Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Penembakan di Sekolah Austria Tewaskan 10 Orang, Pelaku Bunuh Diri

badge-check


					Polisi berjaga-jaga saat anak-anak dievakuasi dari sekolah setelah insiden penembakan mematikan di Graz, Austria, pada 10 Juni 2025. (foto: REUTERS/Borut Zivulovic) Perbesar

Polisi berjaga-jaga saat anak-anak dievakuasi dari sekolah setelah insiden penembakan mematikan di Graz, Austria, pada 10 Juni 2025. (foto: REUTERS/Borut Zivulovic)

Graz – Tragedi penembakan di sebuah sekolah menengah menggemparkan Austria pada Selasa (10/6/2025). Seorang alumni, menewaskan 10 orang, dan melukai belasan lainnya di sebuah sekolah menengah di kota Graz. Insiden ini disebut sebagai penembakan sekolah paling mematikan dalam sejarah modern Austria.

Menteri Dalam Negeri Austria, Gerhard Karner, menyatakan bahwa enam korban tewas adalah perempuan dan tiga laki-laki. Seorang korban lainnya yang sempat dirawat akhirnya meninggal dunia di rumah sakit Graz, menjadikan jumlah korban jiwa menjadi 10 orang.

“Ini adalah hari kelam dalam sejarah negara kita,” kata Kanselir Austria Christian Stocker dalam konferensi pers di Graz.

Pelaku, pria berusia 21 tahun, ditemukan tewas di kamar mandi sekolah. Polisi menduga ia bertindak sendiri. Dua senjata api—sebuah shotgun dan pistol—ditemukan di lokasi kejadian.

Motif Belum Jelas, Pelaku Tinggalkan Surat Perpisahan

Direktur Jenderal Keamanan Publik Austria, Franz Ruf, menyebutkan bahwa pelaku meninggalkan surat perpisahan dalam bentuk fisik dan digital yang berisi ucapan selamat tinggal kepada orang tuanya. Namun, tidak ditemukan penjelasan mengenai motif penyerangan tersebut.

“Motif masih kami selidiki, namun sejauh ini belum ada indikasi keterkaitan dengan ekstremisme atau terorisme,” ujar Ruf dalam wawancara dengan stasiun penyiaran publik ORF.

Menurut laporan media lokal Salzburger Nachrichten, pelaku sempat masuk ke dua ruang kelas dan menembaki para siswa. Salah satu kelas tersebut disebut pernah menjadi ruang kelasnya saat masih bersekolah di sana. Disebutkan pula bahwa pelaku sempat mengalami perundungan (bullying) saat masih menjadi siswa.

Respon Cepat dan Hari Berkabung Nasional

Sekitar 300 polisi langsung bergerak ke lokasi tak lama setelah terdengar tembakan pada pukul 10.00 pagi waktu setempat. Ambulans tiba dalam hitungan menit dan area sekolah langsung disterilkan.

Dalam konferensi pers, Kanselir Stocker mengumumkan tiga hari berkabung nasional dan menginstruksikan mengheningkan cipta selama satu menit pada pukul 10.00 Rabu waktu setempat.

Austria Terkejut, Dunia Internasional Bersimpati

Penembakan ini mengejutkan masyarakat Austria dan komunitas internasional. Kanselir Jerman Friedrich Merz turut menyampaikan belasungkawa dan mengecam kekerasan yang terjadi di institusi pendidikan.

Austria adalah salah satu negara di Eropa dengan tingkat kepemilikan senjata tertinggi, yakni sekitar 30 senjata api per 100 orang, menurut data Small Arms Survey.

Sebelumnya, Austria pernah mengalami serangan besar, di antaranya penembakan oleh pelaku ekstremis di pusat kota Wina pada 2020 yang menewaskan 4 orang dan melukai 22 lainnya. Namun, insiden di Graz ini menjadi yang paling mematikan dalam konteks sekolah.

Insiden Penembakan Terburuk dalam Sejarah Sekolah Austria

Julia Ebner, pakar ekstremisme dari Institute for Strategic Dialogue, menyebut insiden di Graz sebagai penembakan sekolah terburuk dalam sejarah Austria pascaperang dunia kedua.

“Ini menjadi momentum penting bagi Austria untuk mengevaluasi sistem keamanan sekolah dan akses terhadap senjata api,” kata Ebner.

Polisi masih terus menyelidiki latar belakang pelaku, termasuk potensi masalah kejiwaan serta jejak digital pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional