tidak ‘tegak lurus’ dengan sikap dan pernyataan resmi MUI serta aspirasi masyarakat,” kata Sudarnoto kepada MUI Digital, Rabu (28/10).
Ia mengatakan, MUI telah menyampaikan masukan kepada pemerintah terkait rekam jejak Bocelli. Menurut Sudarnoto, penyanyi tersebut pernah tampil dalam acara penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) pada 2010.
Sudarnoto menilai keterlibatan tersebut menjadi alasan keberatan MUI terhadap konser di Indonesia. Ia juga meminta Bocelli menyampaikan pernyataan penyesalan atas partisipasinya dalam acara penggalangan dana tersebut.
MUI, kata Sudarnoto, mendasarkan penolakannya pada pertimbangan kemanusiaan dan penentangan terhadap penjajahan.
Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar di Borobudur dan Jakarta
Di tengah kritik tersebut, konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Promotor Shoemaker Live menyatakan konser akan digelar pada 31 Oktober 2026 di kawasan Borobudur, Magelang, dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan pihaknya telah mendengarkan berbagai pandangan masyarakat dan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk pariwisata, kebudayaan, serta ekonomi kreatif nasional.
Menurut Prajna, konser tersebut tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan musik, tetapi juga diharapkan membawa pesan kemanusiaan dan perdamaian.
“Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka. Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya,” ujar Prajna dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (28/10).
Promotor juga menyampaikan bahwa salah satu lagu dalam konser akan didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia, khususnya bagi anak-anak serta masyarakat yang hidup di tengah konflik.
Selain pertunjukan musik, Shoemaker Live menyatakan akan mengadakan penggalangan dana untuk program kemanusiaan. Salah satu inisiatif yang disampaikan adalah donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak perang.
Namun, Sudarnoto menilai bantuan tersebut tidak menghilangkan keberatan MUI terhadap rekam jejak Bocelli.
Promotor Sebut Konser Berpotensi Berdampak Ekonomi
Shoemaker Live juga menilai penyelenggaraan konser internasional tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah dan Indonesia.
Menurut promotor, kegiatan itu dapat meningkatkan hunian hotel, permintaan layanan transportasi, serta membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Konser tersebut juga direncanakan melibatkan pelaku seni lokal, termasuk musisi orkestra, penyanyi, paduan suara, dan penari daerah. Keterlibatan mereka diharapkan membuka kesempatan untuk menambah pengalaman profesional dan berinteraksi dengan pelaku industri musik internasional.
Promotor berharap penyelenggaraan konser dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata global untuk kegiatan seni dan budaya berskala internasional.















