CANBERRA, 5 Oktober 2026 — Pemerintah Australia sebut Roblox dan Minecraft tidak aman bagi anak-anak. Selain dua gim tersebut, regulator keamanan daring Australia juga sebut adanya celah signifikan dalam sistem keamanan sejumlah platform gim populer, termasuk Steam, dan Fortnite.
Temuan tersebut tertuang dalam laporan baru Komisi eSafety Australia yang menilai bagaimana keempat platform melindungi pengguna dari berbagai risiko serius di dunia maya.
Laporan itu menunjukkan penerapan sistem keamanan yang belum seragam. Hal ini menjadi perhatian karena sekitar sembilan dari 10 anak berusia 8 hingga 17 tahun di Australia pernah bermain gim daring.
Komisioner eSafety Julie Inman Grant mengatakan anak-anak harus dapat bermain gim tanpa terpapar predator, pemerasan seksual, konten ekstremis kekerasan, maupun materi berbahaya lainnya.
Steam Paling Banyak Mendapat Sorotan
Valve, pemilik Steam dan Steam Chat, menjadi salah satu platform yang mendapat sorotan utama dalam laporan tersebut. Menurut eSafety, Valve merupakan satu-satunya dari empat penyedia yang diperiksa yang tidak menggunakan teknologi yang umum digunakan industri untuk mendeteksi dan menghapus konten berbahaya yang sudah terdeteksi.
Valve juga belum secara proaktif menggunakan perangkat untuk mendeteksi eksploitasi seksual anak atau materi kekerasan dalam percakapan. Sistem yang digunakan Valve saat ini lebih banyak diarahkan untuk mendeteksi penipuan atau scam.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa Valve masih mengandalkan deklarasi usia dari pengguna, meskipun perusahaan baru-baru ini memperkenalkan pemeriksaan usia menggunakan kartu kredit.
Roblox Perkuat Pemeriksaan Usia
Roblox dan Valve mendapat catatan lain terkait sistem deteksi bahasa. Keduanya di sebut menggunakan basis data internal untuk melatih sistem pendeteksi bahasa dan tidak melakukan pelatihan ulang model secara rutin.
Roblox, bagaimanapun, telah memperkuat sistem pemeriksaan usianya sejak Desember 2025. Perusahaan tersebut mengatakan telah melakukan investasi besar untuk meningkatkan sistem keamanan pengguna, termasuk menerapkan pemeriksaan usia wajib.
Roblox juga menegaskan keselamatan komunitas Australia, terutama pengguna termuda, menjadi prioritas.
Fortnite dan Minecraft Masih Andalkan Deklarasi Usia
eSafety juga menyoroti sistem verifikasi usia di Fortnite dan Minecraft. Kedua platform itu umumnya masih memungkinkan pengguna menyatakan sendiri usia mereka.
Menurut laporan tersebut, mekanisme itu berarti pengguna yang mengaku sebagai orang dewasa dapat memperoleh akses ke fitur komunikasi yang memiliki risiko lebih tinggi.
Minecraft dikembangkan oleh Mojang Studios yang berada di bawah Microsoft, sedangkan Fortnite dikembangkan Epic Games.
Kerja Sama Antarplatform Belum Seragam
Selain sistem keamanan internal, eSafety menyoroti perbedaan partisipasi perusahaan dalam berbagai inisiatif industri.
Mojang Studios dan Roblox di sebut berbagi keahlian dalam menghadapi eksploitasi seksual anak serta ekstremisme kekerasan di dunia maya. Sedangkan Valve tidak tercatat melakukan hal serupa.
Epic Games juga mendapat sorotan karena tidak membagikan sejumlah kasus pelanggaran kepada platform lain melalui sebuah program global yang bertujuan memerangi eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara daring.
Kumpulkan Data hingga Maret 2026
Laporan eSafety didasarkan pada informasi mengenai sistem yang digunakan keempat platform untuk menangani bahaya serius bagi pengguna. Data tersebut dikumpulkan antara Oktober 2025 hingga Maret 2026.
Menurut Inman Grant, platform-platform tersebut perlu meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dan menangani eksploitasi seksual anak, pemerasan seksual, serta materi atau aktivitas yang mempromosikan, menghasut, atau memberikan instruksi mengenai kekerasan.
Australia Perketat Aturan Dunia Maya
Temuan eSafety muncul ketika Australia terus memperketat aturan keamanan digital. Pada Desember 2025, Australia menerapkan pembatasan media sosial bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun. Namun, aturan tersebut tidak mencakup platform gim.
Australia juga mendorong perusahaan teknologi memberikan pilihan kepada pengguna untuk menonaktifkan penggunaan algoritma tertentu pada layanan media sosial.















