Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Eksekusi Empat Warga Kanada oleh Tiongkok Picu Ketegangan Diplomatik

badge-check


					Mélanie Joly, Menteri Luar Negeri Kanada Perbesar

Mélanie Joly, Menteri Luar Negeri Kanada

Ottawa – Eksekusi empat warga negara Kanada oleh otoritas Tiongkok atas tuduhan kejahatan narkoba telah memicu ketegangan diplomatik antara Ottawa dan Beijing.

Menteri Luar Negeri Kanada, Mélanie Joly, mengutuk keras tindakan tersebut dan menyatakan bahwa pemerintah Kanada akan terus mengupayakan keringanan hukuman bagi warga negaranya yang menghadapi situasi serupa di Tiongkok.

Keempat warga Kanada yang dieksekusi tersebut diketahui memiliki kewarganegaraan ganda Kanada-Tiongkok. Meskipun Tiongkok tidak mengakui kewarganegaraan ganda, pemerintah Tiongkok mengakui status kewarganegaraan Kanada mereka dalam kasus ini. ​

Kedutaan Besar Tiongkok di Ottawa membela tindakan tersebut dengan menekankan kebijakan keras mereka terhadap kejahatan narkoba. Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar Tiongkok menekankan bahwa kejahatan terkait narkoba merupakan kejahatan berat yang sangat berbahaya bagi masyarakat. ​

Hubungan diplomatik antara Kanada dan Tiongkok telah mengalami ketegangan sejak 2018, terutama setelah penahanan eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, di Vancouver atas permintaan ekstradisi Amerika Serikat.

Sebagai tanggapan, Tiongkok menahan dua warga Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor, atas tuduhan spionase. Meskipun ketiganya telah dibebaskan pada 2021, hubungan kedua negara tetap tegang. ​

Eksekusi warga negara asing di Tiongkok jarang terjadi, namun bukan tanpa preseden. Pada 2009, Tiongkok mengeksekusi warga negara Inggris, Akmal Shaikh, atas tuduhan penyelundupan narkoba, meskipun ada permohonan grasi dari pemerintah Inggris. ​

Pemerintah Kanada terus menentang penggunaan hukuman mati dan berkomitmen untuk melindungi hak asasi warga negaranya di luar negeri. Menteri Luar Negeri Joly menegaskan bahwa Ottawa akan terus mengupayakan keringanan hukuman bagi warga Kanada lainnya yang menghadapi ancaman hukuman mati di Tiongkok. ​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional