Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

India Tetap Beli Minyak Rusia, AS: Itu Sama Saja Biayai Perang!

badge-check


					Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih. (foto: REUTERS/Nathan Howard) Perbesar

Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih. (foto: REUTERS/Nathan Howard)

Washington – Seorang pejabat tinggi Gedung Putih, Stephen Miller, menuduh India secara tidak langsung membiayai perang Rusia di Ukraina dengan terus beli minyak dari Moskow. Kritik Miller ini merupakan salah satu yang paling tajam sejauh ini dari pemerintahan Trump terhadap salah satu mitra utama Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam wawancara dengan program Sunday Morning Futures di Fox News, Miller yang menjabat sebagai wakil kepala staf Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Trump “sangat jelas” menyampaikan ketidaksetujuannya atas keputusan India tersebut.

“Apa yang beliau (Trump) katakan sangat jelas, yakni sikap India untuk terus mendanai perang ini dengan membeli minyak dari Rusia itu tidak dapat diterima,” ujar Miller.

Ia juga menekankan bahwa India kini sejajar dengan China dalam hal volume pembelian minyak dari Rusia, menyebut fakta itu sebagai mencengangkan.”

Pernyataan tersebut menandai eskalasi diplomatik terbaru dari Washington terhadap salah satu mitra strategis utamanya di kawasan Indo-Pasifik. Hingga berita ini turun, Kedutaan Besar India di Washington belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.

India Tak Gentar, Tetap Beli Minyak Rusia

Namun, seperti dilaporkan Reuters pada Sabtu (2/8/2025), sejumlah sumber pemerintahan India yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa New Delhi tetap akan melanjutkan pembelian minyak dari Rusia, meskipun mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

Sebagai bentuk sanksi ekonomi, AS telah memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap berbagai produk asal India mulai Jumat pekan lalu. Tarif ini diberlakukan menyusul keputusan India untuk tetap menjalin kerja sama pertahanan dan energi dengan Rusia.

Trump juga mengancam akan menaikkan tarif impor hingga 100 persen terhadap negara-negara yang tetap membeli minyak dari Rusia, kecuali Moskow bersedia mencapai kesepakatan damai besar dengan Ukraina.

Meski begitu, Miller mencoba meredam ketegangan dengan menekankan hubungan pribadi yang kuat antara Presiden Trump dan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

“Hubungan Presiden Trump dengan PM Modi sangat luar biasa. Tapi ini adalah soal prinsip,” tuturnya.

Ketegangan antara dua negara demokrasi besar ini menyoroti tantangan yang dihadapi Washington dalam mempertahankan aliansinya sambil menekan Moskow atas invasinya ke Ukraina, yang memasuki tahun ketiga tanpa tanda-tanda mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional