Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

British Columbia Gugat OpenAI Terkait Penembakan di Sekolah

badge-check

Sekolah menengah Tumbler Ridge yang sudah diratakan dengan tanah di British Columbia, Kanada pada 24 Agustus 2026. (Foto: POSTMEDIA) Perbesar

Sekolah menengah Tumbler Ridge yang sudah diratakan dengan tanah di British Columbia, Kanada pada 24 Agustus 2026. (Foto: POSTMEDIA)

VANCOUVER, 22 September 2026 — Pemerintah British Columbia, Kanada, gugat OpenAI ke pengadilan federal Amerika Serikat terkait penembakan massal di Tumbler Ridge Secondary School pada Februari 2026. Pemerintah provinsi tersebut menuding OpenAI gagal memberi tahu aparat penegak hukum mengenai interaksi mencurigakan antara pelaku penembakan dan ChatGPT sebelum tragedi terjadi.

Jaksa Agung British Columbia Niki Sharma mengajukan gugatan tersebut di California pada Senin (21/9). Pemerintah provinsi menyatakan langkah hukum itu bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban OpenAI sekaligus memperoleh biaya yang timbul akibat tragedi tersebut.

Penembakan yang terjadi pada 10 Februari 2026 itu menewaskan delapan orang, termasuk lima siswa dan seorang tenaga pendidik. Sebanyak 27 orang lainnya terluka.

ChatGPT Disebut Sudah Menandai Interaksi Mencurigakan

Dalam dokumen dan pernyataan pemerintah British Columbia, tim keamanan OpenAI di sebut telah menandai percakapan yang berkaitan dengan kekerasan bersenjata beberapa bulan sebelum penembakan. Pemerintah provinsi menuding OpenAI tidak meneruskan informasi tersebut kepada polisi atau otoritas setempat.

Menurut Sharma, persoalan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab perusahaan teknologi ketika mengetahui adanya ancaman kekerasan serius yang di anggap kredibel. “British Columbia sedang mengajukan gugatan terhadap OpenAI di California karena gagal memberi tahu penegak hukum mengenai ancaman yang terdeteksi di platformnya sebelum penembakan massal,” kata Sharma dalam pernyataan resmi pemerintah provinsi.

Sharma juga mengatakan pemerintah telah meminta OpenAI menyerahkan percakapan yang tersebut. Namun, hingga kini perusahaan tersebut belum memberikan akses kepada pemerintah provinsi. Sharma mengakui dirinya sendiri belum membaca isi percakapan tersebut.

“Kami telah meminta OpenAI untuk mengungkapkan percakapan itu,” kata Sharma.

Sam Altman Pernah Meminta Maaf

Gugatan terbaru tersebut ini menambah tekanan hukum terhadap OpenAI. Sebelumnya, keluarga korban dan penyintas penembakan juga telah mengajukan gugatan secara terpisah terhadap perusahaan tersebut di Amerika Serikat. Pemerintah British Columbia menegaskan proses gugatan pemerintah ini sendiri berjalan terpisah dari gugatan keluarga korban.

CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban karena perusahaan tidak memberi tahu aparat mengenai akun pelaku. OpenAI juga menyatakan komitmennya terhadap keselamatan pengguna. Mereka juga siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam menghadapi ancaman yang di nilai kredibel.

Namun, menurut Sharma, pemerintah British Columbia menilai masih diperlukan langkah lebih konkret dari perusahaan.

“OpenAI masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan akuntabilitas dengan memperkuat perlindungan, meningkatkan transparansi, dan mengambil langkah nyata untuk membantu mencegah tragedi serupa di masa mendatang,” ujar Sharma.

Tuntut Biaya Pemulihan dan Sekolah Baru

Selain meminta pertanggungjawaban, pemerintah British Columbia juga berupaya mendapatkan kompensasi atas biaya yang muncul setelah tragedi tersebut. Dana dari kompensasi tersebut akan digunakan untuk membantu pemulihan komunitas Tumbler Ridge, termasuk pembangunan kembali fasilitas sekolah.

Pemerintah provinsi sebelumnya telah menyatakan bahwa pembangunan fasilitas sekolah baru menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka panjang masyarakat Tumbler Ridge.

Kasus ini sekaligus membuka perdebatan lebih luas mengenai batas tanggung jawab perusahaan AI ketika sistem mereka mendeteksi percakapan yang berkaitan dengan ancaman kekerasan.

Bagi pemerintah British Columbia, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut OpenAI. Tetapi juga kebutuhan untuk memperjelas aturan mengenai tanggung jawab perusahaan teknologi dalam menghadapi ancaman serius yang muncul melalui layanan AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pramono Bertemu Zohran Mamdani, New York Siap Bantu Jakarta Bond

21 Sep 2026 - 10:22 WIB

Pramono Bertemu Zohran Mamdani, New York Siap Bantu Jakarta Bond

Petugas Imigrasi AS Tembak Warga, Masyarakat Protes

21 Sep 2026 - 09:00 WIB

Petugas Imigrasi AS Tembak Warga, Masyarakat Protes

Ed Sheeran Menyesal dan Minta Maaf

20 Sep 2026 - 13:15 WIB

Ed Sheeran Menyesal dan Minta Maaf

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Sebut Berhasil Cegat Rudal Balistik

20 Sep 2026 - 10:47 WIB

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Sebut Berhasil Cegat Rudal Balistik

Gemini Bobol Sistem Tiga Perusahaan Secara Otonom

20 Sep 2026 - 06:28 WIB

Gemini Bobol Sistem Tiga Perusahaan Secara Otonom
Trending di News