Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Trump Ngamuk Lagi, Ancam Larang Ekspor Solar Ke Eropa

badge-check

Ilustrasi orang mengisi BBM. (Foto: PEXELS) Perbesar

Ilustrasi orang mengisi BBM. (Foto: PEXELS)

WASHINGTON, 2 Oktober 2026 — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya sedang pertimbangkan akan larang ekspor solar dari AS di tengah melonjaknya harga bahan bakar dan gangguan pasokan global.

Trump juga menyebut kemungkinan meminta negara-negara Eropa untuk melepaskan sebagian cadangan solar mereka guna membantu mengatasi kekurangan pasokan. “Kami sedang memikirkannya dengan sangat serius,” kata Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika harga solar di berbagai negara mengalami kenaikan tajam akibat terganggunya pasokan energi global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan mendesak negara-negara Eropa untuk segera menyiapkan dan melepaskan cadangan solar mereka.

“Para mitra kami di Eropa harus mempercepat pengiriman berdasarkan komitmen yang telah ada dan segera menyediakan pasokan tambahan untuk mengatasi gangguan yang sedang berlangsung,” ujar Bessent melalui media sosial.

AS Pemasok Penting Solar Dunia

Amerika Serikat merupakan salah satu pemasok solar utama bagi pasar global. Negara tersebut mengekspor sekitar 1,2 juta hingga 1,5 juta barel solar per hari. Karena itu, rencana pembatasan ekspor AS dikhawatirkan justru semakin memperketat pasokan solar di pasar internasional dan mendorong harga lebih tinggi.

David Fyfe, kepala ekonom Argus Media, memperingatkan bahwa penghentian pasokan solar dari AS berpotensi menyebabkan harga internasional melonjak.

Di AS sendiri, Trump berpendapat bahwa mempertahankan kelebihan pasokan solar di AS dapat membantu menekan harga di tingkat konsumen.

Langkah tersebut di nilai dapat memberikan keringanan bagi pengemudi, perusahaan angkutan, petani, dan pelaku usaha AS yang terdampak kenaikan harga bahan bakar.

Inggris Siapkan Respons Bersama Eropa

Inggris telah menggelar pembicaraan dengan sejumlah negara Eropa untuk mempersiapkan kemungkinan larangan ekspor solar oleh AS. Menteri Energi Inggris Martin McCluskey mengikuti pembicaraan dengan para mitranya di Eropa pada Kamis untuk membahas situasi tersebut.

Pemerintah Inggris juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kemungkinan kekurangan solar. “Kami memiliki pasokan yang beragam dan tangguh. Kami terus berkomunikasi dengan mitra internasional dan industri bahan bakar Inggris,” kata juru bicara pemerintah Inggris.

Meski demikian, pemerintah memperkirakan harga bahan bakar masih dapat mengalami kenaikan.

Komisi Eropa mengatakan sejumlah pembicaraan mengenai kondisi pasar solar sedang berlangsung, termasuk komunikasi dengan pejabat senior pemerintahan AS.

Harga Solar Inggris Tembus Rekor

Harga solar di Inggris telah mencapai rekor tertinggi. Menurut organisasi otomotif RAC, harga rata-rata solar di Inggris mencapai 199,79 pence per liter atau sekitar Rp47.350 per liter. Angka ini meningkat tajam dari sebelumnya 142,38 pence per liter atau sekitar Rp33.700 per liter.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika pasar energi global menghadapi gangguan pasokan.

Harga bensin dan solar melonjak sejak pecahnya perang AS-Israel dengan Iran pada Februari. Penutupan Selat Hormuz, jalur penting yang biasanya menjadi lintasan sekitar seperlima minyak dan gas dunia, turut mengganggu pasokan dan mendorong kenaikan harga produk olahan minyak.

Tekanan terhadap pasar juga bertambah akibat larangan ekspor dari Rusia, yang merupakan salah satu pemasok solar utama dunia.

Solar Sulit Digantikan

Solar memiliki peran penting dalam sektor transportasi dan pertanian sehingga permintaannya relatif sulit ditekan dalam waktu singkat. Bahan bakar tersebut digunakan secara luas oleh kendaraan angkutan barang dan sektor pertanian.

Inggris menjadi salah satu negara yang cukup bergantung pada impor solar. Empat kilang minyak di negara tersebut mampu memproduksi bensin dalam jumlah lebih dari kebutuhan domestik, tetapi produksinya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan solar.

Data Departemen Transportasi Inggris menunjukkan terdapat sekitar 15,1 juta kendaraan solar yang beroperasi di jalan raya Inggris pada akhir Juni. Jumlah tersebut turun dari sekitar 15,7 juta kendaraan pada tahun sebelumnya.

Jumlah mobil diesel juga turun menjadi sekitar 9,8 juta unit dari 10,4 juta unit setahun sebelumnya.

Rencana Trump membatasi ekspor solar kini menjadi perhatian pasar global karena AS merupakan pemasok penting bagi negara-negara lain. Jika pasokan dari AS berkurang, negara pengimpor harus mencari sumber alternatif di tengah kondisi pasar yang sudah mengalami tekanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal, Perbatasan Korea Memanas

3 Okt 2026 - 08:06 WIB

Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal, Perbatasan Korea Memanas

Harga Solar Melonjak, G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Cadangan

3 Okt 2026 - 06:57 WIB

Harga Solar Melonjak, G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Arab Saudi Akan Serang Houthi di Yaman, Siapkan Dua Strategi

3 Okt 2026 - 06:40 WIB

Arab Saudi Akan Serang Houthi di Yaman, Siapkan Dua Strategi

Pemerintah Inggris: Manchester City Tidak Kebal Hukum

2 Okt 2026 - 10:15 WIB

Pemerintah Inggris: Manchester City Tidak Kebal Hukum

AS Kerahkan 9.000 Personel Militer Tambahan ke Timur Tengah

2 Okt 2026 - 09:38 WIB

AS Kerahkan 9.000 Personel Militer Tambahan ke Timur Tengah
Trending di Internasional