Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Ribuan Umat Berkumpul untuk Beri Penghormatan Terakhir pada Paus Fransiskus

badge-check

Jenazah Paus Fransiskus dibawa ke Basilika Santo Petrus untuk tiga hari prosesi pembaringan, di Kota Vatikan, 23 April. Perbesar

Jenazah Paus Fransiskus dibawa ke Basilika Santo Petrus untuk tiga hari prosesi pembaringan, di Kota Vatikan, 23 April.

Vatikan – Ribuan orang memadati Basilika Santo Petrus pada Rabu (23/4/2024) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, yang jenazahnya disemayamkan selama tiga hari sebelum pemakaman pada Sabtu.

Antrean panjang terlihat di sepanjang jalan utama menuju Vatikan, dengan para peziarah bergerak perlahan di bawah terik matahari musim semi untuk melihat almarhum Paus yang terbaring dalam peti terbuka.

Jenazah Paus berusia 88 tahun itu dibawa ke Basilika Santo Petrus dalam prosesi khidmat setelah ia meninggal dua hari sebelumnya akibat stroke di kediamannya, Casa Santa Marta.

Prosesi Penuh Khidmat

Kardinal dengan topi merah, uskup, biarawan pembawa lilin, dan Garda Swiss dengan helm khas berjalan lambat memasuki Lapangan Santo Petrus sambil melantunkan mazmur dan doa dalam bahasa Latin.

Saat peti melintasi lapangan, ribuan umat yang hadir bertepuk tangan sebagai bentuk penghormatan tradisional Italia.

“Dia seperti anggota keluarga. Sangat dekat di hati kami, seorang yang membuat Gereja terasa mudah diakses dan inklusif bagi semua,” kata Rachel Mckay, peziarah asal Inggris.

Peti jenazah kemudian dibawa masuk ke dalam basilika oleh 14 petugas berkostum hitam dan sarung tangan putih, melewati pintu perunggu raksasa menuju bagian dalam gereja megah yang hening.

Campuran Emosi di Tengah Umat

Paus Fransiskus terakhir kali terlihat di publik pada Minggu (20/4/2024) saat ia menyapa umat dalam perayaan Paskah dengan mobil kepausannya. Kesehatan sempat terganggu setelah ia dirawat lima minggu karena pneumonia.

Suster Genevieve Jeanningros, seorang biarawati dari Ostia yang dikenal dekat dengan komunitas LGBTQ, menangis di samping peti jenazah.

“Rasanya tidak nyata… melihat jenazahnya dan mengingat segala yang ia perjuangkan sangatlah mengharukan,” ujar Alex Lenrtz, peziarah asal AS.

Jenazah Paus Fransiskus dibawa dalam peti mati ke Basilika Santo Petrus di Vatikan pada hari prosesi pemindahannya, di Vatikan.
Jenazah Paus Fransiskus dibawa dalam peti mati ke Basilika Santo Petrus di Vatikan pada hari prosesi pemindahannya, di Vatikan.

Antrean Panjang dan Persiapan Pemakaman Paus Fransiskus

Jenazah Paus akan disemayamkan hingga Jumat malam. Vatikan memperpanjang waktu kunjungan karena tingginya jumlah peziarah, 19.430 orang telah memberi penghormatan dalam 8,5 jam pertama.

Pemakaman pada Sabtu akan dihadiri pemimpin dunia, termasuk Presiden Trump, yang kerap berselisih dengan Paus Fransiskus dalam isu imigrasi.

Spekulasi Pengganti Paus Fransiskus

Konklaf untuk memilih Paus baru diperkirakan baru dimulai setelah 6 Mei 2024. Tidak ada kandidat kuat, meski sejumlah nama seperti Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina) dan Pietro Parolin (Italia) disebut sebagai favorit.

Paus Fransiskus dikenal sebagai reformis yang memperjuangkan inklusivitas, termasuk bagi kelompok minoritas. Kardinal-kardinal kini harus memutuskan apakah melanjutkan reformasi atau kembali ke konservatisme.

Kardinal Anders Arborelius dari Swedia menyarankan agar penerus Paus dipilih dari luar Eropa, seperti Afrika atau Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 Apr 2026 - 07:23 WIB

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 Apr 2026 - 10:04 WIB

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 Apr 2026 - 12:08 WIB

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 Apr 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz
Trending di Internasional