IRLANDIA, 14 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia dan fasilitas lain yang digunakan untuk memproduksi serta menyalurkan bahan bakar diesel.
Trump menilai serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia ikut memperburuk kelangkaan diesel di pasar global. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Minggu (13/9) waktu setempat di Irlandia.
Desakan itu disampaikan setelah harga rata-rata diesel di Amerika Serikat menembus 6 dollar AS per galon pada Jumat (11/9), mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Trump mengatakan dirinya telah membicarakan persoalan tersebut dengan Zelenskyy. Menurut dia, Ukraina masih memiliki banyak sasaran lain dan seharusnya tidak menjadikan fasilitas diesel Rusia sebagai target.
“Zelenskyy harus melakukan satu hal. Dia harus berhenti menghancurkan bahan bakar diesel di Rusia,” kata Trump kepada wartawan saat menghadiri Irish Open di Doonbeg, Irlandia.
Trump menambahkan bahwa serangan terhadap fasilitas diesel Rusia tidak hanya berdampak terhadap Rusia, tetapi juga memperburuk kondisi pasar bahan bakar dunia. “Jangan menyerang bahan bakar diesel, karena itu merugikan dunia,” ujarnya.
Krisis Diesel Dunia Makin Tertekan
Kekhawatiran Trump muncul ketika pasar bahan bakar global memang sedang menghadapi tekanan besar. Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) menunjukkan ekspor bersih diesel dan gasoil dari negara-negara Teluk pada Agustus hanya sekitar 390.000 barel per hari, atau lebih sedikit dari sebelum perang di kawasan tersebut.
IEA menyebut gangguan terhadap sistem pengilangan Rusia serta hampir terhentinya ekspor produk minyak Rusia setelah meningkatnya serangan Ukraina ikut memperburuk kehilangan pasokan global.
Gabungan ekspor diesel dan gasoil dari kawasan Teluk serta Rusia pada Agustus turun sekitar 1,6 juta barel per hari daripada Februari. Sebelum krisis, kedua kawasan tersebut menyumbang hampir 45 persen perdagangan diesel dan gasoil melalui jalur laut dunia.
Gangguan pasokan dari Timur Tengah menjadi faktor penting lainnya. Konflik yang melibatkan Iran telah menghambat lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling strategis di dunia.
IEA sebelumnya mencatat gangguan di kawasan Timur Tengah dan serangan terhadap kilang minyak Rusia telah menekan kapasitas pengolahan minyak dunia serta memperketat pasar produk olahan, terutama diesel.
Ukraina Terus Menyerang Infrastruktur Energi Rusia
Ukraina selama berbulan-bulan melancarkan serangan jarak jauh terhadap industri minyak dan gas Rusia. Serangan tersebut bertujuan untuk mengurangi kemampuan Moskow membiayai sekaligus mendukung operasi militernya di Ukraina. Di sisi lain, dampaknya turut mengganggu produksi dan distribusi bahan bakar Rusia.
Rusia bahkan memberlakukan pembatasan ekspor diesel setelah gangguan terhadap sistem pengilangan dan pasokan domestik meningkat.
Pada Minggu, Ukraina kembali mengklaim telah menyerang fasilitas minyak Rusia. Dinas intelijen pertahanan Ukraina mengatakan drone mereka menyerang unit pengolahan minyak dan area tangki penyimpanan di sebuah kilang di Slavyansk-on-Kuban, wilayah Krasnodar.
Pemerintah daerah Krasnodar mengatakan serangan terhadap sebuah fasilitas industri menyebabkan tiga orang terluka dan merusak pipa minyak.
Di Tatarstan, dua orang juga dilaporkan tewas setelah sebuah drone menghantam pohon di dekat mobil yang sedang terparkir di Nizhnekamsk. Kota tersebut merupakan salah satu pusat industri minyak dan pengilangan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 389 drone Ukraina dalam serangan malam hari.
Rusia Juga Intensifkan Serangan ke Ukraina
Di tengah seruan Trump tersebut, pertempuran antara Rusia dan Ukraina terus berlangsung. Rusia meningkatkan serangan udara ke sejumlah wilayah Ukraina dalam beberapa pekan terakhir dengan menggunakan drone dan rudal. Infrastruktur energi Ukraina kembali menjadi salah satu sasaran utama menjelang musim dingin.
Di Odesa, sedikitnya sembilan orang terluka akibat serangan besar-besaran Rusia pada Minggu. Odesa merupakan salah satu pusat pelabuhan utama Ukraina di Laut Hitam. Pemerintah Kyiv menuduh Moskow berusaha mengganggu aktivitas pelabuhan dan jalur ekspor Ukraina.
Sehari sebelumnya, serangan drone Rusia menghantam sebuah gedung bertingkat di Odesa. Dua orang dilaporkan tewas dan 26 lainnya terluka.
Serangan Rusia juga mencapai wilayah Ukraina bagian barat. Sebuah drone terlihat memicu kebakaran di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di dekat perlintasan perbatasan Yahodyn-Dorohusk yang menghubungkan Ukraina dan Polandia. Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut serangan tersebut sebagai ancaman terhadap jalur yang menjadi salah satu pintu masuk bantuan militer dan kemanusiaan dari negara-negara Barat.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan sistem pertahanan mereka menembak jatuh atau mengganggu 409 drone Rusia dalam serangan malam tersebut. Secara keseluruhan, Rusia terhitung meluncurkan 453 drone.
Krisis energi kini menjadi salah satu dampak yang semakin terasa dari konflik yang berlangsung di berbagai kawasan. Di tengah harga bahan bakar yang terus meningkat, Trump meminta Ukraina tidak lagi menjadikan fasilitas diesel Rusia sebagai sasaran, dengan alasan dampaknya telah meluas hingga ke pasar energi dunia.












