BALTIMORE, 5 Oktober 2026 — Seorang anak perempuan berusia 12 tahun tewas tertembak di Baltimore, Amerika Serikat, setelah dua pria rebutan tempat parkir dan terlibat pertengkaran.
Polisi Baltimore mengatakan insiden tersebut terjadi pada Sabtu (3/10) setelah pukul 18.00 waktu setempat atau sekitar Minggu pagi WIB. Penembakan terjadi di sebuah taman ketika anak-anak sedang bermain sepak bola Amerika.
Polisi menyebut korban berada di lokasi dan diduga terkena tembakan saat terjadi baku tembak antara dua pria yang bertengkar.
Korban Peluru Nyasar
Komisaris Polisi Baltimore Richard Worley mengatakan anak perempuan tersebut bukan target penembakan. “Yang kami ketahui, ada semacam pertengkaran antara dua pengecut. Mereka berdua saling menembak,” kata Worley dalam konferensi pers.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia. Identitas korban belum diumumkan oleh polisi.
“Dalam baku tembak itu, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang kemungkinan berada di sana menonton pertandingan sepak bola, tertembak dan tewas,” lanjutnya.
Selain korban, seorang perempuan juga ditemukan mengalami luka tembak di lokasi kejadian.
Dua pria lainnya kemudian mendatangi rumah sakit di sekitar wilayah tersebut dengan luka yang diyakini berkaitan dengan insiden penembakan.
Polisi mengatakan ketiga korban yang terluka mengalami cedera yang tidak mengancam jiwa.
Polisi Buru Dua Tersangka
Worley mengatakan polisi saat ini mencari sedikitnya dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Belum ada seorang pun yang ditangkap. Polisi juga belum mengetahui secara pasti berapa banyak peluru yang ditembakkan dalam insiden tersebut.
Penyelidikan masih berlangsung. Polisi meminta masyarakat yang menyaksikan kejadian atau memiliki informasi mengenai penembakan untuk segera menghubungi aparat.
Wali Kota Baltimore Prihatin
Wali Kota Baltimore Brandon Scott menyampaikan keprihatinannya atas kematian anak tersebut.
“Diawali dua pria dewasa yang bertengkar, dan sekarang seorang anak perempuan berusia 12 tahun telah tiada,” kata Scott dalam konferensi pers.
“Kita seharusnya tidak pernah berada dalam situasi harus mengatakan hal seperti itu. Apa yang terjadi hari ini merupakan salah satu hal paling menjijikkan yang pernah saya lihat dalam hidup saya,” ujarnya.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti pertengkaran kedua pria tersebut serta rangkaian kejadian yang berujung pada penembakan.














