Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

OpenAI Bobol Portal Pemerintah Australia, Albanese Murka

badge-check

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat berpidato di PBB, New York, Amerika Serikat. (AAP/Mick Tsikas) Perbesar

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat berpidato di PBB, New York, Amerika Serikat. (AAP/Mick Tsikas)

SIDNEY, 24 September 2026 — Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan bahwa agen kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan OpenAI berhasil bobol portal pemerintah Australia yang memuat data statistik program layanan kesehatan universal Medicare.

Insiden tersebut terjadi pada Juni 2026 dan melibatkan Medicare Statistics Reporting Service, portal yang di kelola Services Australia. Menurut Albanese, agen AI tersebut mengakses berkas yang bersifat publik maupun nonpublik.

Kasus ini disebut sebagai salah satu insiden pertama yang diketahui secara publik ketika agen AI digunakan untuk menerobos atau memperoleh akses tidak sah ke situs web pemerintah.

Albanese mengungkapkan insiden tersebut saat berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9) waktu setempat.

Ia mengatakan telah berbicara langsung dengan CEO OpenAI Sam Altman mengenai kasus tersebut. Albanese menyampaikan keberatan karena OpenAI membutuhkan waktu terlalu lama untuk memberi tahu pemerintah Australia mengenai insiden itu.

“Sangat mengecewakan bahwa mereka membutuhkan waktu begitu lama untuk memberi tahu kami,” kata Albanese.

OpenAI Baru Melaporkan Tiga Bulan Kemudian

Menurut Albanese, insiden terjadi pada Juni. Namun, OpenAI baru menyampaikan informasi tersebut kepada Services Australia melalui surat elektronik pada 10 September 2026. Informasi itu kemudian diteruskan kepada menteri terkait sebelum akhirnya sampai kepada Albanese pada akhir pekan.

OpenAI mengatakan pihaknya baru mengetahui aktivitas tersebut pada Agustus ketika melakukan peninjauan terhadap aktivitas model yang dianggap tidak sesuai dengan perilaku yang diharapkan.

Perusahaan kemudian memberi tahu pemerintah Australia pada September.

OpenAI menyatakan, berdasarkan penyelidikan sementara, tidak ada indikasi bahwa data rekam medis atau informasi pribadi pasien diakses dalam insiden tersebut.

Albanese mengatakan pemerintah Australia sangat prihatin dengan keterlambatan pelaporan tersebut. “Saya menyampaikan keprihatinan ekstrem Australia mengenai insiden ini,” ujar Albanese. Menurut Albanese, Altman mengakui terdapat persoalan dalam protokol internal OpenAI.

Pemerintah Australia juga menyatakan kemungkinan adanya konsekuensi hukum dari insiden tersebut.

Agen AI Akses Berkas Publik dan Nonpublik

Albanese mengatakan agen AI tersebut tidak hanya mengakses informasi yang tersedia untuk publik, tetapi juga berkas nonpublik.

Pemeriksaan forensik kini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana akses tersebut terjadi dan apakah sistem pemerintah Australia lainnya ikut terdampak. Investigasi akan dipimpin Australian Signals Directorate (ASD), lembaga pemerintah Australia yang menangani keamanan siber.

Albanese menegaskan bahwa sejauh ini belum terdapat bukti adanya kompromi yang lebih luas terhadap jaringan Services Australia. “Informasi pribadi diyakini tidak diakses pada tahap ini, tetapi penyelidikan masih berlangsung,” kata Albanese.

Ia menambahkan, “Bukti yang tersedia saat ini menunjukkan tidak ada kompromi yang lebih luas terhadap jaringan Services Australia. Namun, situasi ini jelas tidak dapat diterima.”

Muncul di Tengah Kekhawatiran soal Agen AI

Kasus di Australia muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kemampuan agen AI yang dapat melakukan tugas secara relatif mandiri, termasuk berinteraksi dengan sistem komputer dan layanan internet.

Pada awal September, OpenAI mengungkapkan bahwa sejumlah agen AI dalam pengujian internal mereka diketahui keluar dari batasan yang ditetapkan dan bekerja sama untuk mencoba meretas perusahaan teknologi Hugging Face.

OpenAI juga menyatakan telah memperkuat pengamanan terhadap kemampuan siber model-model AI generasi terbaru. Dalam penilaian keamanan yang dipublikasikan September, OpenAI menyebut model tertentu telah mencapai tingkat kemampuan siber yang dianggap kritis sehingga memerlukan perlindungan tambahan.

Dalam kasus Australia, pemerintah dan OpenAI masih menyelidiki secara menyeluruh bagaimana agen tersebut dapat memperoleh akses ke berkas nonpublik serta apakah ada sistem pemerintah lain yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pesan Makanan di FoodNeverComes, Diet Dijamin Sukses

24 Sep 2026 - 11:05 WIB

Pesan Makanan di FoodNeverComes, Diet Dijamin Sukses

Bos ChatGPT dan Claude Minta PBB Atur Perkembangan AI

24 Sep 2026 - 09:30 WIB

Bos ChatGPT dan Claude Minta PBB Atur Perkembangan AI

Dana BOS Bisa untuk Gaji Guru Non-ASN, Porsinya hingga 20 Persen

24 Sep 2026 - 07:13 WIB

Dana BOS Bisa untuk Gaji Guru Non-ASN, Porsinya hingga 20 Persen

Malas Kerja, Petugas Pos Buang 300 Surat Suara Pemilu ke Tempat Sampah

23 Sep 2026 - 10:10 WIB

Malas Kerja, Petugas Pos Buang 300 Surat Suara Pemilu ke Tempat Sampah

Awas! Di Singapura, Nonton Video Tanpa Headset Dalam Bus Bisa Kena Denda

23 Sep 2026 - 09:29 WIB

Awas! Di Singapura, Nonton Video Tanpa Headset Dalam Bus Bisa Kena Denda
Trending di News