Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Krisis Kashmir Memanas, Pakistan Sebut Serangan India “Hampir Pasti”

badge-check


					Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif. Perbesar

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif.

Islamabad – Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, pada Senin (28/4/2025) memperingatkan bahwa serangan militer dari India kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu dekat. Peringatan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara dua negara bersenjata nuklir tersebut, setelah serangan maut terhadap wisatawan di Kashmir pekan lalu.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 26 orang dan memicu kemarahan luas di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. New Delhi menuduh Islamabad berada di balik aksi militan tersebut di wilayah Kashmir, daerah sengketa yang sudah menjadi sumber konflik dan krisis berkepanjangan di antara kedua negara.

“Kami telah memperkuat pasukan karena ini sesuatu yang sudah hampir pasti terjadi. Dalam situasi seperti ini, sejumlah keputusan strategis perlu diambil, dan keputusan itu sudah diambil,” kata Asif di kantornya di Islamabad.

Meningkatnya retorika dari pihak India, menurut Asif, menjadi salah satu indikator kuat ancaman serangan tersebut. Ia menyatakan bahwa militer Pakistan telah memberikan pengarahan kepada pemerintah mengenai kemungkinan skenario serangan, meskipun ia tidak merinci lebih jauh.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan India belum memberikan tanggapan atas pernyataan dari Pakistan.

Senjata Nuklir Sebagai Pilihan

Paska serangan di Kashmir, India menuduh dua pelaku yang ditangkap adalah warga Pakistan, klaim yang segera dibantah oleh Islamabad. Pemerintah Pakistan justru menyerukan dilakukannya investigasi independen atas insiden tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi sendiri telah bersumpah akan membawa para pelaku ke pengadilan dan menjatuhkan hukuman yang setimpal.

Di tengah ketegangan ini, Pakistan dinyatakan dalam siaga tinggi. Meski demikian, Asif menegaskan, penggunaan senjata nuklir hanya akan menjadi pilihan apabila “ada ancaman langsung terhadap eksistensi kami.”

Sebagai bagian dari upaya diplomatik, Islamabad telah menghubungi sejumlah negara sahabat, termasuk negara-negara Teluk dan Tiongkok, serta mengadakan komunikasi dengan Inggris dan Amerika Serikat.

“Beberapa sahabat kami di kawasan Teluk telah berbicara kepada kedua belah pihak,” kata Asif, tanpa menyebutkan negara mana saja yang dimaksud.

Pemerintah Tiongkok pada Senin menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menyambut baik setiap upaya meredakan ketegangan. Sementara itu, Amerika Serikat dilaporkan memilih untuk tidak langsung campur tangan. Meski tetap berhubungan dengan kedua negara dan mendorong penyelesaian yang “bertanggung jawab.”

Sejarah mencatat, Washington kerap berperan dalam meredakan ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara yang merdeka pada 1947 dari penjajahan Inggris.

Saling Balas Imbas Krisis Kashmir

Sebagai balasan, India menangguhkan Perjanjian Air Indus, sebuah perjanjian penting mengenai pembagian sumber daya sungai yang vital bagi kedua negara. Pakistan, di sisi lain, menutup wilayah udaranya untuk maskapai penerbangan India.

Asif menilai keputusan India terkait Perjanjian Air Indus sebagai “tindakan perang” yang dapat mengancam daerah-daerah rentan di Pakistan. Ia menambahkan, perjanjian yang telah bertahan melewati berbagai konflik ini mendapat dukungan dari lembaga-lembaga internasional.

“Kami telah membawa masalah ini ke forum-forum yang relevan, termasuk mendesak komunitas internasional dan Bank Dunia untuk melindungi perjanjian tersebut,” ujarnya.

Ketegangan di antara kedua negara ini mengingatkan kembali pada luka lama. India pernah menuduh Pakistan mendukung kelompok militan yang bertanggung jawab atas serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang. Tuduhan itu hingga kini tetap dibantah oleh Islamabad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional