WASHINGTON, D.C., 6 Oktober 2026 — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) telah hentikan penggunaan perangkat kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic, termasuk model Claude. Keputusan tersebut disampaikan seorang pejabat Pentagon kepada BBC pada Senin (5/10).
“Departemen telah menghentikan penggunaan produk Anthropic,” kata pejabat tersebut.
Penghentian itu dilakukan beberapa bulan setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok yang berkaitan dengan keamanan nasional. Pada Februari 2026, Hegseth memerintahkan agar penggunaan teknologi Anthropic di Pentagon dihentikan paling lambat akhir Agustus.
Namun, sejumlah sumber yang mengetahui penggunaan AI di Pentagon mengatakan kepada BBC bahwa hingga pekan lalu, Claude masih digunakan untuk penelitian, analisis, pengumpulan informasi intelijen, hingga operasi militer AS terhadap Iran.
Claude disebut menjadi salah satu alat penting untuk memilah dan menganalisis informasi dalam jumlah besar.
Terintegrasi dengan Sistem Intelijen Maven
Teknologi Anthropic terintegrasi ke dalam Maven Smart System, platform data dan intelijen utama Pentagon yang dioperasikan perusahaan teknologi pertahanan Palantir.
Sistem Maven digunakan untuk mengorganisasi berbagai jenis data visual, termasuk citra satelit dan rekaman drone. Data tersebut kemudian dapat diproses menggunakan Claude dan model AI lainnya untuk membantu tugas seperti mengidentifikasi kemungkinan sasaran militer.
Teknologi tersebut juga digunakan dalam penyusunan ringkasan intelijen satu halaman yang kemudian disampaikan kepada pejabat militer di tingkat lebih tinggi.
Lauren Kahn, analis riset senior di Center for Security and Emerging Technology, Georgetown University, mengatakan integrasi Claude ke dalam sistem Maven membuat proses penghapusannya tidak mudah.
Menurut Kahn, keputusan Pentagon untuk hentikan seluruh penggunaan Claude milik Anthropic menunjukkan bahwa teknologi AI yang sudah tertanam dalam sistem pertahanan tidak dapat begitu saja diganti.
“Setelah terintegrasi, menghapusnya bisa menjadi proses yang sulit,” ujarnya.
Anthropic Tolak Hapus Pembatas Keamanan Claude
Perselisihan antara Pentagon dan Anthropic bermula ketika Departemen Pertahanan AS meminta perusahaan tersebut menghapus sejumlah pembatas keamanan pada Claude.
Pentagon menginginkan akses militer yang lebih luas terhadap produk AI Anthropic. Namun, perusahaan menolak permintaan tersebut karena khawatir teknologinya digunakan untuk pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom.
Hegseth kemudian menetapkan Anthropic sebagai “risiko rantai pasok keamanan nasional”. Penetapan semacam itu biasanya digunakan terhadap perusahaan yang dianggap memiliki hubungan dengan negara yang menjadi ancaman bagi Amerika Serikat.
Anthropic menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang “belum pernah terjadi sebelumnya dan melanggar hukum”. Perusahaan itu kemudian menggugat pemerintahan Presiden Donald Trump untuk membatalkan keputusan tersebut.
Pentagon Beralih ke Perusahaan AI Lain
Di tengah perselisihan tersebut, Pentagon telah menandatangani kontrak dengan sejumlah perusahaan teknologi lainnya, termasuk Google, xAI, dan OpenAI. Dua sumber yang mengetahui penggunaan AI di Departemen Pertahanan AS mengatakan teknologi OpenAI dalam beberapa bulan terakhir semakin banyak digunakan di sejumlah unit militer.
Meski demikian, proses peralihan dari Anthropic tidak berlangsung cepat. Salah satu mantan pejabat senior Departemen Pertahanan AS mengatakan sebelumnya terdapat kekhawatiran ketika Pentagon mulai mempertimbangkan penggunaan teknologi selain Anthropic, termasuk OpenAI.
Anthropic telah menyediakan teknologi AI bagi pemerintah dan militer AS sejak 2024. Perusahaan tersebut bahkan menjadi perusahaan AI canggih pertama yang teknologinya digunakan dalam pekerjaan pemerintah yang berkaitan dengan informasi rahasia.
Tetap Gunakan Claude Selama Masa Transisi
Salah satu sumber mengatakan personel Pentagon masih menggunakan Claude, termasuk model Mythos, sepanjang periode perselisihan dengan Anthropic. Claude terutama digunakan untuk pengumpulan dan analisis intelijen melalui sistem Maven.
Maven juga digunakan oleh sejumlah sekutu AS untuk berbagi informasi intelijen dengan pemerintahan Trump. Kemampuan sistem tersebut untuk menggabungkan data dalam jumlah besar menjadi salah satu alasan teknologi AI seperti Claude dianggap penting dalam lingkungan pertahanan.
Keputusan Pentagon menghentikan seluruh penggunaan Anthropic kini menandai berakhirnya penggunaan resmi teknologi perusahaan tersebut di Departemen Pertahanan AS, meski proses transisinya berlangsung lebih lama dari tenggat yang sebelumnya ditetapkan.
Hubungan Anthropic dan Gedung Putih Mulai Mencair
Perselisihan Anthropic dengan Pentagon berlangsung ketika hubungan perusahaan tersebut dengan Gedung Putih justru mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. CEO Anthropic Dario Amodei bertemu Presiden Donald Trump sebanyak dua kali di Gedung Putih dalam sepekan terakhir.
Setelah salah satu pertemuan dengan Trump dan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi, Amodei mengatakan dirinya masih memiliki kekhawatiran mengenai risiko yang ditimbulkan AI.
“Bagaimana kita menangani risiko tersebut masih dalam pembahasan,” kata Amodei kepada wartawan di Gedung Putih.
Di sampingnya, Trump kemudian memuji Amodei dan menyebutnya sebagai sosok yang “hebat” dan “fantastis”.











