KYIV, 4 Oktober 2026 — Rusia kembali serang jembatan yang merupakan infrastruktur penting di Kyiv, Ukraina. Sebuah serangan pada Sabtu (3/10) menghantam Pivnichnyi Bridge atau Northern Bridge, jembatan utama yang melintasi Sungai Dnipro.
Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko mengatakan serangan tersebut melukai dua orang dan merusak permukaan jalan serta kabel listrik untuk bus troli. Akibat kerusakan itu, lalu lintas dari tepi barat menuju tepi timur sungai terpaksa ditutup dan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan ibu kota.
“Layanan darurat sedang menuju lokasi,” tulis Klitschko melalui Telegram setelah serangan terjadi.
Serangan terhadap Northern Bridge terjadi hanya beberapa hari setelah Pivdennyi Bridge atau Southern Bridge juga beberapa kali diserang drone Rusia.
Dua Jembatan Kyiv Jadi Target
Kedua jembatan tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan bagian barat dan timur Kyiv. Sebelum Kamis, kedua jembatan itu belum pernah menjadi sasaran serangan Rusia. Serangkaian serangan tersebut memutus sebagian koneksi jalan, kereta api, dan bus troli yang melintasi Sungai Dnipro.
Kemacetan pun kembali terjadi di Kyiv. Meski demikian, kepadatan lalu lintas pada Jumat belum separah kondisi sebelumnya.
Sekitar tiga juta orang tinggal di Kyiv dan banyak warga mengandalkan jaringan metro untuk bepergian melintasi kota.
Kekhawatiran utama pemerintah adalah serangan berulang dapat membuat jembatan harus ditutup dalam waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu konektivitas Kyiv dan secara efektif memisahkan bagian barat serta timur kota.
Rusia Klaim Serang Jalur Logistik Militer
Rusia menyatakan drone-drone mereka menyerang kedua jembatan karena jalur tersebut digunakan untuk memindahkan pasukan dan kargo militer Ukraina. Moskow juga kembali menyerukan warga negara asing, termasuk diplomat, untuk meninggalkan Kyiv.
Sementara itu, para ahli menilai drone Rusia kemungkinan tidak cukup kuat untuk langsung meruntuhkan jembatan. Namun, serangan berulang dapat memaksa jembatan di tutup dan berpotensi melemahkan strukturnya.
Penggunaan senjata yang lebih kuat dapat menimbulkan risiko kerusakan yang lebih serius. Sejumlah jembatan di Kyiv juga sudah berada dalam kondisi kurang baik setelah bertahun-tahun menanggung beban lalu lintas yang lebih berat dari kapasitas awalnya.
Anggota parlemen Ukraina sebelumnya telah membahas kondisi jembatan-jembatan di Kyiv. Termasuk rencana darurat menggunakan kapal feri atau jembatan ponton apabila sejumlah jembatan utama hancur.
Kyiv Hadapi Tekanan Infrastruktur
Setelah serangan terhadap Southern Bridge, Dewan Pertahanan Kyiv menggelar rapat darurat pada Jumat (2/10). Klitschko kemudian memperingatkan bahwa Kyiv berada dalam situasi yang sangat serius karena serangan Rusia menyasar infrastruktur penting, logistik, perumahan, serta fasilitas strategis lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia berusaha menghancurkan berbagai fasilitas penting agar warga meninggalkan kota.
Menurut Zelensky, sasaran Rusia tidak hanya jembatan, tetapi juga pusat data, jaringan internet dan seluler, rumah sakit, taman kanak-kanak, sekolah, serta universitas.
Putin Sebut Serangan sebagai Balasan
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan terhadap target ekonomi Ukraina merupakan respons atas serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan kapal Rusia di Laut Hitam. Putin menyebut serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia telah memberikan dampak terhadap perekonomian negaranya.
“Sekarang dari berbagai arah kami menerima seruan untuk menghentikan (serangan). Tetapi mereka yang memulainya,” kata Putin dalam forum kebijakan luar negeri Valdai.
Kremlin mengakui Kyiv telah mencapai sejumlah hasil dalam serangan terhadap kilang minyak Rusia. Putin mengatakan dampaknya membuat Rusia kehilangan sekitar 1 persen produk domestik bruto (PDB).
Ukraina sendiri mengatakan serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia dilakukan karena sektor tersebut membantu Kremlin membiayai perang.
Sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, infrastruktur energi Ukraina berulang kali menjadi sasaran serangan Rusia, terutama ketika memasuki musim dingin.
Serangan Juga Terjadi di Wilayah Lain
Seorang pelaut di kapal sipil berbendera Liberia tewas dan tiga awak lainnya terluka dalam serangan Rusia terhadap pelabuhan Laut Hitam di wilayah Odesa, menurut otoritas pelabuhan Ukraina.
Sedikitnya 12 orang juga terluka dalam serangan Rusia pada malam hari di wilayah Dnipropetrovsk, Kharkiv, dan Kyiv.
Di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia, dua orang tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan drone Ukraina, menurut pejabat regional yang ditunjuk Rusia.
Sementara itu, Moldova memanggil Duta Besar Rusia setelah pemerintah negara tersebut mengatakan lima drone dan rudal Rusia melintasi wilayah udaranya dan meledak di dekat sejumlah permukiman di empat distrik.












