Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

TikToker Myanmar Ditangkap Usai Ramal Gempa

badge-check


					Ramalan viral John Moe The di TikTok yang menyebabkan dirinya ditahan aparat keamanan Myanmar karena dianggap menimbulkan kekacauan. Perbesar

Ramalan viral John Moe The di TikTok yang menyebabkan dirinya ditahan aparat keamanan Myanmar karena dianggap menimbulkan kekacauan.

Yangon – Seorang TikToker Myanmar, John Moe The, ditangkap oleh otoritas setempat pada Selasa (22/4/2025) setelah membuat ramalan gempa bumi yang viral di media sosial dan memicu kepanikan di tengah masyarakat. Ramalan tersebut muncul hanya dua pekan setelah gempa besar melanda negara tersebut dan menewaskan ribuan orang.

Menurut Kementerian Informasi Myanmar, John Moe The dituduh menyebarkan pernyataan palsu yang disengaja untuk menimbulkan kepanikan publik. Dalam video TikTok yang diunggah pada 9 April lalu, ia memperingatkan bahwa gempa akan “mengguncang setiap kota di Myanmar” pada 21 April. Video itu telah ditonton lebih dari tiga juta kali sebelum akunnya dinonaktifkan.

“Orang-orang harus membawa barang-barang penting dan menjauh dari bangunan saat terjadi guncangan,” katanya dalam video tersebut. Dalam keterangannya, ia juga meminta masyarakat untuk tidak berada di gedung tinggi pada siang hari.

Ramalan tersebut membuat sebagian warga panik. Seorang warga Yangon menyatakan bahwa banyak tetangganya memilih tidur di luar rumah karena khawatir dengan prediksi itu.

John Moe The dikenal di media sosial karena konten ramalan berbasis astrologi dan pembacaan garis tangan. Akun TikTok-nya memiliki lebih dari 300.000 pengikut sebelum dihapus.

Penangkapannya dilakukan dalam sebuah penggerebekan di kediamannya di Sagaing. Wilayah itu terdampak parah oleh gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada 28 Maret lalu. Gempa tersebut menewaskan sekitar 3.500 orang, merusak ribuan bangunan, termasuk sejumlah kuil kuno, dan bahkan terasa hingga Bangkok, Thailand.

Para ahli seismologi menegaskan bahwa gempa bumi tidak bisa diprediksi secara akurat. Kompleksitas dan keragaman faktor geologis yang terlibat membuat prediksi semacam itu tidak ilmiah dan berisiko menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.

Gempa besar pada Maret lalu bahkan membuat junta militer Myanmar mengeluarkan permintaan langka untuk bantuan internasional — sebuah langkah yang jarang diambil dalam situasi krisis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional