Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Diguncang 900 Gempa, Warga Kepulauan Jepang Sulit Tidur

badge-check


					(foto: TW/SAM) Perbesar

(foto: TW/SAM)

Tokyo – Lebih dari 900 gempa bumi mengguncang Kepulauan Tokara, Jepang selatan, selama dua pekan terakhir. Aktivitas seismik yang tinggi ini membuat warga terus berjaga dan kesulitan beristirahat, meski belum ada laporan kerusakan atau peringatan tsunami yang dikeluarkan.

Pusat gempa berada di laut sekitar Kepulauan Tokara, sebuah gugusan pulau terpencil yang hanya dihuni sekitar 700 jiwa. Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa aktivitas gempa di wilayah tersebut “sangat aktif” sejak 21 Juni, dan memuncak dengan gempa berkekuatan 5,5 magnitudo pada Rabu (2/7/2025).

“Menakutkan sekali untuk bisa tidur dengan tenang,” ujar seorang warga. “Rasanya seperti terus-menerus berguncang.”

Warga Tidak Bisa Tidur dan Alami Kelelahan

Menurut media lokal, meskipun wilayah Tokara memang terkenal rawan gempa, frekuensi getaran yang terjadi kali ini terbilang tidak biasa. Kepala asosiasi warga di Pulau Akusekijima, Isamu Sakamoto (60), mengatakan bahwa getaran dimulai dengan hentakan dari bawah, lalu diikuti oleh goyangan rumah.

“Rasanya memusingkan. Setelah sekian banyak gempa, tanah seakan masih berguncang meski sebenarnya tidak,” kata Sakamoto.

Warga lain, Chizuko Arikawa (54), yang tinggal di tepi pantai dan mengelola peternakan sapi bersama suaminya, mengungkapkan suara aneh seperti gemuruh dari laut sering terdengar sebelum gempa terjadi, terutama di malam hari.

“Sungguh menyeramkan… Semua orang kelelahan. Kami hanya ingin ini berhenti.”

Kepulauan Tokara terdiri dari 12 pulau, namun hanya tujuh di antaranya yang berpenghuni. Beberapa pulau bahkan tidak memiliki rumah sakit, dan perjalanan menuju rumah sakit terdekat di Kagoshima dapat memakan waktu hingga enam jam dengan kapal feri.

Pemerintah desa Toshima menyatakan bahwa sejumlah warga mengalami kelelahan akibat kurang tidur. Mereka juga mengimbau media untuk tidak membanjiri warga dengan pertanyaan dan wawancara, guna menjaga ketenangan masyarakat.

Beberapa penginapan di Kepulauan Tokara juga telah menolak menerima wisatawan sementara waktu. Pihak desa menyebut akan menjadikan penginapan-penginapan tersebut sebagai tempat penampungan warga bila terjadi evakuasi.

Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat seiring dengan beredarnya rumor soal kemungkinan terjadinya gempa besar. Sebuah komik tahun 1999 karya mangaka Ryo Tatsuki telah memicu rumor-rumor tersebut. Dalam edisi yang terbit pada tahun 2021, ia mengklaim bahwa gempa besar berikutnya akan terjadi pada 5 Juli tahun ini. Meskipun klaim ini tidak berdasar ilmiah, sejumlah wisatawan membatalkan perjalanan ke Jepang karena khawatir.

Jepang di Cincin Api Pasifik

Jepang merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena letaknya di “Cincin Api Pasifik”, wilayah yang aktif secara tektonik. Negara ini mencatat sekitar 1.500 gempa setiap tahunnya. Sebagian besar tidak berbahaya, namun beberapa di antaranya pernah menimbulkan kerusakan besar seperti gempa dan tsunami 2011 yang menewaskan lebih dari 18.000 orang.

Pemerintah Jepang telah lama mewaspadai kemungkinan terjadinya “The Big One” – sebuah gempa besar yang diramalkan terjadi sekali dalam seabad. Skenario terburuk memprediksi lebih dari 300.000 korban jiwa. Awal pekan ini, pemerintah menyerukan peningkatan kesiapan nasional, termasuk pembangunan tanggul dan gedung evakuasi. Namun mereka mengakui, upaya yang ada masih jauh dari cukup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional