Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Bandara Arab Saudi Diserang Houthi, 3 Tewas dan 36 Luka

badge-check

Tentara pemerintah Yaman tampak menaiki mobil pikap di dekat garis depan Jabal Han, sebelah barat kota Taiz, pada 3 Oktober 2026. (AFP/Ahmad Al-Basha) Perbesar

Tentara pemerintah Yaman tampak menaiki mobil pikap di dekat garis depan Jabal Han, sebelah barat kota Taiz, pada 3 Oktober 2026. (AFP/Ahmad Al-Basha)

RIYADH, 8 Oktober 2026 — Kelompok Houthi serang dua bandara Arab Saudi dalam dua hari berturut-turut. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya, menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA).

Serangan terjadi di Bandara Internasional Abha pada Selasa (6/10) dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Rabu (7/10).

Di Bandara Internasional Abha, dua perempuan yang merupakan warga asing tewas. Keduanya masing-masing berkewarganegaraan Maroko dan Aljazair. Sebanyak 28 orang lainnya terluka.

Sementara itu, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan seorang warga Sudan. Delapan orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk lima warga negara Arab Saudi, dua warga Mesir, dan seorang warga Pakistan.

GACA mengatakan seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kedua serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan material.

Otoritas penerbangan Arab Saudi bersama lembaga keamanan terkait tengah melakukan penghitungan kerusakan dan mengambil langkah untuk memastikan keselamatan penumpang serta pekerja bandara.

Houthi Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut.

Kelompok itu menyatakan telah menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menggunakan rudal balistik. Houthi juga mengklaim serangan tersebut mengganggu lalu lintas penerbangan di ibu kota Arab Saudi.

Untuk serangan di Abha, Houthi sebelumnya menyatakan telah meluncurkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone. Klaim operasional dari pihak Houthi tersebut merupakan pernyataan kelompok yang bertikai dan tidak seluruhnya terverifikasi secara independen.

Juru bicara militer Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan pasukan Saudi telah menghancurkan peluncur rudal balistik yang digunakan dalam serangan terhadap Riyadh.

Menurut al-Maliki, peluncur tersebut dihancurkan di Sanaa ketika sedang dipersiapkan untuk serangan berikutnya terhadap Arab Saudi.

AS Keluarkan Peringatan Perjalanan

Eskalasi tersebut turut memicu peringatan keamanan dari Pemerintah Amerika Serikat kepada warganya di Arab Saudi. Perwakilan diplomatik AS di Arab Saudi memperingatkan kemungkinan serangan rudal dan drone serta potensi gangguan terhadap penerbangan.

Warga AS juga diminta mengantisipasi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan apabila konflik terus meningkat.

Serangan terbaru ini terjadi ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan Yaman kembali meningkat. Konflik juga semakin mendekati wilayah strategis di sekitar Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Aktifkan Kerja Sama Pertahanan

Meningkatnya serangan terhadap wilayah Arab Saudi juga mendorong Riyadh memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara-negara regional.

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye pada 5 Oktober menggelar pertemuan darurat Komite Strategis Politik dan Pertahanan Makkah Alliance for Defense di Riyadh.

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menegaskan komitmen menghadapi ancaman terhadap keamanan Arab Saudi serta mengecam serangan terhadap kota-kota dan fasilitas sipil maupun ekonomi di kerajaan tersebut.

Langkah itu berlangsung ketika serangan Houthi terhadap sasaran di Arab Saudi semakin sering terjadi. Pakistan sebelumnya juga telah menegaskan komitmennya terhadap keamanan Arab Saudi.

Konflik Yaman Berpotensi Meluas

Perkembangan terbaru menunjukkan konflik di Yaman semakin berdampak langsung terhadap wilayah Arab Saudi dan infrastruktur sipil.

Selain serangan terhadap bandara, pertempuran juga meningkat di sekitar kawasan Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dilaporkan melakukan operasi untuk merebut kembali sejumlah wilayah strategis dari Houthi. Sebagai respons, kelompok tersebut meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sasaran di Arab Saudi.

Serangan terhadap Bandara Abha dan King Khalid menjadi salah satu indikasi terbaru bahwa dampak konflik tidak lagi terbatas di wilayah Yaman.

Dengan fasilitas penerbangan sipil turut menjadi sasaran, eskalasi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan lebih luas terhadap jaringan transportasi udara dan meningkatkan risiko keamanan di kawasan Semenanjung Arab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Truk Tabrak Portal KAI di Banyuwangi, 2 Orang Luka

8 Okt 2026 - 10:27 WIB

Truk Tabrak Portal KAI di Banyuwangi, 2 Orang Luka

Trump Salahkan Islam dan Migran Asing atas Demo Besar Prancis

8 Okt 2026 - 09:33 WIB

Trump Salahkan Islam dan Migran Asing atas Demo Besar Prancis

Pelajar 15 Tahun Kehilangan Tangan, Perancis Hentikan Granat Kejut Polisi

8 Okt 2026 - 09:01 WIB

Pelajar 15 Tahun Kehilangan Tangan, Perancis Hentikan Granat Kejut Polisi

Mark Carney Berpeluang Raih Nobel Perdamaian dan Person of the Year Time

6 Okt 2026 - 09:25 WIB

Mark Carney Berpeluang Raih Nobel Perdamaian dan Person of the Year Time

Pasukan Yaman Rebut Mokha, Saudi Bantu Lewat Udara

6 Okt 2026 - 08:48 WIB

Pasukan Yaman Rebut Mokha, Saudi Bantu Lewat Udara
Trending di Internasional