JAKARTA, 3 Oktober 2026 — Perjalanan hukum aktor Bollywood Sanjay Dutt berlangsung lebih dari dua dekade, sejak ditangkap pada 1993 hingga akhirnya bebas dari penjara pada 2016.
Namun, Sanjay Dutt tidak menghabiskan 24 tahun di balik jeruji. Sebagian besar periode tersebut merupakan proses hukum ketika ia berada di luar penjara dengan jaminan. Karena itu, ia masih dapat melanjutkan karier dan membintangi sejumlah film.
Ditangkap pada 1993
Kasus Sanjay Dutt bermula setelah rangkaian ledakan bom di Bombay, yang kini dikenal sebagai Mumbai, pada 1993. Sanjay ditangkap pada 19 April 1993 terkait kepemilikan senjata ilegal dalam perkara tersebut.
Ia sempat menjalani sekitar 18 bulan sebagai tahanan sebelum Mahkamah Agung India memberikan jaminan pada Oktober 1995.
Setelah mendapatkan jaminan, Sanjay kembali menjalani kehidupan di luar penjara sambil menghadapi proses hukum yang panjang.
Pada periode inilah karier aktingnya tetap berjalan.
Tetap Berakting Selama Proses Hukum
Setelah keluar dengan jaminan, Sanjay Dutt kembali aktif di industri film Bollywood. Sejumlah film yang dibintanginya kemudian dirilis, termasuk Daud (1997), Vaastav: The Reality (1999), Mission Kashmir (2000), dan Munna Bhai M.B.B.S. (2003).
Film-film tersebut menunjukkan bahwa proses hukum yang masih berlangsung tidak otomatis membuat Sanjay kehilangan kesempatan untuk bekerja sebagai aktor selama ia tidak sedang menjalani hukuman penjara.
Pada 2007, pengadilan khusus TADA membebaskannya dari tuduhan terkait terorisme. Namun, ia tetap dinyatakan bersalah karena kepemilikan senjata berdasarkan Arms Act.
Sanjay kemudian dijatuhi hukuman enam tahun penjara.
Sempat Masuk Penjara, tetapi Kembali Mendapat Jaminan
Setelah vonis 2007, Sanjay memang kembali menjalani masa tahanan. Namun, ia kemudian memperoleh jaminan sehingga kembali berada di luar penjara.
Dengan demikian, rentang waktu antara penangkapan pertama pada 1993 hingga putusan akhir pada 2013 tidak bisa disamakan dengan masa penjara selama 20 tahun.
Kasusnya terus berjalan melalui proses hukum, sementara Sanjay beberapa kali berada di luar penjara dan dapat melanjutkan kariernya.
Vonis Final pada 2013
Babak penting berikutnya terjadi pada 21 Maret 2013. Mahkamah Agung India mempertahankan vonis Sanjay berdasarkan Arms Act, tetapi mengurangi hukuman dari enam tahun menjadi lima tahun penjara.
Sanjay kemudian diberi waktu tambahan untuk menyelesaikan sejumlah urusan sebelum menyerahkan diri.
Pada Mei 2013, ia akhirnya menyerahkan diri untuk menjalani sisa hukumannya di Penjara Pusat Yerawada, Pune.
Kali ini, ia benar-benar harus menjalani hukuman penjara hingga akhirnya dibebaskan pada 2016.
Film Tetap Dirilis Saat Ia di Penjara
Aktivitas Sanjay sebagai aktor tidak serta-merta hilang dari layar ketika ia masuk penjara pada 2013. Beberapa film yang produksinya sudah berjalan sebelumnya tetap dirilis ketika ia sedang menjalani hukuman.
Salah satu contohnya adalah PK, yang dirilis pada Desember 2014.
Film dapat tetap di rilis meskipun sang aktor sedang menjalani hukuman, selama proses produksi telah selesai atau bagian yang diperlukan telah dikerjakan sebelumnya.
Mendapat Parole dan Furlough
Selama menjalani hukuman setelah 2013, Sanjay Dutt juga beberapa kali memperoleh parole dan furlough. Keduanya merupakan mekanisme izin keluar sementara dari penjara berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Namun, izin tersebut bukan berarti hukuman dibatalkan. Sanjay tetap berstatus sebagai narapidana dan harus kembali menjalani masa hukumannya setelah periode izin berakhir.
Situasi ini turut menjelaskan mengapa periode 2013 hingga 2016 tidak sepenuhnya berarti ia berada di dalam penjara tanpa pernah keluar.
Bebas pada 2016 dan Kembali ke Bollywood
Sanjay Dutt akhirnya dibebaskan dari Penjara Pusat Yerawada pada 25 Februari 2016 setelah memperoleh pengurangan hukuman karena berkelakuan baik.
Setelah bebas, ia kembali aktif di industri film. Film Bhoomi yang dirilis pada 2017 menjadi salah satu proyek penting setelah masa penjaranya.
Sementara itu, kisah hidupnya kemudian diangkat ke layar lebar melalui film Sanju, yang disutradarai Rajkumar Hirani dan dibintangi Ranbir Kapoor.
Jadi, Apa yang Dimaksud Kasus Berlangsung 24 Tahun?
Jika melihat kronologinya, istilah “kasus berlangsung 24 tahun” merujuk pada panjangnya perjalanan hukum Sanjay Dutt, bukan lamanya ia berada di balik jeruji.
Perjalanan tersebut dimulai dengan penangkapan pada 1993, dilanjutkan proses persidangan, pemberian jaminan, vonis pada 2007, proses banding, hingga putusan Mahkamah Agung pada 2013.
Setelah putusan akhir, Sanjay menjalani sisa hukuman dan akhirnya bebas pada 2016.
Dengan demikian, Sanjay Dutt bisa tetap bermain film karena sebagian besar perjalanan kasusnya berlangsung ketika ia berada di luar penjara dengan jaminan. Ketika ia akhirnya menjalani hukuman pada 2013, sejumlah film yang telah di produksi sebelumnya tetap dapat di rilis.
Perjalanan tersebut membuat karier Sanjay Dutt berjalan berdampingan dengan salah satu proses hukum paling panjang dan paling banyak mendapat perhatian dalam kehidupan seorang aktor Bollywood.
Ringkasan Kronologi:
- 1993: Sanjay Dutt di tangkap terkait kepemilikan senjata dalam perkara ledakan Bombay.
- 1995: Setelah sekitar 18 bulan sebagai tahanan, ia mendapat jaminan dari Mahkamah Agung India.
- 1995–2007: Berada di luar penjara selama proses hukum dan tetap aktif bermain film.
- 2007: Bebas dari tuduhan terorisme, tetapi dinyatakan bersalah berdasarkan Arms Act dan dijatuhi hukuman enam tahun.
- 2007: Sempat menjalani hukuman sebelum kembali mendapatkan jaminan.
- 2013: Mahkamah Agung mempertahankan vonis dan mengurangi hukuman menjadi lima tahun.
- Mei 2013: Sanjay menyerahkan diri untuk menjalani sisa hukuman.
- 2013–2015: Beberapa kali memperoleh parole dan furlough.
- 25 Februari 2016: Bebas dari Penjara Pusat Yerawada setelah memperoleh pengurangan hukuman karena berkelakuan baik.














