Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Mark Carney Berpeluang Raih Nobel Perdamaian dan Person of the Year Time

badge-check

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gedung Putih, Washington. 7 Oktober 2025. (AP Photo/Evan Fucci) Perbesar

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gedung Putih, Washington. 7 Oktober 2025. (AP Photo/Evan Fucci)

TORONTO, 6 Oktober 2026 — Mark Carney berpeluang mendapatkan Nobel Perdamaian 2026 dan dinobatkan sebagai Person of the Year versi majalah Time. Perdana Menteri Kanada itu semakin mendapat sorotan internasional setelah berulang kali mengambil sikap tegas menghadapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sejumlah pengamat dan pelaku pasar prediksi kini memperkirakan Carney berpeluang meraih dua penghargaan bergengsi tersebut.

Pada Senin (5/10), Carney sempat menjadi kandidat favorit dalam pasar prediksi Kalshi untuk Nobel Perdamaian 2026. Peluangnya sempat mencapai 14 persen sebelum kembali turun.

Meski demikian, belum ada bukti publik bahwa Carney masuk dalam daftar kandidat rahasia Komite Nobel. Pemenang Nobel Perdamaian 2026 akan diumumkan pada 9 Oktober di Oslo, Norwegia.

Spekulasi mengenai peluang Carney mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap gagasannya agar negara-negara kekuatan menengah bersatu untuk mempertahankan kedaulatan di tengah meningkatnya penggunaan tekanan ekonomi dan militer oleh negara-negara besar.

Carney Berseberangan dengan Trump

Carney dan Trump saat ini berada di tengah konflik perdagangan yang semakin memanas. Amerika Serikat mengenakan tarif 50 persen terhadap sejumlah besar produk Kanada, sementara Kanada membalas dengan kebijakan tarifnya sendiri.

Trump juga pernah meminta para pemimpin Kanada untuk “mengikuti garis” kebijakan Washington. Ia bahkan mengancam konsekuensi yang disebutnya jauh lebih buruk jika Kanada tidak menurut.

Trump sendiri sebenarnya sangat menginginkan Nobel Perdamaian. Presiden AS itu berulang kali mengeluhkan dia belum menerima penghargaan tersebut. Pada Juli, Trump mengatakan bahwa dia “seharusnya memenangkan penghargaan itu lebih dari siapa pun”.

“Presiden Trump tentu akan marah,” kata Daniel Béland, profesor ilmu politik di McGill University, Montreal. Menurutnya, jika Carney benar-benar memenangkan Nobel Perdamaian, menarik untuk melihat reaksi Trump ketika mengetahui hasil tersebut.

Trump sebenarnya sudah memiliki medali Nobel. Namun, medali tersebut bukan yang dia peroleh sendiri.

Pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado, penerima Nobel Perdamaian 2025, menyerahkan medalinya kepada Trump di Gedung Putih pada Januari. Trump menerima medali tersebut, tetapi Komite Nobel menegaskan bahwa penghargaan itu tetap menjadi milik Machado.

Peluang Carney Menjadi Person of the Year

Selain Nobel Perdamaian, Carney juga disebut berpeluang menjadi Person of the Year 2026 versi Time.

Time sebelumnya memasukkan Carney ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh pada 2026. Majalah tersebut secara khusus menyoroti peningkatan popularitas Carney setelah ia mengambil sikap tegas terhadap Trump.

Pada Selasa, Carney menempati posisi kedua dalam sejumlah pasar prediksi utama untuk Person of the Year Time, di bawah Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Pemenang penghargaan tersebut akan diumumkan pada 10 Desember.

Profesor New York University Scott Galloway bahkan mengatakan Carney sudah hampir pasti mendapatkan penghargaan tersebut.

“Saya yakin, tanpa keraguan, Person of the Year Time sudah ditentukan dan itu akan menjadi Mark Carney,” kata Galloway.

Dalam podcast Galloway, jurnalis Fareed Zakaria juga mengatakan Carney mendapat perhatian internasional karena menawarkan “bahasa dan jalan” bagi negara-negara yang menghadapi Amerika Serikat yang semakin sulit di prediksi untuk membangun aliansi baru.

Carney Dorong Tatanan Global Baru

Pengaruh internasional Carney meningkat tajam sejak Januari ketika ia berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Saat itu, Carney menyatakan tatanan internasional lama tidak akan kembali. Ia mendorong negara-negara kekuatan menengah untuk bekerja sama daripada menunggu sistem lama kembali.

Carney menyampaikan pernyataan tersebut saat sejumlah pemimpin Eropa menghadapi tekanan Trump terkait ambisinya mengakuisisi Greenland serta ancaman tarif terhadap berbagai negara.

“Kita berada di tengah sebuah keretakan, bukan sebuah transisi,” kata Carney dalam pidatonya yang mendapat tepuk tangan meriah.

Sejak saat itu, Carney berupaya menerapkan gagasannya mengenai tatanan global baru. Kanada mempererat hubungan dengan Eropa dan mencari mitra baru di Asia ketika kebijakan tarif Trump semakin mengguncang hubungan tradisional Kanada-Amerika Serikat.

Bulan ini, anggota parlemen Eropa kembali memberikan tepuk tangan kepada Carney setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan pembukaan peluang bagi Kanada untuk menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa.

Menurut Nelson Wiseman, profesor emeritus University of Toronto, meningkatnya profil internasional Carney tidak terlepas dari keberaniannya menghadapi Trump.

“Tekanan Trump terhadap Kanada telah membantu meningkatkan posisi Carney di mata dunia,” kata Wiseman.

Namun, peluang Carney meraih Nobel Perdamaian maupun Person of the Year Time masih bersifat spekulatif. Komite Nobel dan Time yang nantinya akan menjadi penentu hasil akhirnya, bukan pasar prediksi atau jajak pendapat publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pasukan Yaman Rebut Mokha, Saudi Bantu Lewat Udara

6 Okt 2026 - 08:48 WIB

Pasukan Yaman Rebut Mokha, Saudi Bantu Lewat Udara

Pentagon Hentikan Penggunaan AI Anthropic, Tak Lagi Pakai Claude

6 Okt 2026 - 07:47 WIB

Pentagon Hentikan Penggunaan AI Anthropic, Tak Lagi Pakai Claude

Gara-gara Rebutan Parkir, Seorang Anak Tewas, Tiga Luka-luka

5 Okt 2026 - 08:23 WIB

Gara-gara Rebutan Parkir, Seorang Anak Tewas, Tiga Luka-luka

Demo Pelajar Meluas, 500 Sekolah di Perancis Terancam Tutup

5 Okt 2026 - 07:48 WIB

Demo Pelajar Meluas, 500 Sekolah di Perancis Terancam Tutup

Yaman Umumkan Operasi Militer Besar untuk Rebut Wilayah Houthi

5 Okt 2026 - 06:00 WIB

Yaman Umumkan Operasi Militer Besar untuk Rebut Wilayah Houthi
Trending di Internasional