Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Rombak Birokrasi, Menhan AS Pangkas 20 Persen Jenderal

badge-check

Menteri Pertahanan Pete Hegseth saat berpidato di Quantico. Rabu, 30 September 2026. (AP Photo/Alex Wong) Perbesar

Menteri Pertahanan Pete Hegseth saat berpidato di Quantico. Rabu, 30 September 2026. (AP Photo/Alex Wong)

QUANTICO, 1 Oktober 2026 — Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengumumkan sejumlah perubahan besar dalam tubuh militer AS, termasuk pembentukan komando baru yang berfokus pada drone serta pangkas 20 persen posisi jenderal dan laksamana.

Hegseth menyampaikan pengumuman tersebut dalam pidato bertajuk “State of the Force” di Pangkalan Korps Marinir AS di Quantico, Virginia, Rabu (30/9). Hegseth mengatakan pengurangan posisi perwira tinggi tersebut akan berlaku terhadap sekitar 800 posisi jenderal dan perwira tinggi militer.

Target pengurangan 20 persen itu diharapkan akan selesai paling lambat 1 Januari 2027. Hegseth sebelumnya sudah pernah memerintahkan untuk melakukan pengurangan sebesar 10 persen pada tahun lalu. “Saya menyebutnya akuntabilitas dan sesuatu yang sudah lama tertunda,” kata Hegseth dalam pidatonya.

AS Bentuk Komando Khusus Drone

Selain memangkas posisi perwira tinggi, Hegseth mengumumkan rencana membentuk komando baru berbintang empat yang akan bertugas mengawasi pengembangan dan penggunaan teknologi otonom serta robotik dalam peperangan.

Menurut Hegseth, perubahan tersebut diperlukan karena perkembangan teknologi militer berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem militer untuk beradaptasi.

Ia menyebut pembentukan komando drone itu sebagai bagian dari perubahan besar dalam cara militer AS mempersiapkan diri menghadapi peperangan modern.

Perang di Ukraina menjadi salah satu contoh yang disebut Hegseth. Penggunaan drone secara luas dalam konflik tersebut menunjukkan bagaimana sistem tanpa awak semakin berperan dalam operasi militer.

“Ironi dari pelajaran Ukraina bukanlah bahwa satu jenis drone memenangkan perang, melainkan perlunya sistem yang di rancang khusus untuk memaksimalkan kemampuan beradaptasi,” ujar Hegseth.

Namun, rencana tersebut baru muncul ketika salah satu unit Angkatan Darat AS di Eropa yang sebelumnya memiliki spesialisasi perang drone justru di hapus dan kembali menjadi batalion infanteri tradisional.

Musk dan Gingrich Terlibat Kajian Perang Masa Depan

Hegseth juga mengumumkan pembentukan program untuk mempelajari masa depan peperangan dan teknologi persenjataan. Program tersebut akan melibatkan CEO SpaceX Elon Musk, mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich, serta salah satu pendiri Anduril Industries, Palmer Luckey.

Hegseth mengatakan kajian tersebut akan berfokus pada pengembangan teknologi dan sistem persenjataan yang dibutuhkan militer AS pada masa mendatang.

Ia menekankan bahwa medan perang masa depan dapat mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari bawah permukaan Bumi hingga luar angkasa.

Pentagon Juga Siapkan Pangkalan Militer Baru

Dalam pidatonya, Hegseth juga mengumumkan rencana pembangunan pangkalan militer baru. Pangkalan tersebut akan menjadi pangkalan militer baru pertama yang dibangun AS dalam 40 tahun terakhir.

Hegseth membuka kesempatan bagi seluruh 50 negara bagian AS untuk mengajukan diri sebagai lokasi pangkalan tersebut. Pangkalan baru itu diperkirakan dapat menampung antara 15.000 hingga 25.000 personel militer.

Selain itu, Pentagon berencana membuat setiap pangkalan militer AS mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri.

Hegseth juga mengumumkan rencana pembentukan Office of Religious Affairs di lingkungan Departemen Pertahanan.

Pengurangan Jenderal Menuai Kritik

Rencana memangkas posisi jenderal dan laksamana mendapat perhatian dari sejumlah anggota Kongres. Senator Demokrat Mark Kelly, mantan pilot tempur Angkatan Laut AS, mengkritik kebijakan tersebut dan mengatakan pengurangan kepemimpinan militer dalam jumlah besar dapat berdampak panjang terhadap institusi militer.

Sementara itu, Senator Republik Mike Rounds mengatakan dia ingin memahami terlebih dahulu alasan di balik kebijakan tersebut.

Menurut Rounds, pengurangan struktur kepemimpinan mungkin akan bermanfaat jika tujuannya adalah mengurangi lapisan birokrasi. Tetapi ia mengatakan perlu melihat rincian kebijakannya terlebih dahulu.

Sebelumnya, Senator Jack Reed, juga meminta Hegseth berkonsultasi dengan Kongres sebelum menghapus posisi kepemimpinan senior. Reed mengatakan militer AS saat ini menjalankan berbagai operasi di sejumlah wilayah dunia sehingga perubahan besar pada struktur kepemimpinan perlu menjadi pertimbangan.

Hegseth Dorong Perubahan Besar di Pentagon

Pidato Hegseth di Quantico merupakan tahun kedua berturut-turut ia menyampaikan “State of the Force” kepada personel militer. Dalam pidato tahun ini, ia kembali menekankan agenda perubahan di tubuh militer AS.

Salah satu fokusnya adalah pengembangan teknologi baru, terutama drone, sistem otonom, dan robotik.

Pada saat yang sama, Pentagon juga menghadapi tantangan terkait kesiapan persenjataan dan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas industri pertahanan AS.

Hegseth mengatakan pemerintah AS telah meningkatkan investasi di sektor pertahanan dan mendorong perusahaan kontraktor mempercepat produksi untuk memperkuat persediaan senjata.

Sejumlah pakar memperkirakan industri pertahanan AS membutuhkan setidaknya tiga tahun untuk mengisi kembali persediaan sejumlah sistem persenjataan yang telah banyak terpakai dalam konflik Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Positif Narkoba, 3 Anggota DPRD Diamankan di Surabaya

1 Okt 2026 - 07:42 WIB

Positif Narkoba, 3 Anggota DPRD Diamankan di Surabaya

Kopilot Tusuk Kapten di Tengah Penerbangan, Penumpang Rebut Kokpit

1 Okt 2026 - 05:32 WIB

Kopilot Tusuk Kapten di Tengah Penerbangan, Penumpang Rebut Kokpit

Pakistan Siap Bela Arab Saudi dari Serangan Houthi

30 Sep 2026 - 10:04 WIB

Pakistan Siap Bela Arab Saudi dari Serangan Houthi

Mendagri Tito Akan Gerakkan ASN Jadi Komcad

30 Sep 2026 - 08:32 WIB

Mendagri Tito Akan Gerakkan ASN Jadi Komcad

Warga yang Ditembak Agen Imigrasi AS Kini Didakwa

30 Sep 2026 - 07:50 WIB

Warga yang Ditembak Agen Imigrasi AS Kini Didakwa
Trending di Internasional