Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Inggris akan Akui Kemerdekaan Palestina, Tapi dengan Syarat

badge-check


					Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Perbesar

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

London – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa pemerintahannya hanya akan akui kemerdekaan negara Palestina dalam kerangka kesepakatan damai yang komprehensif. Pernyataan ini mengecewakan banyak anggota Partai Buruh yang mendesak langkah lebih cepat seperti yang dilakukan Prancis.

Starmer menyampaikan pernyataan ini setelah bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam upaya bersama menekan Israel untuk menghentikan serangan militernya di Gaza.

“Pengakuan negara Palestina harus menjadi salah satu langkah menuju solusi dua negara yang berkelanjutan dan memberikan keamanan bagi warga Palestina maupun Israel,” kata Starmer. “Saya tidak ragu soal itu. Tapi langkah tersebut harus menjadi bagian dari rencana yang lebih luas.”

Sikap ini muncul sehari setelah Macron mengumumkan bahwa Prancis akan secara resmi mengakui negara Palestina. Pengakuan itu mengikuti jejak Spanyol, Norwegia, dan Irlandia yang telah mengambil langkah serupa tahun lalu. Langkah Macron segera mendapat kecaman keras dari Israel dan Amerika Serikat.

Tekanan dari Dalam Negeri

Di dalam negeri, tekanan terhadap Starmer kian menguat. Lebih dari 220 anggota parlemen — sekitar sepertiga dari total anggota di House of Commons dan mayoritas dari Partai Buruh — menandatangani surat yang mendesaknya segera mengakui negara Palestina.

Wali Kota London dari Partai Buruh, Sadiq Khan, serta sejumlah anggota Komite Urusan Luar Negeri Parlemen, turut menyerukan agar pemerintah mengambil langkah konkret.

“Pemerintah tidak bisa terus menunggu momen yang sempurna, karena pengalaman membuktikan momen itu tidak akan pernah datang,” demikian pernyataan komite tersebut.

Shabana Mahmood, salah satu menteri dalam kabinet Starmer, juga menyatakan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina akan membawa banyak manfaat dan mengirimkan pesan kuat kepada Israel.

Namun demikian, Starmer tetap berpegang pada prinsip bahwa keputusan tersebut harus menjadi bagian dari kesepakatan perdamaian yang menyeluruh.

Kekhawatiran Hubungan dengan AS

Sikap kehati-hatian Starmer tampaknya terpengaruh oleh faktor hubungan Inggris-Amerika Serikat. Jumat malam ini, Presiden AS Donald Trump tiba di Skotlandia untuk kunjungan diplomatik. Hubungan antara Starmer dan Trump selama ini terjalin cukup hangat.

“Pertanyaannya kini adalah sejauh mana Inggris bisa bersikap independen dari AS. Terutama jika itu berpotensi memicu ketegangan dengan Washington, yang sangat dekat dengan Tel Aviv,” kata H. A. Hellyer, peneliti senior di Royal United Services Institute di London.

Menurutnya, ada kekhawatiran di tingkat tertinggi pemerintahan Inggris bahwa Trump dapat dengan mudah mengubah arah kebijakan luar negerinya secara drastis.  Perubahan tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung pada isu-isu yang menjadi kepentingan vital bagi Inggris.

Sementara itu, salah satu anggota parlemen dari Partai Buruh menyebut banyak anggota partai merasa kecewa terhadap pendekatan Starmer.

“Sebagian besar dari kami marah dengan apa yang terjadi di Gaza dan merasa pemerintah terlalu lemah,” kata anggota parlemen tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional