Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Kalah Main Bola, Netizen Malaysia Ajak Boikot Produk Indonesia?

badge-check

Seruan boikot produk Indonesia beredar di Threads dan menyebut sejumlah merek, termasuk Kenangan Coffee, Ai-CHA Ice Cream & Tea, dan MOMOYO. (Tangkapan layar akun Threads @mee.zsa) Perbesar

Seruan boikot produk Indonesia beredar di Threads dan menyebut sejumlah merek, termasuk Kenangan Coffee, Ai-CHA Ice Cream & Tea, dan MOMOYO. (Tangkapan layar akun Threads @mee.zsa)

KUALA LUMPUR, 9 Oktober 2026 — Seorang netizen Malaysia dengan akun Threads @mee.zsa menyerukan boikot terhadap sejumlah produk dan merek makanan serta minuman asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia. Ajakan tersebut menjadi perbincangan di media sosial setelah ketegangan warganet negara serumpun ini meningkat.

Dalam unggahannya, pemilik akun tersebut membagikan daftar merek waralaba Indonesia, mulai dari jaringan kedai kopi, minuman teh, hingga es krim. Ia juga meminta pengguna lain membagikan ulang seruan boikot tersebut.

“Jom boikot produk Indonesia. Tlg repost ya kwn2,” tulis akun tersebut dalam bahasa Melayu, seperti dikutip detikFinance, Kamis (8/10).

Unggahan itu mencantumkan sejumlah merek Indonesia yang telah membuka gerai di Malaysia, termasuk Kenangan Coffee, Ai-CHA Ice Cream & Tea, dan MOMOYO. Pengunggah turut menyertakan informasi mengenai waktu pendirian dan jumlah gerai sejumlah merek tersebut.

Netizen Ungkap Alasan Serukan Boikot

Dalam unggahan lanjutan, pemilik akun @mee.zsa menjelaskan alasan di balik ajakan boikot tersebut. Menurut dia, seruan itu bukan semata-mata dipicu persaingan sepak bola antara Indonesia dan Malaysia.

Ia mengaitkannya dengan unggahan di media sosial yang diduga menghina Raja Malaysia dan mantan pemimpin negara tersebut. “Sebenarnya tiada niat ribut dengan orang Indonesia, tapi kenapa mereka menghina Raja kita, mantan pemimpin kita,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang dikutip detikFinance.

Pemilik akun itu juga menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan yang menurutnya telah melampaui batas kesabaran masyarakat Malaysia. Namun, alasan tersebut merupakan klaim dari pengunggah dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya penghinaan sebagaimana yang dituduhkan.

Indomie hingga J.CO Ikut Disebut dalam Seruan Boikot

Seruan boikot yang beredar di media sosial tidak hanya menyasar jaringan restoran dan minuman. Sejumlah produk konsumen serta perusahaan Indonesia juga disebut dalam percakapan warganet.

ANTARA melaporkan bahwa nama-nama yang muncul dalam seruan tersebut antara lain Indomie, Kopi Kenangan, J.CO Donuts & Coffee, Garuda Indonesia, dan Eiger.

Selain produk makanan dan minuman, ajakan yang beredar juga meluas ke sektor hiburan. Sejumlah warganet menyerukan pembatasan terhadap pemutaran musik, penyelenggaraan konser, dan penampilan artis Indonesia di Malaysia.

Meski demikian, daftar yang beredar di media sosial tidak menunjukkan bahwa seluruh merek tersebut telah mengalami penurunan penjualan atau kehilangan pelanggan. Belum tersedia data terverifikasi mengenai dampak nyata seruan tersebut terhadap kinerja bisnis masing-masing perusahaan.

Sejumlah merek produk asal Indonesia yang disebut dalam seruan boikot netizen Malaysia di media sosial.
Tangkapan layar akun Threads @mee.zsa.

Mendag RI Sebut Boikot Hanya Respons Sesaat

Menanggapi seruan tersebut, Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso menilai aksi yang ramai di media sosial itu kemungkinan hanya berlangsung sementara.

Budi mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk memantau situasi. “Saya kira tidak (berdampak). Ini kan mungkin hanya respons sesaat saja,” kata Budi, Kamis (8/10).

Menurut Budi, hasil komunikasi dengan perwakilan Indonesia menunjukkan tidak ada persoalan berarti yang mengganggu aktivitas perdagangan kedua negara.

Pemerintah Indonesia pun memastikan bahwa seruan boikot tersebut sejauh ini tidak berdampak pada hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Malaysia.

Seruan di Media Sosial Bukan Larangan Resmi

Seruan boikot yang disampaikan seorang pengguna media sosial perlu dibedakan dari kebijakan resmi pemerintah. Unggahan yang mengajak masyarakat tidak membeli produk tertentu tidak otomatis berarti produk tersebut dilarang beredar atau beroperasi di Malaysia.

Sejumlah merek Indonesia yang disebut dalam unggahan tersebut telah mengembangkan bisnis di pasar Malaysia. Kegiatan usaha mereka juga dapat melibatkan pekerja, pemasok, dan mitra bisnis setempat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada data terverifikasi yang menunjukkan seberapa luas ajakan boikot tersebut diikuti masyarakat Malaysia maupun besarnya dampak terhadap penjualan produk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Amerika Serikat Larang Microsoft Rekrut Pekerja Asing

9 Okt 2026 - 08:36 WIB

Amerika Serikat Larang Microsoft Rekrut Pekerja Asing

Truk Tabrak Portal KAI di Banyuwangi, 2 Orang Luka

8 Okt 2026 - 10:27 WIB

Truk Tabrak Portal KAI di Banyuwangi, 2 Orang Luka

Pelajar 15 Tahun Kehilangan Tangan, Perancis Hentikan Granat Kejut Polisi

8 Okt 2026 - 09:01 WIB

Pelajar 15 Tahun Kehilangan Tangan, Perancis Hentikan Granat Kejut Polisi

Bandara Arab Saudi Diserang Houthi, 3 Tewas dan 36 Luka

8 Okt 2026 - 08:11 WIB

Bandara Arab Saudi Diserang Houthi, 3 Tewas dan 36 Luka

Pasukan Yaman Rebut Mokha, Saudi Bantu Lewat Udara

6 Okt 2026 - 08:48 WIB

Pasukan Yaman Rebut Mokha, Saudi Bantu Lewat Udara
Trending di Internasional