Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

FSU Kembali Buka Kelas Senin Usai Insiden Penembakan, Mahasiswa Diberi Fleksibilitas Belajar

badge-check

Warga Florida berkumpul dalam doa bersama sehari setelah penembakan di FSU. Perbesar

Warga Florida berkumpul dalam doa bersama sehari setelah penembakan di FSU.

Tallahassee – Empat hari setelah insiden penembakan tragis yang mengguncang kampus Florida State University (FSU), pihak universitas menyatakan bahwa kegiatan belajar-mengajar akan kembali dilanjutkan pada Senin (21/4/2025). Namun, dengan mempertimbangkan kondisi psikologis mahasiswa dan dosen, FSU memberikan opsi fleksibel bagi seluruh sivitas akademika.

Presiden FSU, Richard McCullough, dalam surat resminya kepada mahasiswa dan staf pengajar, menyatakan bahwa kelas dapat diselenggarakan baik secara daring maupun tatap muka. Kebijakan kehadiran wajib yang biasa memengaruhi penilaian juga sementara dicabut.

“Kami ingin semua orang mendapatkan dukungan dan bantuan yang mereka butuhkan. Bagi sebagian mahasiswa, mungkin artinya adalah tidak kembali ke ruang kelas. Bagi yang lain, berkumpul dalam komunitas dan fokus pada kegiatan akademik justru bisa memberikan ketenangan. Tidak ada satu jawaban benar untuk semua,” tulis McCullough.

FSU juga membuka kemungkinan bagi mahasiswa untuk mengajukan nilai incomplete jika merasa belum mampu menyelesaikan mata kuliah tertentu akibat dampak insiden.

Insiden penembakan terjadi pada Kamis (18/4/2025) menjelang waktu makan siang. Polisi Tallahassee menyebut pelaku bernama Phoenix Ikner (20), mahasiswa FSU yang juga merupakan anak tiri seorang deputi sheriff. Ia dilaporkan tiba di kampus sekitar satu jam sebelum kejadian, berkeliaran di dekat area parkir, dan kemudian berjalan di dalam serta luar gedung sambil menembakkan pistol.

Aksi brutal tersebut berlangsung sekitar empat menit sebelum petugas kepolisian berhasil melumpuhkan Ikner dengan tembakan. Ia kini dalam kondisi luka dan dalam pengawasan pihak berwenang.

Dua orang tewas dalam insiden tersebut, yakni Robert Morales, seorang koordinator layanan makan di kampus, serta Tiru Chabba, eksekutif perusahaan penyedia jasa makanan Aramark. Identitas keduanya dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kuasa hukum.

FSU bersama otoritas setempat kini tengah fokus pada pemulihan pasca tragedi. Sejumlah layanan konseling dan trauma healing telah dibuka untuk seluruh warga kampus.

“Kami berdiri bersama dalam duka dan berusaha bangkit sebagai komunitas,” tutup McCullough dalam pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mantan Hakim ICC Raih Nobel Perdamaian, Trump Jatuhkan Sanksi terhadap ICC

10 Okt 2026 - 10:07 WIB

Mantan Hakim ICC Raih Nobel Perdamaian, Trump Jatuhkan Sanksi terhadap ICC

Demo Pelajar Meluas di Perancis, Apa Penyebabnya?

10 Okt 2026 - 08:53 WIB

Demo Pelajar Meluas di Perancis, Apa Penyebabnya?

Tiga Hari Sebelum Latihan Evakuasi Nasional, Panama Diguncang Gempa M 7,7

10 Okt 2026 - 08:08 WIB

Tiga Hari Sebelum Latihan Evakuasi Nasional, Panama Diguncang Gempa M 7,7

Trump Klaim Sepakat dengan Putin, Rusia Akan Pasok 1,8 Juta Ton Solar ke AS

10 Okt 2026 - 07:20 WIB

Trump Klaim Sepakat dengan Putin, Rusia Akan Pasok 1,8 Juta Ton Solar ke AS

Adidas Gugat White Fox di Australia soal Desain Empat Garis

9 Okt 2026 - 07:45 WIB

Adidas Gugat White Fox di Australia soal Desain Empat Garis
Trending di Internasional